Important Dates around this month

October 25, 2009

October, 31, 2009 -> Collecting my final thesis

November, 12, 1009 -> Thesis defense!


thesis-paper

ganbatte kudasai!

화이팅 ㅋㅋㅋ

smangat!

aku bisa!


and after that, hey dear, what you gonna do?

oh my God! please stop to remind me every day..!!!

aarrghhh..! okay, I know.. I’ve known already that It will never gonna stop!

after I finish one think, there will be another think to do and to think

and I still have a big homework to decide and to create the best think for  the next step of my life..

:) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :)


Thanks for 4WI for giving me such a wonderful family..

October 22, 2009

Dulu saat ku masih dibangku SD, sering ku bertanya, mengapa 4WI menjadikanku anak di keluarga ini? mengapa aku tidak bisa memilih keluarga ku sendiri?

dan bahkan hanya karena mama tidak membolehkan ku bermain jauh atau membelikanku mainan yang kuminta,kadang sering terlintas, “keluarga teman2 ku lebih baik daripada keluargaku”,
(what a narrow minded that i have!)

times goes on.. makin lama tentulah pola pikirku makin berkembang, makin dapat melihat dari berbagai sisi, dan tentunya makin dapat melihat nikmat yang 4WI berikan dibalik pilihanNYA memberikan kehidupan padaku sebagai DITA ADE SUSANTI :D

Lalu, Apa arti keluarga bagimu?

untukku, keluarga adalah unsur terdekat, yang mengetahui seperti apakah diri kita yang sebenarnya.
terkadang sering ku temui, bahkan mungkin ini berlaku untuk diriku sendiri, seseorang muncul di tengah teman2nya sebagai sosok yang hangat, ceria,terbuka dan mandiri. tapi siapa sangka, ternyata di rumah, ia seorang anak yang manja, memaksakan kehendak, dan tertutup. Artinya ia berhasil menjadi “orang lain di tengah teman2nya, tapi yakinlah, sebenar2nya ia adalah saat ia bersama keluarganya..

Setiap keluarga memiliki cara yang berbeda-beda untuk menunjukkan rasa sayang dan hormat antar anggota di dalamnya.. entahlah, tapi yang kupahami, pembangunan nilai, kebiasaan yang ditanamkan, dan contoh dari orang tua yang menanamkan saham terbesar seperti apakah penunjukkan rasa kasih dan sayang itu.
Bisa saja kita temui keluarga yang setiap hari mengucap kata “sayang”, membelai lembut kepala putra-putrinya, memeluk, mencium.. hal2 seperti itu menjadi hal biasa di dalam keluarga tersebut.
tapi lain hal dengan keluarga lainnya, mengucap kata “sayang”, memeluk, dan mencium mungkin bukan lah santapan sehari-hari yang berlaku di keluarga tersebut,dan mungkin setiap anggota keluarga akan merasa “janggal”, saat salah satu anggota keluarganya mengucap kata sayang, memeluk dan mencium. tapi apakah artinya tidak ada rasa kasih sayang di dalamnya?
tentulah tidak.. bahasa kasih sayang setiap keluarga dan bahkan setiap orang pastilah berbeda.. mungkin hanya dengan menanyakan kabar, mengucap kata2 positif, dan tersenyum yang akhirnya menjadi bahasa penunjuk rasa kasih sayang..

23 tahun 6 bulan sudah ku hidup bersama dengan keluargaku (sebut saja bapak, mama, yogi, jodi &fathan,,)

23 tahun 6 bulan sudah ku hidup bersama keluarga besarku (sebut saja, kakek, nenek, eyang putri,kung, bude2 ku, pakde2ku, cik2 ku, keponakan2ku,,)

dan 23 tahun 6 bulan sudah ku hidup bersama keluarga terbesarku (sebut saja, seluruh saudara-saudari seimanku,muslim-muslimah dimanapun itu)

maafkan jika diri ini tidak dapat menujukkan rasa kasih sayang seperti yang kalian harapkan..
tapi yakinlah, aku.. dita… sangat cinta dan sayang terhadap keluarga ku..

~thanks for 4WI for giving me such a wonderful family~
n1260037960_30388271_6132913
nb:
alhamdulillah bs ditemukan dengan beberapa kerabatku lewat facebook.. :)
aku jd tau kabar mb Nana yg sudah melahirkan.. “Selamat mba”
aku jd tau kabar icha yg sedang UN.. “fightin”
aku jd tau kabar mas enri yg ternyata sudah engage statusnya.. “ditunggu undangannya”
aku jd tau kabar mb arin yg msh beradaptasi dengan rumah barunya..”main2 ke tetangga mba, biar banyak teman”
aku jd tau kabar Dena yang sedang dirawat di RS.. “syafakallah dena, moga segera diberi kesembuhan”
aku jd tau kabar eyang Tut yang minggu2 kmrn dirawat di RS.. “semoga selalu diberikan 4WI kesehatan”
aku jd tau kabar uli, vivi, tia, diah yg sdg menjalankan rutinitas kuliahnya.. “fightin” so do i.. :D
aku jd tau kabar mb erli ternyata anggota paragita beserta foto2 pernikahannya.. “have a beautiful family, sakinah, mawaddah, warrahmah”
aku jd tau kabar mb Astrid yang sdg berdoa cuaca cerah di 4 hari..”hehe.. klo lama takut ga dikabulin katanya” :)

semuanya.. kabar yogi,vivi,irma,mas aris, ainun, bude wiwik, bude eva, mas djati,imam,dayat,
lagi-lagi ku ingin katakan..
~thanks for 4WI for giving me such a wonderful family~

6819_1130202050576_1092967938_30316346_5363350_n

*diambil dari notes di facebook beberapa bulan lalu


Mencari jawaban dari Mu

October 20, 2009

tak semua yang ku ingin, Kau beri…bahkan bisa ku katakan..

banyak yang ku ingin, tapi banyak yang tak Kau beri..

ku ingin alasannya.. kenapa tak kau beri?

aku sudah berusaha semampuku..

aku sudah menancapkan niat..

aku sudah berusaha menjaga niat itu tetap lurus..

aku sudah berdoa..

aku sudah bersedekah..

aku sudah meminta orang lain untuk mendoakanku..

ku rasa permintaanku bukan tanpa usaha  seperti yang sudah ku sebutkan di atas..

tapi kenapa kembali tak Kau beri?

bukan ingin menggugat, tapi jika saja ku bisa mendapat jawaban langsung dari Mu, tanpa ku harus mengira2 di balik semua itu..

…………………………..

akhirnya.. kembali ku harus mengira2, ada apa di balik semua itu?

akhirnya muncul beberapa jawaban..

mungkin Kau tak ingin aku berpuas diri?

mungkin Kau tak ingin aku menjadi orang yang sombong?

mungkin Kau ingin melihat kesungguhanku lagi?

mungkin Kau senang melihat aku meminta dan berdoa banyak2 kepada Mu?

mungkin Kau sudah menyiapkan yang lebih.. lebih.. dan lebih dari itu?

mungkin Kau pikir aku tak mampu menghadapi cobaan di dalamnya?

mungkin Kau ingin aku belajar banyak dan menjadi lebih dewasa karena hal ini?

mungkin Kau ingin aku bisa merenungkan dan akhirnya menuliskannya seperti ini?

ah,

yang mana jawaban dan alasannya?

…………………………….

ku hanya berpikir akhirnya..

Kau memang ingin melihatku lebih bersungguh2.. itu bukan?

dan berharap bahwa..

Kau telah menentukan pengganti, pengganti yang lebih.. lebih..lebih baik dari yang aku inginkan… benar kan? benar kan Kau telah menentukan pengganti dari yang ku ingin dengan yang lebih baik?

…..

ku hanya bisa mengira dan berharap..

berdoa


Getting Success in My Early 20’s

October 9, 2009

“I am only one, but still I am one. I cannot do everything, but still I can do something; and because I cannot do everything, I will not refuse to do something that I can do.”

Helen Keller quotes (American Author and Educator who was blind and deaf. 1880-1968)

success1

The previous quote is one of my favorite quotes which can push me to do anything that I can do. And I would like to start by asking a common question, “How old are you?”, “What have you got in your age?”, and “What have you done with your life?”. One of the big differences between you and the others is your achievement in your life. Achievement is not always meant and counted by money, title or certificate that you have got, but the most important thing is the process and what you’ve done for the others.

Talking about success, I am sure that everybody has the same willingness to get success in their life as soon as they can. On the other hand, all of us also believe it’s not easy for getting that success, we need many efforts and sacrifices whether time, energy, money, or even our feeling to reach our dream. And many people also think, for getting that success it needs a long process, and it only can be gotten by somebody who ever faced success and failed many times before reaching that success, so in conclusion, success is can only be reached after their age turns forties.

But, don’t you know, there are many young men and women reached their success when their age were twenties?

I will show you some of them,

googleThe founder of Google, Larry Page and Sergey Brin.

Larry Page thought that he was really lucky to have such a supportive environment when he was growing up. His dad was a professor on computer science, and they had computers lying around the house since he was in a really early age. From a very early age, he also realized he wanted to invent things and because he figured that inventing things wasn’t any good: you really had to get them out into the world and have people use them to have any effect. So probably he said when he was 12, he knew he was going to start a company eventually. And he became CEO when he was 27.

success_keyAnd also his partner, Sergey Brin, he was also 27 year old when becoming a CEO. He was so interested in math and computer and he thought the most inspiring thing to him is invent something. But as his ages grew his mind changed, he thought the most important was how to produce something that was useful. And talking about challenges, he thought the age is a real issue. It’s certainly handicap in the sense of being able to manage people and to hire people and all these kinds of things. To figure out these issues, he thinks in terms of understanding where things are going to go, having a vision about the future, and really understanding the industry he is in, and what the company does and also sort of the unique position of starting a company and working on it for three years before starting the company. Then working on it pretty hard, whatever, 24 hours a day.

Liem Swie King (Indonesia, Badminton athlete legend) and Kim Yu Na (South Korean, The 2009 World Figure Skating Championship)

kingKing that we called for this athlete legends, He is Indonesian and had become a winner in several world badminton competitions, for instance his best achievements was as a winner in All England at 1978, 1979 and 1981. “King Smash” was his brand for his technique in smash, with the speed of 300 Km/hour. He was born from a modest family at one village in East Java; His father was his coach at that time. Since he was in elementary student, his father supported him and even forced him to become the best badminton player. Practicing regularly, giving motivation and even punishment were all the things on his young life. Sometimes because of misunderstanding he had some conflict with his father, but because of big support from his best friends and also neighborhood, he could reach his dream on early twenties.

Kim Yu Na, as the famous athlete in skater nowadays is also inspiring, getting the gold medal at The 2009 World Figure Skating Championship concluded with Ladies Long Program. When it was in 1998 Nagano Olympic Games, she tapped the whole competition and watched it everyday until the skater’s routines were imprinted on her mind. At the age 14 she made her junior international debut but people pointed out that she lacked artistic expressions while no one denied her superior technique. And finally she found out her solution when she did “El Tango de Roxanne”, and until now she still practices to improve her skill and enjoy what she chose.

Any kinds of what we choose in our life now, I am sure that we will face the result on the future whether twenties, thirties or older than that. All of the successful persons have started their efforts since they were in young age, or even started and focus to reach their dream on their early twenty. So now, if you know that you have your dream don’t ever think that it is impossible. Nothing is impossible if we really try to get it. Start with believing, continue with breaking down your target to plan and start from now.

I have watched an inspiring program, Kick Andy, on that show, they invited some successful young men and women, and here are some of the key word that I want to share, “do something that you enjoy”, “give more than expected”, “patience”. “happyconomics”[1], “follow the path”, “smooth means not grow, searching challenge”, “if you still on His track, God will give it to you”.

Success_Failure

But please just remember, our effort will not create 100% successful result, there is 1% for destiny. So 99% is our efforts, and another 1% is for destiny. So after we did as hard as we can, please put 1% for possibility of destiny. Thus when the result is not the same with what we hope, we will not give up, and still could think positively.

Hey Young Men, Good luck for change your life!

Optimism is the faith that leads to achievement. Nothing can be done without hope and confidence. Helen Keller quotes (American Author and Educator who was blind and deaf. 1880-1968)


[1] Happyconomics is one concept created by Yorris Sebastian (The youngest GM at Hard Rock Café in Asia Paific region) that means if you do something that you like and make you happy on your job, automatically it will support your economic/financial condition.

*published at Kyungnam Times – Fall Edition 2009


a brief explanation about Hijab

October 9, 2009

Responding the article which has been published at Kyungnam Times at winter edition last year, I am interested to explain more about Hijab. On that article, it was explained that Hijab is a conservative clothe and put parallel with the other examples of conservative tradition.

Hijab is the modern word for a practice of dressing modestly, which all practicing Muslims past the age of puberty are instructed to do as mentioned (or according) to the Holy Book of Al Qur’an. With the main function is to give higher respect to women  and for the basic requirements are that when in the presence of someone of the opposite sex other than a “close family member” (Mahram),  a woman should cover her body, and walk and dress in a way which does not draw sexual attention to her, and that a man should be covered from at least the navel to the knees, and similarly not wear figure-hugging clothes that draw sexual attention to him.

Generally, drawing sexual attention is only allowed for married couples—where it is highly encouraged—and they do not need to cover any part of their body in each other’s presence (other Mahrams should hide at least their sexual organs from each other). Thus, I ‘ll  ? It is claimed that Hijab strengthens the family and therefore improves the children’s mental health.

Some people think that it is difficult to wear Hijab in Korea, especially in summer season. Despite of this, I just want to convince to all of you and especially to myself that, it’s really no problem at all, just put ourselves as the some situation which is a habit for us,. This for example, eating Kimchi everyday and anytime. If wearing hijab has become our habit, we will feel easy to wear hijab anytime and anywhere. In addition, Women are not required to wear Hijab all day long. In side a house where there is only husband, father in law, close family or other Mahram, women are not required to wear Hijab.

In the Islamic law (sharia)”in the case of necessity, for example for saving lives or avoiding severe hardship, Hijab rules are waived”.

The way in which Muslims who practice Hijab interpret the stated rules varies from country to country and even individual to individual.

Nowadays, Hijab is famous as a fashion style in several countries such as Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Egypt, Arabia, Turkey, even in France and America. Any kinds of Hijab style has started to grow up, even it has been mushrooming and become a good opportunity for business. It is same with any other fashion style, such as casual dress, formal dress, and even wedding dress. Some pictures below shows you some of new Hijab trends.

hijab

So, it’s not true that Hijab is a conservative or even an old tradition. Hijab is one style for a women Muslim for dressing.

Thus, for Korea as one of developed countries, and also for each of country that will face globalization period, knowing various trend of culture is inevitable. We have to appreciate differences and respect one another. Although there are many people who live in Korea from various cultural backgrounf, we have to treat every one as the same. Neither by criticize nor respond negatively, but only for asking the explanation of the differences itself.

*sent to kyungnam times, but refused :p

perhaps because it contains too many promotion about hijab :D


Ramadhan ke 2 di Korea

October 9, 2009

Di indonesia, dari kota besar hingga kota kecil, dari pelosok utara hingga ke selatan, pastilah semarak ramadhan di rasakan di manapun itu. Tapi tidak dengan Korea, Kota-kota kecil seperti Masan dan Jinju.

Saat diberi kesempatan mengujungi Busan, (Busan adalah salah satu kota besar yang terletak 1 jam dari Masan dan Jinju), di sepanjang jalan, subway, dan terminal, tidak ada semarak ramadhan yang muncul. Tetapi ketika memasuki salah satu kampus untuk melaksakan buka puasa bersama, mulailah terlihat satu persatu teman yang hadir. Mahasiswa Indonesia yang ada di Korea memang kerap kali mengadakan acara seperti ini untuk lebih menguatkan diantara sesama ‘anak rantau’ dan juga mempererat silaturahmi. Apa yang istimewa dari buka puasa kali ini? Tentu saja, adanya masakan Indonesia yang disajikan untuk memenuhi kerinduan dan para peserta yang hadir bukanlah hanya mahasiswa muslim, tapi seluruh mahasiswa Indonesia, baik muslim, Kristen, Budha atau agama yang lain.

Saat berada di sana, terdapat beberapa hal yang dirasakan oleh teman-teman ketika melakukan puasa di Korea. Ayi, mahasiswi S1 yang saat ini sudah 4 tahun berada di Korea mengatakan, ia merasa lebih khusyuk dan senang , saat tempat tinggalnya saat ini telah pindah ke daerah dekat masjid. Sedangkan Indah dan Defri, mahasiswa S2 dan S3 yang baru dua minggu berada di Busan mengatakan bahwa cuaca di korea lebih mendukung (lebih sejuk, karena saat ini sudah masuk musim gugur)  tapi hal yang sangat dirindukan adalah suasana dan semarak Ramadhan seperti di Indonesia.

busan

Buka puasa sudah selesai, saatnya beralih ke masjid busan. Masjid ini adalah salah satu mesjid besar yang ada di Korea, selain di Itaewon,  Kimhae dan Gwangju. Dan saat ini juga sedang di bangun sebuah masjid di changwon, mohon doanya dari pembaca di Indonesia. Kembali ke Masjid Busan, taraweh pada malam itu di imami oleh seorang muslim Libya. Jama’ah yang hadir cukup banyak pada hari itu, karena memang, sabtu—minggu adalah waktu dimana para pekerja dan mahasiswa libur atau lebih luang dibandigkan weekdays. Saat itu jama’ah laki-laki berjumlah 3 shaff penuh dan 1 shaff yang diisi setengah dan jama’ah wanita terdiri atas 3 jama’ah. Saat salat tarawih  dan witir selesai, diumumkan, bahwa untuk muslim Indonesia diharapkan tidak pergi dulu karena ada tausiyah dan pembentukan kepanitiaan Idul Fitri. Saat Idul Fitri tahun lalu, Masjid Busan memfasilitasi untuk 700 jama’ah, namun yang hadir ternyata lebih dari 1000 jama’ah. Dan tahun ini, dengan adanya kemungkinan Idul Fitri jatuh di hari minggu, maka diperkirakan jumlah jama’ah akan membludak, untuk itu diperlukan kesiapan panitia dan SDM yang cukup untuk mengaturnya.

busan 2Para jamaah putri berkumpul dan tidur di ruang keputrian, sedangkan jama’ah laki-laki disediakan tempat untuk tidur di dalam masjid. Suara lantunan ayat Alquran terus berkumandang, hingga akhirnya waktu sahur tiba. Salat subuh kembali di imami oleh seorang muslim dari Libya, dan dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh Imam Masjid, seorang Muslim Korea dalam bahasa Korea yang diartikan ke bahasa Indonesia oleh salah satu rekan. Semakin sejuknya dan khusyuknya ramadhan di hari itu. Di pagi harinya, diadakan kerja bakti untuk membersihkan mesjid sedangkan jama’ah putri berkumpul untuk mengikuti kajian cyber. Saat itu beberapa rekan pekerja menceritakan pengalamannya saat berpuasa. Mba Iis yang bekerja di pabrik besar mengatakan bahwa pabriknya memiliki standar kerja yang tinggi, sehingga tidak dibolehkan bagi pekerja untuk meninggalkan pekerjaannya, sehingga saat ia bekerja pada shift malam, ia harus mensiasati waktunya untuk dapat makan sahur, bahkan ia pernah makan sahur di toilet. Lain lagi dengan mb Atin, kondisi tempat ia bekerja tidak seperti di tempat mb Iis, ia memiliki waktu yang cukup untuk shalat, berbuka ataupun sahur saat shift malam. Semoga mereka dan rekan pekerja yang lainnya dimudahkan dan dikuatkan untuk melaksanakan puasa kali ini.

Saat salat zuhur berjama’ah terdapat satu orang jama’ah yang baru hadir, dan ia adalah Nadya, seorang muslimah asli Korea yang baru bersyahadat satu hari yang lalu.. subhanallah.. Nadya masih membawa buku pembimbig sholat saat melaksanakan salat zuhur berjama’ah, dan kami pun berdiskusi menggunakan bahasa korea dan Inggris untuk lebih menguatkan Nadya dalam berislam.

Saat seleseai melaksanakan salat Ashar, terdapat beberapa tamu yang ingin mengetahui lebih jauh Islam itu seperti apa. Mereka sengaja datang ke Masjid untuk bertemu para muslim dan menanyakan berbagai hal terkait Islam. Pada hari itu terdapat dua siswi SMU Isabel high school, mereka mendapat tugas dari sekolah untuk belajar lebih jauh tentang islam dan muslim, mereka menanyakan berbagai hal, ttg islam, hijab, kemudian mereka juga ikut buka puasa bersama, bahkan mencoba mukena dan diajarkan salat. Lain lagi dengan seorang ibu guru, yang juga ikut buka puasa bersama, dilanjutkan dengan solat maghrib. Ibu guru tersebut diajarkan bagaimana berwudhu dan juga salat. Ada juga mahasiswi yang memperhatikan kami saat kami solat zuhur dan mengikuti kajian zuhur. Mah-mudahan saja penerimaan muslim di sini membekas di hati mereka. Dan kemarin juga  terdapat salah satu stasiun TV nasional meliput kegiatan ramadhan  kami di Mesjid, sejak siang hari hingga berbuka puasa. Tayangan ini akan ditayangkan sebagai acara documentary yang akan disiarkan beberapa hari kemudian. Semoga saja dengan melihat tayangan itu, masyarakat Korea akan lebih dapat menghargai dan mengerti mengenai Islam dan muslim.

*sent to Republika, but refused :D

perhaps because it seems like writing a diary not a news :D :p


Resume Pengantar Ilmu Fiqih

April 19, 2009

Bismillahirrahmaanirrahiiim..

fiqih berasal dari bhs arab artinya memahami.

ta’arif fiqih ada bermacam-macam, ta’arif imam syafi’i. imam mazhab yang pertama. seseorang mengetahui apa hak dan kewajibannya. disini tidak ditentukan apa kewajibannya, tapi termasuk kewajiban beriman (berhubungan dengan akidah), dan juga berhubungan dengan akhlak, dan tasawfuf, serta muammalat.

1.fiqih kaudi

2. ilmu akhlak wa tasawwuf

3. fiqih yang berhubungan dengan ibadah dan muammalat

4.fiqih itu adalah: mengetahui, pengetahuan yang mutlak, dimana di dalamnya termasuk pengetahuan dengan dasar keyakinan (qot’i), ataupun (yang tidak meyakinkan) ghonni. AL arkam: apa-apa yang diwajibkan, apa-apa yang diminta oleh syariat baik itu berupa perintah ataupun takhrir (hukum mubah ataupun wad’an- terbagi menjadi haram dan makruh), ibtida’ (takhrim&istiba’). sifat dari hukum-hukum ini (hukum syri’ah), yang bersumber dari syariat, maka tidak termasuk hukum2 yang berasal dari panca indera. Almu’tashab (ilmu berdasarkan usaha ahli fiqih, sehingga tidak termasuk ilmu Rasulullah dan yang berasal dari Quran), dan juga yang tidak termasuk adalah ilmu2 yang bersifat pasti (seperti haji, salat, tidak termaksdu ilmu fiqih.

ilmu fiqih mencakup seluruh apa-apa yang dibutuhkan dalam kehidupan ini.

keistimewaan ilmu fiqih:

keistimewaan 1 (missed again on this part :( )

keistimewaan 2 (missed again on this part :( )

keistimewaan ke 3 :

ada sifat diniyahnya, mengikuti hukum-hukum, ada keterikatan kepada agama.(bersifat tuntunan agama disitu). balasan yang didapat manusia diperoleh di dunia dan juga di akhirat.

Faktor-faktor perselisihan para mujahidin:

1. dalil-dalil yang ada dalam Quran dalam bahasa Arab (perbedaan memahami bahasa arab), dan lafadz2 menjadi perbedaan, dan perbedaan itu ada alasannya.

2. perbedaan dalam periwayatan (mayoritas yang terjadi dalam hadits).

3. Perbedaan atas Sumber-sumber fiqih itu sendiri selain Alquran, sunnah, ijma, dan qiyas. misalnya istihsan, almusholeh-almurshalah, qowulussahabi (perkataan sahabat), banyak mujtahidin yang berbeda pendapat atas pengakuan2 sumber-sumber diatas

4. (miss on this point, is there any body could complete it)?

5. Ijtihad dengan qiyas (qiyas ada hukum asal, syarat2 qiyas, sebab adanya hukum asal-> hal2 inilah timbulnya perbedaan2, sehingga hasil akhirnya berbeda)

6. Sumber-sumber yang diambil betentangan, bagaimana mereka mentarjihkan dan merajjihkan dalil-dalil yang ada, sehingga hasilnya akan berbeda.

yang kita ambil yang mana? yang paling benar, rajjih, karena jumhur ulama mengatakan tidak ada kewajiban mengikuti salah satu mazhab yang ada dalam segala situasi. jadi intinya ambil pendapat terbenar~terkuat sumber2nya!

standarnya?orang yang tidak tahu boleh bertanya kepada siapa saja(pastinya yang memiliki ilmunya dalam hal tersebut), dengan kadar yang mungkin berbeda-beda, jadi jika kita percaya dengan seorang ustadz yang amanah, menjawab pertanyaan tidak mengikuti hawa nafsunya, tentunya kita bisa bertanya padanya, dan kita pun dapat menanyakan alasannya, dali-dalil, dsb.

bahkan di zaman Rasulullah, jangan dibayangkan semuanya mengetahui fiqih, jika yang bisa mengakses langsung ke Rasululah maka dapat ditanyakan, tapi yang di Yaman?akhirnya mereka menanyakan kepada sahabat yang diutus Rasulullah ke kota tersebut. Jadi bisa kita mencarinya ke sumber-sumber yang terpercaya seperti situs-situs atau lainnya.

kaidahnya, 4WI menginginkan kemudahan, bukan kesukaran, dan juga 4WI tidak akan memberikan beban melebihi kemampuan hambanya, maka kita boleh mengambil pendapat yang lebih ringan (tentu pendapat tersebut didasari dengan alasan yang kuat). Pendapat pun bisa berubah sesuai dengan perbedaan waktu dan lingkungan (saat Imam syafii, di Irak dan Mesir), Imam Syafi’i mengeluarkan pendapat baru saat belau berpindah tempat tersebut.

Alhamdulilaahirrabbil’alamiin

sumber:kajian Online  oleh Ust. Jailani Salam di Tokyo.


me VS ajumma

April 19, 2009

Bukan lagi me Vs Mom, ini trend terbaru di Korea, “Me VS ajumma” :)

sebelum berlanjut, sebenarnya, siapakah ajumma ini?apa itu ajumma?

ajumma yang dalam tulisan hangul adalah 아줌마, dalam bahasa Indonesia dapat diartikan “ibu-ibu” dan dalam bahasa inggris diartikan sebagai auntie. namun jika kita ingin memanggil sang ibu-ibu, bukanlah dengan menyebutnya Ajumma, tapi dapat dilembutkan dengan ajumoni(아주머니) atau imo (이모).

Sudah cukup tergambar bukan siapakah ajumma itu? ;) kalau masih samar-samar, bisa dilihat di foto berikut :p

images1

Ajumma di Korea, khusunya di daerahku cukup banyak, selain banyak pula kakek dan nenek :p tapi jangan sangka, para ajumma di sini sangatlah menjaga penampilan dan terpenting adalah berat badan, jadi tidak heran kalau ibu-ibu disini langsing bin slim.he2. :)

hal lain yang kutemui, para ibu disini mayoritas dapat mengendarai mobil, menyetir maksudku. Keahlian menyetir diperlukan untuk berbelanja, menjemput anak, dan melakukan aktivitas lainnya. Selain itu, mayoritas keluarga disini tidak memiliki servant (pembantu rumah tangga), karena harganya yang wuihhh. hanya wealth family yang mampu menyediakan, itu pun biasanya pembantu tidak stay at home, tetapi pulang-pergi dan pembantu tersebut bukanlah pekerja yang didatangkan dari negara lain tapi local produk dalam negeri (read:orang korea).

Umur rata-rata wanita Korea menentukan hidupnya, untuk menikah atau tidak adalah di masa-masa 27 tahun sampai 29 tahun.ada hal besar yang membedakan antara wanita menikah dengan mereka yang memilih tidak menikah. Umumnya para wanita Korea yang memilih menikah, dapat dikatakan sudah menisbatkan hidupnya untuk keluarga, konsekuensi terbesar adalah tanpa pembantu, ia harus siap menjalani aktivitas rumah tangga, melakukan household, dan membesarkan putra-putrinya. Budaya pria Korea dahulu dan sekarang sudah cukup berbeda, dahulu, para suami tidak mau membantu istrinya mengerjakan pekerjaan rumah tangga, mereka berpikir, itu adalah tugas sepenuhnya sang istri. Namun saat ini, sediki-sedikit mulai berubah, walaupun masih banyak ditemukan situasi seperti pemikiran diatas, sehingga dapat dibayangkan tanggung jawab yang dipikul seorang istri di Korea. Syukurlah di Indonesia pemikiran seperti ini tidak mendominasi pemikiran para pria, banyak kutemui para bapak, membantu istrinya memandikan anak mereka, mencuci piring sisa makanan, dan hal lainnya.

Dari segi pendidikan, para ajumma saat ini mayoritas berpendidikan S1, bahkan tak jarang ku temui para ajumma yang telah menyandang gelar S2 dan melanjutkan ke S3. Apakah mereka dosen? bukan, mereka hanya wanita yang menikah dan tetap bekerja menjalankan karirnya :)

Bagi ajumma yang kujelaskan diatas, dapat terlihat bahwa potensi seorang wanita tidak berakhir sesaat mereka berkeluarga. Namun, banyak juga kutemui, para ajumma tidak memiliki informasi yang lebih terhadap kondisi diluar Korea dan terhadap multiculture yang saat ini ada. Lihat saja saat mereka bertemu dengan orang asing, banyak kutemui sebagian besar mereka takjub melihat perbedaan yang ada pada orang asing. even dari perbedaan wajah, tinggi badan, bahasa, dan bahkan perbedaan style dalam berpakaian. Hal yang kurang nyaman bagi orang asing di Korea (khususnya yang bukan di kota besar), ajumma akan melihat perbedaan tersebut, dimulai dari ujung rabut, hingga ujung kaki, bahkan tak jarang saat orang asing tersebut sudah berlalu, ajumma masih saja melihat dengan takjub ke arahnya.

Dalam kondisiku sebagai “orang asing” (aih gaya betul, dan bukan bule pastinya), ajumma tidak segan-segan untuk diam, berhenti sejenak, mendekat ke arahku, dan  duduk disampingku, hanya untuk menanyakan style berpakaian dimulai dari pertanyaan ini apa?untuk apa?dari mana?setiap hari seperti ini? empat pertanyaan ini termasuk dalam 4 pertanyaan terfavorit yang kerap kali ditanyakan. “ah, ini dia waktuku memperkenalkan Islam kepada wanita disini”. inilah yang selalu muncul di benakku dan membuatku tidak bosan saat pertanyaan-pertanyaan diatas menghampiri :) Ada pertanyaan favorit tambahan jika musim panas tiba (여름), yaitu “itu kan panas! kenapa musim panas seperti ini menggunakan pakaian seperti itu?”. ah, lagi-lagi ku mulai dengan tersenyum, dan berkata, “tidak apa-apa (괜찮아요)” , jika sang ibu mendekat, duduk, dan bertanya lebih jauh barulah kujelaskan hal-hal sederhana.

Itulah para wanita disini, AJUMMA, mereka memiliki banyak sekali kelebihan, namun disisi lain, mereka pun masih minim dari sisi informasi, terlebih lagi terkait dengan multiculture, dunia Islam. Menjadi daya tarik tersendiri untuk mengambil pelajaran baik dari para ajumma di sini dan lebih ‘mendekat’ kepada mereka :)

” Wahai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin; hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Hal itu agar mereka lebih mudah dikenal dan karena itu mereka tidak diganggu”

(al-Ahzab, 59)


a little story from zakat’s conference

January 2, 2009

since i arrived in indonesia, i contributed at one of social foundation in order to suppport a national event which discuss about “Indonesia zakat and development report 2009″

a little story i would like to share, please enjoy it :)

**sorry, please wait.under construction**


Tak menulis atau?

January 2, 2009

beberapa bulan ini, keinginan untuk menulis, membagi cerita, menuangkan ide, entah tak muncul..

hopefully, it won’t  be so  long