Misi hidup dan produktivitas

March 19, 2017

Mengerjakan ini saat otw ke kondangan minggu siang Nadia(barakallah) dan saat anak2 boci:)

Bismillah..

saat ini kita akan lebih menggali bagaimana menerapkannya secara teknis sbb :

a. Ambil salah satu dari ranah aktivitas yang sudah teman-teman tulis di kuadran SUKA dan BISA (lihat NHW#7)

Menulis dan menjadi penulis
b. Setelah ketemu satu hal, jawablah pertanyaan “BE  DO HAVE” di bawah ini :

1. Kita ingin menjadi apa ? (BE)

Menjadi penulis

2. Kita ingin melakukan apa ? (DO)

Aktif menulis di blog at least min caption yg berisi dan menarik di instagram.

Agar bs menulis perlu rajin membaca,observasi sekitar dan jalan2

3. Kita ingin memiliki apa? (HAVE)
c. Perhatikan 3 aspek dimensi waktu di bawah ini dan isilah:

1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)

Memiliki perpustakaan umum anak

Buku yg publish&mengisi seminar2

2.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan ( strategic plan)

Memiliki perpustakaan anak di rumah dan menulis buku

3. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun ( new year resolution)

Blog byk tulisan,media sosial aktif dan byk yg memperoleh manfaat.
Mulailah dengan PERUBAHAN, karena pilihannya hanya satu BERUBAH atau KALAH


Temu Bakat

March 10, 2017

Bismillah,

hasil pengisian temu bakat saya attach dibawah ya;temu bakat.jpg

insight dari website ini juga jelas, lihat potensi positif, kuatkan.

untuk kekurangan agar diketahui lalu berusaha diminimalisir tapi tetap ya fokus ke strength!

lalu untuk aktivitas berdasarkan kuadran, coba dibuat dibawah ini ya:

 

terlihatkuadran diri.jpg

saat membuat kuadran diatas, merenung sangat lama di kuadran tidak suka tapi bisa. kuadran ini beneran membuat bingung dan ternyata bisa juga menyadarkan bahwa selama ini melakukan apa yang kita suka, alhamdulillah.

untuk kuadran tidak suka dan tidak bisa juga awalnya tidak cuma 1 point,tapi akhirnya saya pindahkan beberapa aktivitas yg sedang saya usahakan untuk saya menyukainya, jadi berpindahlah ia ke kuadran suka tapi tidak bisa! (artinya ini yg harus dipelajari).

this is it! alhamdulillah, ‘ala kulli hal 🙂

happy friday yeay!

 

 


Menjadi Manajer Handal

March 3, 2017

Hari jumat tiba,saatnya selesaikan NHW 6.yup,ini deadline yg saya buat untuk diri saya sendiri agar di sabtu dan minggu bisa full waktu dipakai bersama keluarga.

terasa tiap minggu bukan makin baik tapi makin sore membuatnya..alaqulihal mari dibuat..bismillah.

Yuk..marii..

Di materi ini semakin diingtkan bahwa peran seorang istri,ibu sekaligus anak itu BERMACAM-MACAM dan buanyak.

Buanyak tidak bisa dihindari,yang bisa dilakukan hanya berusaha mengaturnya sedemikian rupa.

Keinginan untuk menuntaskan semuanya; anak sehat bersih,bermain oke,masakan tersedia,ibadah lancar,lantai bersih rapih,kaca rmh kinclong,baju licin,keuangan keluarga surplus,jalan2 dan olahraga jalan.

Yah macam itulah keinginan yg selalu ada didiri ibu2 yg ujung2nya bisa membuat hati resah,galau apalagi kalau tidak sesuai.sehatkah itu?hmm.i dont think so!

Marilah mengatur maba prioritas mana yg tidak.belajar utk switch task yang menurut saya harus dilatih.switch task tidak hanya pekerjaan tapi juga memindahkan hatinya ke tugas selanjutnya.

Yuk ikuti guideline NHW minggu ini:
1⃣ Tuliskan 3 aktivitas yang paling penting, dan 3 aktivitas yang paling tidak penting

Paling penting:

1.kegiatan rumah tangga

2.Bermain bersama anak dan suami

3.self improvement (menulis,membaca buku&berita,dll)

Paling tidak penting:

1.Bermain gadget 

2.Menyetrika (i wish😛)

3.Menonton tv
2⃣Waktu anda selama ini habis untuk kegiatan yang mana?

Waktu habis di kegiatan membersihkan rumah,memasak,bermain bersama anak dan bermain gadget.
3⃣Jadikan 3 aktivitas penting menjadi aktivitas dinamis sehari-hari untuk memperbanyak jam terbang peran hidup anda, tengok NHW sebelumnya ya, agar selaras.

Oke.
4⃣Kemudian kumpulkan aktivitas rutin menjadi satu waktu, berikan “kandang waktu”, dan patuhi cut off time ( misal anda sudah menuliskan bahwa bersih-bersih rumah itu dari jam 05.00-06.00, maka patuhi waktu tersebut)

oke.

5⃣Jangan ijinkan agenda yang tidak terencana memenuhi jadwal waktu harian anda.

oke.

6⃣Setelah tahap di atas selesai anda tentukan. Buatlah jadwal harian yang paling mudah anda kerjakan. (Contoh kalau saya membuat jadwal rutin saya masukkan di subuh-jam 07.00 – jadwal dinamis ( memperbanyak jam terbang dari jam 7 pagi- 7 malam, setelah jam 7 malam kembali ke aktivitas rutin yang belum selesai, sehingga muncul program 7 to 7).

☆4.30-04.45 : bangun pagi

☆4.45-05.00 : solat subuh

☆5.00 – 05.45:masak persiapan bekal&bersih2

☆5.45-06.00 : mandi pagi

☆06.00-06.15:membangunkan anak&memandikan

☆06.15-06.30:persiapan berangkat 

06.30-07.20:perjalanan menuju kantor (anak2 menuju rmh eyang)

07.30-17.00:bekerja

17.00-19.00:perjalanan menuju rmh bersama suami (janjian,tunggu,dll)

19.00-19.30:makan malam bersama anak

19.30-19.45:menuju ke rumah

19.45-20.00:beres2 perbekalan,cucian

20.00-20.15:mandi malam

20.15-20.45:waktu bebas bersama anak

20.45-21.00:persiapan tidur (sikat gigi anak,dll)

21.00-tidur malam max 21.30 (tp sering juga jam 22.00 bahkan 23.00😂)

Jika libur maka berubah begini:(copy dari jawaban saya di grup homeschooling usia dini)

☆Kegiatan pagi (bs baca,main,jalan keluar)jam 8 sd 11)

☆di kegiatan pagi ada snack time jam 10an (15 menit)

☆persiapan makan siang (jam 10 sd 11.30),kadang anak ngantuk jd ditidurin,kdg anak bs ikut bantu atau main dekat ibu nya)

☆makan siang (jam 11-12.30)

☆solat,sikat gigi,persiapan tidur (masuk kamar,baca buku,doa) 30 menit

☆tidur siang (2 sd 3 jam)

☆bangun tidur (biasanya jam 4)

☆main dulu baru mandi atau kebalik (tergantung main diluar atau tidak) sampai jam 5.30an

☆persiapan makan malam (jam 5.30 sd jam 6an) (seperti makan siang,anak ikut bantu atau main dekat ibu)

☆solat magrib,makan malam (sampai jam 7an)

☆solat isya (jam 7.30an pm ke masjid)

☆persiapan tidur malam jam 8pm

☆masuk kamar jam 8.30pm sampai bobo

7⃣Amati selama satu minggu pertama, apakah terlaksana dengan baik?

kalau tidak segera revisi, kalau baik, lanjutkan sampai terlaksana.

Oke.


Desain Pembelajaran

February 24, 2017

Tugas kali ini really clueless!.

Berbekal tutorial dari fasilitator dan video bu septi.Beberapa yg saya highlight adalah ini:

  • Sesuaikan cara belajar dengan zamannya
  • PENTING untuk menciptakan SUKA dibanding bisa
  • Gunakan selalu 5W+1H dalam setiap pembelajaran
  • Lakukan observasi, amati anak sesering mungkin agar dapat menentukan di sisi apa anak lebih “berbinar”
  • Setelah menemukan kelebihannya, gunakan prinsip “meninggikan gunung dan meratakan bukit” yaitu asah terus kelebihannya agar dia menjadi ahli dan untuk kekurangannya cukup dikejar hingga tingkat rata-rata saja.
  • Quote penting di zaman ini: “Thesedays, good is not enough, we need to be different.”

menjawab tantangan di minggu ini yaitu membuat desain pelajaran, saya juga coba melakukan browsing mengenai desain pembelajaran. Desain yang umum dipakai adalah ADDIE, yaitu Analysis-> Design -> Development -> Implementation -> Evaluation -> back to Analysis

menerapkan hal diatas, PR yang saat ini masih on progress adalah Analysis and Design. Untuk A&D untuk diri saya banyak terjawab di tugas sebelumnya terkait ilmu apa yang ingin saya cari yaitu berdagang (agar tetap berpenghasilan) dan parenting.

Untuk A&D kakak 4.5 yo dan Adik 2.5 yo, berikut hasil analisis dan desain untuk mereka di masa balita ini (mengutip tugas 2):

  • Keislaman : lebih kenal dengan Alloh melalui ciptaannya (mengenal hebatnya tubuh manusia, berbagai macam hewan dan tumbuhan)
  • Keahlian: membiasakan membaca &menulis; naik sepeda & berenang; hafalan juz 30 & iqro
  • Kemandirian: mandi sendiri, tidur sendiri, menyiapkan peralatan menginap sendiri, membersihkan kamar& mainannya sendiri.
  • Kepribadian: penyayang, mudah meminta maaf, lebih mengontrol tangan&kakinya

diluar itu semua, tugas kami sebagai ayah ibu di masa golden age ini adalah secara fitrah mengikuti proses keluarnya kemampuan yang sudah ada di dalam diri mereka dan  mengajak mereka melihat dunia serta menyampaikan berbagai hal sebanyak-banyaknya.

berikut saya buat corat-coret desain pembelajaran versi saya yang kami gunakan selama ini;

 

Point pertama

yaitu Tentukan Tema, kami seringnya memiliki tema spontan bagi anak,Saya akui untuk tema memang masih belum tertata rapi. Tanpa ditulis tema utk kakak dan adik lebih ke tauhid, checklist kemampuan sesuai umur dan situasional dirumah. Atau sering juga tema muncul dari keinginan jalan-jalan ke suatu tempat!:D. Nah sebagai contoh tema yang kami ambil kemarin yaitu ciptaan ALLOH yaitu Hewan. 

Point kedua

yaitu menyampaikan konsep dan ilmu. Hewan adalah hal pendukung yang kami gunakan untuk mengenalkan Kakak dan Adik pada Tuhan mereka, Alloh SWT. Konsep Esa, Tuhan kami sampaikan seringan mungkin tapi juga tidak dimudah-mudahkan sehingga pemahaman mereka lurus. contoh jika mereka tanya “Alloh ada dimana Bu?”, saat kami bisa maka kami akan jawab,tapi jika ragu, kami akan cari jawaban yg  pas dan lurus. Untuk pertanyaan Arrum ini salah jika kita jawab ‘Alloh dimana2’, melainkan Alloh itu dekat dengan kita sedekat denyut nadi kita.

Point ketiga,

yaitu How?media nya apa? untuk media yg utama kami pakai adalah buku. jadi saya suka mencari buku baik dari dalam maupun luar yang mendukung tema saat itu.preloved ..preloved book..hehe. 

Jadi jika disambungi dengan ciptaan Alloh, yaitu hewan, maka beberapa hari itu kami akan membahas hewan, hewan dan hewan. Kami juga biasa (dengan porsi lebih sedikit dari buku) untuk menggunakan video youtube yang kami saveoffline atau program tv lainnya yang mendukung. Media lain yaitu bermain.. ini pasti ya, bisa menggambar atau dari mainan hewan dan media lain yaitu mengajak kakak adik untuk langsung datang ke majlis ilmu.

Point keempat,

ini yang paling asik! ups. hehe.;) .

Karena kami yakin jika ilmu itu dipraktekan atau di’bumi’kan sakah satunya yaitu dg cara jalan2 maka akan lebih melekat di pikiran bahkan rasa.. :)jadi dengan tema diatas kami pilih utk berkunjung me taman safari. Sebelumnya Ibu sibuk survey agar tau exactly apa yg ada disana berikut jadwal2nya agar optimal apa yg ingin dicapai dan pastinya sepanjang jalan2, kami tidak lupa selalu mengaitkan hewan, perilakunya, ilmu ttg hewan dengan ciptaan Alloh.

Poin kelima

Lalu setelah acara jalan-jalan selesai, di malam harinya saat ingin tidur, mulai deh ibu tanya2 ke kakak dan adik ttg kegiatan seharian tadi. kakak adik ini dapat ga ya message nya? inilah masa evaluasi. kalau belum pas, ibu wajib kembali ke alur awal. bukan berarti jalan2 ke taman safari harus diulang ya, tapi coba dg cara lainnya yg ada disekitar.

jika lulus poin lima ini, maka done! lanjut ke tema selanjutnya..

tapiii ingat saat masuk tema selanjutnya.. tema ciptaan Alloh ini harus selalu disebut2 karena termasuk tema mendasar yang harus ada di mereka 🙂
Lalu kenapa desain ini judulnya desain pembelajaran ibu dan anak?

Yes! Karena saya juga memakai metode ini utk apa yg sdg saya pelajari saat ini☺

 

 

 

 

 

 

 


ilmu dan milestone

February 17, 2017

bismillahirrahmaanirraaahiim..

tema tulisan minggu ini adalah mengenai ilmu yang ingin dikuasai dan milestone untuk  mencapainya. Cara awal yang harus diambil adalah “look back to my 1st& 3td  home work”.. wait!

saat melihat tulisan perdana tentang ilmu, “rakus ya!” terlalu banyak ilmu yang ingin dikuasai padahal harus fokus. yg urgent, apa yang saya alami saat ini di depan mata, project akhirat saya adalah suami dan anak-anak.yg dapat digarisbawahi dari 4 materi ini yaitu terkait prinsip dasar mendidik anak.mendidik lebih ke memfasilitasi dengan tujuan mengeluarkan potensi yg sudah diberikan Alloh pada setiap anak.mendidik anak dengan fitrahnya.

milestone:

  1. 2017 : belajar dan menguasai 10 jenis masakan
  2. awal 2017 : membuat kurikulum atau program anak selama 1 tahun ini (agenda besar keluarga & tema bulanan)

kualitatif: banyak menghabiskan waktu bersama anak

tujuan jangka panjang individu alhamdulillah tetap sama, saya kopi ulang ya:

Sebagai Individu:

Jangka Panjang:

  • Punya lembaga pendidikan sebelum usia 40 tahun (karena suka mengajar dan ingin memiliki ilmu yang bermanfaat sehingga menjadi amal jariah kelak)
  • Punya perpustakaan untuk sekitar sebelum usia 35 tahun (buku bertumpuk alangkah lebih berguna bisa dibuatkan garasi perpustakaan, kecil, outdoor dan nyaman)

artinya, ilmu yang akan saya pelajari saat ini mengerucut ke tiga hal ini:

lembaga pendidikan apa dit?sebenarnya masih bingung sis, kalau ingin inline dengan apa yang dijalani sekarang artinya ilmu manajerial, bisa pelatihan terkait perbankan umum dengan fokus utama cash management dan trade finance.

Atau jika mengingat yg disuka dulu maka terkait bahasa.

kalau dikaitkan dengan yang diperlukan saat ini atau inline bisa dipraktekan adalah aktivitas anak. how?

bingung ya ternyata.. artinya saya masih belum sepenuhnya memahami keinginan saya 😦

oke, kita coba kerucutkan sementara, membuat lembaga pendidikan yang  berorientasi untuk anak.

milestone yang diperlukan:

  1. awal 2017 : mengikuti IIP dan webinar HS PAUD dan usia lanjut beserta aktif di komunitasnya.
  2. awal – tengah 2017 : mengumpulkan sumber/resouce kegiatan sebanyak2nya
  3. tengah – akhir 2017 : menentukan metode/bentuk lembaga yang ingin diambil (franchise, kegiatan spontan, dll)
  4. awal 2018 : launching acara awal dengan orientasi masyarakat sekitar
  5. sepanjang 2017 – 2018 : mengumpulkan buku untuk koleksi perpustakaan

Bismillah semoga dimudahkan.

 

 

 

 


Point Insight dan 3 hal yang akan dilakukan bersama anak!

February 10, 2017

Selasa lalu ada pembelajaran perdana mengenai homeschooling.. agar lebih ingat dan terasa, maka saya putuskan untuk ditulis disini (tapi ini masih menit ke 52 dari 2 jam ya!)

images 2.jpg

lagi-lagi terpana! ah memang jadi orang tua itu banyak hal yang tidak diketahui. saya coba tuliskan point2 penting yg kucatat (yg lain juga penting tapi ini sedang mengena di diri).

  1. penerapan dan eksekusi; sebanyak apapun materi yang kita peroleh, hal terpenting adalah penerapannya. yap, i’m on process to execute some!
  2. Yang sedang kita bangun dalam masa usia dini ini adalah pondasi! pondasi dan pondasi!jadi jangan berharap ibu akan menemukan apa bakat si anak saat ini. ibu akan memetik buahnya nanti, saat mereka sudah remaja (kukutip dari penjelasan fasilitator)
  3. Membandingkan kemampuan anak dengan anak lain? jangan ya! kalau ingin membandingkan, bandingkanlah bagaimana anak kita bulan lalu dan bulan ini, bagaimana ia minggu lalu dan minggu ini.
  4. kebutuhan utama 5 tahun pertama (sisa 6 bulan lagi untuk si Kakak) adalah bagaimana membuat ia aman nyaman dan kebutuhan emosinya terpenuhi.
  5. 3 tujuan utama HS usia dini: anak SEHAT, anak BAHAGIA, anak SIAP MENJELAJAH DUNIA.

 

Sebelum mendengarkan rekaman materi diatas (masih 52 menit ya), coba-coba langsung mengerjakan PR yaitu menyebutkan 3 kegiatan yang akan dilakukan bersama anak. jawabannya apa coba?

  1. Berlatih sepeda atau berenang setiap minggunya
  2. Membiasakan anak ke masjid bersama (usahakan di isya tapi minimal weekend)
  3. melatih kakak untuk bisa mandi sendiri dan melatih adik untuk toilet training

terlihat ya komitmen kegiatannya material semua..! hehe. seperti target ibu2 ke anak..

setelah mendengan materi dari fasilitator, komitmen menjadi berubah,  menjadi:

  1. saat anak bangun dan memanggil hitungan ke 5 sudah menemuinya dan memeluknya serta menenangkannya (sering saat pagi, ibu sedang menyiapkan sarapan dan bekal, anak bangun dan meminta ditemani)
  2. menemaninya bermain. Ibu duduk diam benar2 menemaninya bermain. (sebagai ibu2 yang pikirannya ke mana2 dan tugasnya ke mana2, inginnya semua dilaukan dan selesai sempurna, jadi suka main sambil menyapu atau lipat pakaian. mainnya apa?sebenarnya hanya menjawab atau merespon pembicaraan anak)
  3. menanamkan tauhid; mengenalkan Alloh berulang2 dalam cerita atau kegiatan sehari2 dan ciptaanNya, mengulang-ngulang surat pendek, melakukan rutin solat berjamaah (di rumah dan masjid) serta memberikan sugesti positif pada anak sebelu tidur. (ini tidak lain tidak bukan untuk menebalkan jembatan neuro nya).

semoga Alloh memudahkan ikhtiar kami..

innallaha ma’ana..

 

 


Memahami diri dan keluarga

February 10, 2017

bismillahirrahmaanirrahiim…

kalau ada yang bingung dari kemarin kok posting mengenai ilmu, membuat parameter ibu, istri dan individu yang profesional dan membuat anak dan suami bahagia, maka kali ini keseruan ini berlanjut dengan mencoba menyelami diri, melihat potensi diri yaitu dalam rangka melihat potensi suami, anak dan  lingkungan sekitar.

mari kita mulai.. jeng jeng jeng..

diam sejenak.. dan agak lama…

Potensi Suami

Dalam melihat kembali potensi suami, maka kali ini saya menuliskan surat cinta untuknya.. surat cinta ini membawa saya mengingat kembali 7 tahun yang lalu saat mengenalnya dan memutuskan untuk  menikah dengannya.. seru.. senang dan saat menuliskan terasa sekali sampai ke hati, masyaalloh..lalu respon dan jawaban dari suami seperti apa? ah masyaalloh.. membahagiakan..  ada sikap khusus yang dia lakukan saat kami bertemu setelah membaca surat ini (rahasia lah ya.. hehe) dan dia juga menjawab surat ini,dengan dua balasan, balasan pertama yg katanya terburu2 saat ingin mematikan destkop, balasan kedua di hari selanjutnya (tersimpan rapi di email)

Alhamdulillah alaqulihal bahwa suami adalah seorang penyayang yang sangat hormat kepada orang tuanya dan ia juga seorang yang menghargai seorang istri sebagai partner yang tidak segan untuk membantu

Potensi Diri

Sejak dulu saat mengikuti psikotes baik untuk kerja ataupun sekolah, selalu ditanyakan mengenai kelebihan positif diri. Dan sejak dulu saya selalu menulis; mudah beradaptasi, menyenangi hal-hal baru dan pekerja keras.

khusus untuk saat ini, coba kuselami lebih dalam apa potensi positif diri?.. bismillah, saya suka dengan pendidikan (suka mengajar dan berbagi pengetahuan), saya pembelajar yang senang sekali dengan hal baru dan mudah beradaptasi, saya memiliki manajemen waktu yang baik

Potensi Kakak

yuk coba lihat ke sisi anak.. untuk kakak, kakak sekarang anak perempuan berusia 4.5 tahun yang sangat terlihat mandiri dan dewasa (karena kalem..hehe 🙂 ). kalau menurut ibu banyak potensi positif yang dimiliki, diantaranya yang sangat terlihat; kakak itu penyayang (sayang sekali dengan anak kecil, bayi dan juga binatang), kakak juga seorang yang ringan tangan (terbukti dengan senang membantu ibu dan adik), kakak seorang yang logika berpikirnya baik (jika diminta melakukan suatu kegiatan maka lebih mudah dg menjelaskan terlebih dahulu apa tujuannya, manfaatnya dan kerugian jika tidak dilakukan, ketimbang “menyuruh saja untuk melakukan”. Kakak juga sering menanyakan hal2 baru, apapun, dimanapun 🙂 )

Potensi Adik

Adik dan kakak, walaupun lahir dari rahim ibu yang sama, tinggal di rumah yg sama dengan kehidupan yang sama, masyaalloh, Alloh membuktikan bahwa ciptanNya sangatlah unik yang berbeda satu dengan lainnya.. untuk Adik, anak Laki-laki 2.5 tahun, ibu melihat potensi positif adik; mudah beradaptasi dengan lingkungan baru (kalau kita baru sampai di suatu tempat, yang maju duluan pasti adik.. tapi ada kalanya adik tidak pede (misal karena gelap) dan minta ditemani kakak, jadi mereka saling melengkapi), pemberani dan senang mencoba hal baru dan aktif-ekspresif (senang, sedih, adik eskpresif menunjukkan ke ayah dan ibu)

Lingkungan sekitar

Alhamdulillah alaqulihal, lingkungan sekitar rumah (lingkungan di satu RT, satu jalan) sangatlah bersahabat. Linkungan yang masih banyak didominasi oleh eyang-eyang beserta anak dan cucunya membuat lingkungan terasa hangat. saling menyapa, saling bermain dan berbagi makanan masih terasa di lingkungan sekitar.

Kami meyakini bahwa ini adalah rezeki dari Alloh. Dengan bi’ah yang sudah baik, setengah perjalanan sudah selesai.. mengisinya dengan hal bermanfaat dan menjadi orang yg bermanfaat untuk tetangga mungkin adalah hal yang ALLOH inginkan dari keluarga kami.

saat ini kami membuka rumah kami setiap weekend dimana anak2 sekitar bisa main ke rumah kami. Kami mengenalkan beberapa peraturan seperti saat masuk rumah maka anak2 akan langsung masuk ke ruang rahasia..untuk apa? “cuci kaki dan tangan” 😀  Lalu jika beralih ke mainan selanjutnya mereka sudah tau bahwa mainan sebelumnya harus dirapihkan.. efek baiknya apa?kami rasakan bahwa ini mejadi hal yang dipelajari si Kakak dan si Adik dimana akhirnya mereka mengikuti teman2nya/kakak2nya..

masak bersama, makan bersama, biasanya setengah hari penuh dilakukan di rumah kami.kenapa di rumah?karena kami ingin tetap mengawasi dan mengarahkan permainan mereka. Selain itu kami ingin menunjukkan ke si Kakak dan si Adik bagaimana cara menyambut dan memuliakan tamu, juga agar terasa di anak2 bahwa “our home is our playground” 🙂

Hal lain yang ingin kami wujudkan adalah menata buku-buku dan memiliki perpustakaan keluarga di rumah dimana anak2 tetangga bisa dengan bebas memilih buku dan membacanya.

Sesekali kami ingin mengadakan event story telling dan science show! science show dengan cara memberi project kecil pada si Kakak dan Adik yang dapat mereka lakukan dan dapat ditunjukkan/didemokan ke teman2nya. Kami melihat ini akan banyak  manfaatnya yaitu membangun rasa percaya diri si Kakak& Adik dan keyakinan bahwa Alloh memberikan banyak kelebihan pada diri mereka.

images.jpg

untuk mencari misi spesifik keluarga.. apakah hal diatas? rasanya hal diatas itu lebih ke apa yang kami ingin lakukan di sebagian hidup kami..

misi spesifik sepertinya masih harus kami gali kembali dan harus kami sepakati..

kami harus menyelami bersama.. meluangkan waktu bersama.. merehatkan pikiran dan menuliskannya bersama. 🙂 🙂 🙂

Innallaha ma’ana..