Aliran Rasa Tantangan Level 1

June 21, 2017

Bismillahirrahmaanirrahiim..

Setelah menjalani dua pekan tantangan komunikasi produktif, hal utama yg dirasakan adalah ‘kesadaran’ berkomunikasi. Maksudnya adalah melakukan komunikasi bukan dengan kebiasaan yang menempel di diri saya sebanyak 32 tahun melainkan dengan menggunakan teknik komunikasi.

Berkomunikasi saat ini dilakukan dengan penuh kesadaran bahwa tujuan utamanya adalah bagaimana agar pesan yang kita punya sampai dengan tepat ke lawan bicara kita. Turunkan ego, lihat ke depan siapa lawan bicara kita

Menimba ilmu disertai praktek memang terasa berbeda. Seperti dahulu kita sering diingatkan orang tua agar tidak berlari nanti jatuh, tapi kita tetap berlari dan saat jatuh barulah tau hikmahnya. Berkomunikasi dengan mempraktekan teori yg ada membuat saya ‘ngeh’. Akhirul kata semoga ilmu ini tetap konsisten dapat saya praktekan di kehidupan nyata walaupun sudah tidak ada lagi target pengerjaan tantangan๐Ÿ˜Š.

Arrum, Akmal, pak suami, don’t you feel a little bit improvement from me? Hopefully๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


Komunikasi Produktif – Day 10

June 16, 2017

Bismillahirrahmaanirrahiim..

Kali ini komprod akan ditujukan ke adik. Yap, ke Akmal. Saat sahur tadi dan kondisi sudah siap, ibu lalu ke atas ke kamar anak untuk membangunkan keduanya. Kami (ayah dan ibu) masih punya PR besar untuk memperkenalkan sahur kepada keduanya. Selama ini yg kami persiapkan barulah cerita2 indah seputar ramadhan dan belum ‘ngoyo’ untuk menerapkan ke si kecil. Tapi ibu dan ayah bersepakat bahwa menuju weekend kami harus mencoba memperkenalkan real  Ramadhan.

Kali ini kakak belum mau bangun,sedang adik bersedia bangun walaupun dengan rasa kantuk yg luar biasa. Adik saat kebawah langsung senang melihat mainan perosotan yang kami sewa selama sebulan,tapi adik lebih semangat lagi saat melihat ke tv. “Duh harusnya tv ibu matikan dulu sebelum adik turun!”(sambil menyesal).

Adik minta dimainkan lagu monkey. Tv dirumah kami lebih banyak menyimpan file/video yang kami pilih untuk anak2&kami (ayah ibu),sedangkan acara tv umum cukup diakomodir melalui antena tv dalam (kebayang kan kualitas gambarnya macam apa๐Ÿ˜‚). Saat adik sudah mengeluarkan jurus merengeknya, ibu sudah siap2, tarik nafas panjang dan menegaskan bahwa ayah dan ibu hanya mengizinkan satu kali video. Apakah Akmal langsung mau? tentu tidak. Dia akan berupaya menego dan meruntuhkan pertahanan kami. Tapi ibu coba konsisten dan alhamdulillah Akmal setuju.

Setelah satu video berlalu,sahur ibupun telah selesai dan kami bersiap kembali ke kamar. Yap, saat anak dibangunkan terkadang ada dalam pikiran, “wah mulai lagi ni perjuangannya”.  Tapi bukankah ibu bekerja membutuhkan untuk menciptakan waktu2 pertemuan seperti ini?


Komunikasi Produktif – day 9

June 15, 2017

Bismillahirrahmaanirrahiim..

Hari kesembilan yang jatuh pada malam 21 ini, sempat membuat sibuk ibu dengan berbagai kegiatan, sampai harus betul-betul diluangkan waktu untuk menulis hasil komunikasi produktif di hari 9 ini.

Kali ini, ibu berkomunikasi dengan si kakak. Yap, kakak Arrum๐Ÿ˜Š. Saat menulis ini, kak Arrum sedang ada disamping ibu, sembari melihat bagaimana ibu menulis dan bercerita. Jadi kakak sambil dengar ni.. hihihi๐Ÿ˜„ (hi Arrum)

Komunikasi kali ini dengan kakak membicarakan tentang 10 hari terakhir ramadhan (lailatul qadr). Ibu memilih waktu bercerita di malam hari, pas sebelum tidur. Kami memang suka membaca buku dan berakhir dengan berdiskusi tentang apapun sebelum kami tidur (pillow talk). Ibu membuat gambaran mengenai lailatul qadr (apa itu 1000 bulan). Ditambah juga mengenai dimana Allah? Untuk pembahasan ini, ibu menjawab, “Allah itu dekat dengan kak Arrum, seperti urat nadi”(ibu menunjuk urat nadi yang menempel di pergelangan tangan kita).  Lalu Arrum bertanya lagi, “Allah nempel bu?” Kali ini ibu coba jelaskan lagi tentang makna seperti. Arrum cantik seperti bunga mawar. Apakah Arrum bunga mawar? BUKAN. Bunga mawar cantik, arrum cantik, jadi seperti itu maksudnya menggambarkan. Panjang lebar tapi tetap santai ibu menjelaskan makna seperti. Di akhir ibu bertanya, “apa Arrum mengerti?”  Eh dari samping terdenger ada yg jawab, “Ga!”๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜†๐Ÿ˜‰

eh ternyata belum mengerti ya? Tak apalah, kita coba lagi besok ya kak.. kita bahas lagi!๐Ÿ˜ƒ


Komunikasi Produktif – day 8

June 14, 2017

Bismillahirrahmaanirrahiim..

Masih berlanjut komprod kali ini dengan partner hidup. 

Point clear & clarify dan choose the right time tetap menjadi favorit yang saya pakai untuk berkomunikasi kali ini. Saat sahur, pastinya tidak ada pembicaraan berarti dj awal sahur karena sama2 baru bangun, sama2 memiliki aktivitas sahur (solat,persiapan sahur,cuci piring, menuju masjid, dll). Jadilah waktu yang saya pilih adalah di masa perjalanan dari rumah ke kantor. 

Pembahasan kali ini terkait rencana mengisi ramadhan dan daftar sedekah. Kali ini saya memperoleh informasi adanya acara di sekolah saya dulu (SMP) pada 18 juni nanti dan dari panitia menginfokan permintaan kontribusi dan kehadiran. Saya memulai percakapan dengan “mas,mau ikut menyumbang utk bukapuasa atau anak yatim di acara smp?” (Pendek saja karena suami sedang menyetir) suami,“oh boleh, kita ambil bagian di anak yatim saja”. Yes yes! sekali lempar langsung tepat sasaran๐Ÿ˜Š
Kesadaran saya untuk tidak bercerita panjang lebar latar belakang, panitia mengirim whatsap, rencana yg ada dipikiran saya ternyata berujung manis. Suami langsung dapat point pembicaraan dan respon juga langsung dapat saya terima๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

Semakin berlatih, semakin baik ya.. ditambah saat beberapa waktu lalu, energizer di grup IIP bunsay kami berbagi penjelasan ilmiah tentang perbedaan wanita dan pria. 

  • Pria dalam 10 menit akan fokus dalam suatu pekerjaan dan pendengarannya dapat menurun
  • Kosakata perhari pria 4000-7000 sedang wanita 20,000
  • Pria akan fokus pada solusi (memberi solusi) sedang wanita butuhnya didengar๐Ÿ˜‚

Beberapa point diatas cukup mengubah pandangan dan kesadaran saya terhadap fitrah seorang pria yang memang berbeda dengan kami para wanita๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

‘Alaqulihal alhamdulillah


Ramadhan kami 2017

June 13, 2017

Bismillahirrahmaanirrahiim..

Alhamdulillah kami sekeluarga masih bisa berjumpa dengan Ramadhan tahun ini. Kali ini dengan kondisi ibu ayah yang sudah melewati 2 tahun dari usia 30 (susah banget si bu nyebut angka 32th!๐Ÿ˜…) dan kondisi kakak Arrum 5th serta Akmal menuju 3th.  Beda karena no more baby!๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š semua beranjak besar, banyak bicara menyampaikan pandangan2nya, banyak bersikap pastinya.

Menuju Ramadhan, ayah bersiap dengan selalu mendengarkan kajian Ustadz Basalamah dan ayah “menularkannya” ke ibu dengan memutarnya di tape mobil saat kami melaju di perjalanan. Sedang Ibu? Ibu melihat banyak sekali sharing di jejaring sosial khususnya dari para keluarga webinar dan IIP Jakarta yang “bersiap” dan “berbahagia” menyambut Ramadhan. Masih ditambah pula kajian di kantor yang beberapa pekan terakhir selalu berbicara tentang Ramadhan. Puncaknya adalah acara khataman bersama yg membuat kami duduk 1 jam bersama2 membagi bacaan Quran dan kami dapat menyelesaikan. Doa khataman Quran yang disampaikan dan adanya waktu yg khusus diberikan pada kami untuk menyampaikan doa masing2 membuat suasana Ramadhan menjadi begitu dirindukan.

Akmal Arrum gimana? Ibu ayah berusaha dengan bercerita. Apa itu puasa? Kenapa berpuasa? Sampai kapan puasa? Dan menuju masuk Ramadhan kami membuat pernak pernik yg dipasang di ruang bermain lantai atas. TARAA! THIS IS IT!๐Ÿ˜Š

Team:

  • Ayah : printing&cutting
  • Arrum : taping
  • Ibu: sticking on the wall
  • Akmal: giving standing applause

Lalu saat masuk Ramadhan? Anak2 belum kami kondisikan utk ikut sahur di minggu2 pertama. Target kami adalah membiasakannya di weekend. Saat mereka makan pagi disamakan dg sahur, lalu ibu ayah bilang stop makan lalu puasa ya lalu jika makan siang atau malam dijelaskan itu adalah berbuka puasa.

Salah satu agenda yang dilakukan keluarga (tanpa planning sebelumnya) adalah Parade Masjid. Umumnya ke masjid saat weekend waktu zuhur dan beberapa kali tarawih, kalau dibuat daftar, berikut daftar masjid yg kami sekeluarga kunjungi:

  1. Masjid dekat rumah nenek di kemayoran (lupa namanya)
  2. Masjid Sunda Kelapa
  3. Masjid di Cipinang
  4. Masjid Jakarta Islamic Centre
  5. Masjid Al Iman (paling dekat rumah)
  6. Masjid Al Muhajirin
  7. Masjid Ramli Sunter
  8. Masjid GDC Depok (eh ini sebelum ramadhan ya)

Selanjutnya kami masih ingin berkunjung ke Masjid Assholihin dan Masjid di Janur Kuning๐Ÿ˜Š keliling2 sambil mencari lokasi masjid yang rencananya kami ingin lakukan itikaf keluarga (itikaf sebisanya saat weekend).

Di Ramadhan ini kami juga parade silaturahim, mengunjungi dan dikunjungi teman2 semasa kuliah dan sekolah dulu. Arrum Akmal bertemu dengan keluarga besar Teknik Industri, Arrum Akmal juga berkunjung ke beberapa rumah untuk menjenguk beberapa bayi dan teman2 kecil  ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

Bertemu teman2 membuat hidup jadi lebih bersemangat! Melihat betapa gigihnya dan berhasilnya usaha mandiri mereka membuat kami ‘bangun’ dan mulai gusar. “Mau usaha apa Bu?Yah?” Panjang lebar kami (eh ibu deng) berdiskusi mengenai hal ini, berujung niatan ayah ibu untuk berbisnis online menjual barang yang kami sukai. Next nya kami ingin mengunjungi rumah salah dua. Yg melakukan usaha fashion muslimah dan juga berbisnis online mainan dan baju anak sedangkan kondisinya mereka bekerja๐Ÿ˜Š 

Oiya, kami juga menyempatkan hadir dalam acara berbagi cinta IIP Jakarta, yaitu di daerah Kalibata. Arrum Akmal kami ikutkan untuk mengetahui kondisi teman-teman kecilnya yang berkekurangan. Bagaimana kondisi rumah mereka, lingkungan mereka tapi mereka tetap semangat berpuasa dan ceria seperti anak2 lainnya. Sebenarnya tidak hanya Arrum Akmal,tapi ibu ayah menjadi penuh syukur dengan rezeki dan kehidupan saat ini.

mulai keluar dari tempurung lah kami sekeluarga.. 

terus lihat ke atas agar bersemangat, tapi jangan lupa untuk tunduk ke bawah agar tetap bersyukur.

Masyaalloh..  Allah memang tau apa yang pas untuk hambaNya ya!

Next? Lalu-lalu? Tidak ketinggalan pula ibu mengutak ngatik rumah. Voila! Saat ini dirumah Arrum Akmal sudah ada musholanya!๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š musholla yang dibuat dengan menggusur ruang makan dan mengubah suasana bermodal partisi dari perabotan yg ada, wallpaper bata putih dan karpet rasfur untuk sedikit meninggikan area dan menyamankan saat solat.

Ah tak terasa sudah hari ke 18 Ramadhan.. 

Semoga Allah selalu menuntun kami sekeluarga ke jalanNya dimana Jannah adalah tujuannya.

Masih semangat mengisi Ramadhan? Yes! Absolutely insyaalloh.. 


Komunikasi Produktif – Day 7

June 13, 2017

Bismillahirrahmaanirrahiim..

Yuk dengar cerita kami di hari ketujuh!

Loncat-loncat ya bu ceritanya ga setiap hari? Iya ni, kadang ibu mempraktekan tapi tidak sempat menuliskannya di blog,baru ada dipikiran,ujungnya terlewat.

Konsisten dalam mempraktekan dan menulis melatih ibu juga mengalokasikan waktu dengan baik๐Ÿ˜Š

Kali ini di pagi hari sudah dimulai dengan “mevet bangun sahur” tapi ibu ayah masih bisa menjalankan sahur dengan aman dan bermenu lengkap. Namun saat menuju pagi hari bersiap ke kantor,kami terlambat, jadilah disepanjang jalan suasananya kurang enak. 

Saat saya dan suami terdiam cukup lama, akhirnya saya menyatakan permohonan maaf dan berjanji untuk dapat mengatur waktu lebih baik lagi. Hmpfhh.. tidak mudah lho disuasana yg kurang nyaman lalu mengungkapkan maaf, ada yg harus dikendalikan hingga akhirnya meluncurlah permohonan maaf ini dalam perbincangan.

Yap, komprod kali ini kembali ke suami. Setelah 5 hari kemarin fokus keanak dan sedikit banyak sudah dirasakan perubahan dan perbaikan,maka saya memutuskan untuk kembali fokus menerapkan komprod ke suami.

Komunikasi ini tidak mudah, tapi ketika Allah sudah menjodohkan kami untuk bertemu, pastinya ada kecocokan disana, ada peran saling mengisi disana dan pasti ada peran peradaban pula yg Allah titipkan pada kami.semoga kami dapat segera menemukannya dan mengoptimalkannya๐Ÿ˜Š


Komunikasi Produktif – Day 6

June 10, 2017

Bismillahirrahmaanirrahiim..

Sudah masuk hari ke enam. Sebenarnya ibu setiap hari mencoba menerapkan poin2 komprod tapi kadang tidak berlangsung lama karena sampai rumah anak sdh tidur dan pagi hanya bertemu sebentar. PR juga untuk ibu dan ayah untuk mengoptimalkan setiap waktu yg ada. Alhamdulillah di rumah tidak ada khodimat/”mba” jadi anak2 full bergantian antara ibu dan ayah, begitupun pekerjaan rumah. Efek baik lainnya adalah Arrum sangat mengerti dan rajib membereskan buku2nya atau bahkan ingin ikut mengepel kamarnya. Kalau Akmal?suka sekali diajak memasak dan cuci piring (karena basah2an itu pasti asyik)๐Ÿ˜Š

Pagi ini ibu dihadapkan dengan Akmal yang asyik menggambar.. “Bu, Akmal bikin tangan bu!”.. yang ternyata dia menggambar di atas seprei tempat tidur๐Ÿ˜‚

Ibu spontan langsung nada agak meninggi memanggil nama pelakunya,”Akmal!”. Lalu berentet masih keluar kata2 penjelasan..tapi di tengah2 “alarm” berbunyi. Stop, cari cara lain utk berkomunikasi! Lalu ibu melanjutkan dengan begini,

Ibu: “AKMAL sedang apa?”

Akmal: “menggambar bu”

Ibu: “menggambarnya dimana ni?”

Akmal:”tempat tidur bu”

Ibu: “kalau menggambar harusnya dimana?”

Akmal: “kertas bu”

Ibu:”lalu ini?(sambil menunjuk hasil gambarnya di sepei)

Akmal:”hehehe” (dia tau itu salah tapi sambil tertawa)

Yah akhirnya ibu ikut senyum.. at the end maunya akmal yang cuci sepreinya, tapi karena kami harus berangkat ke rumah uti, jadi ditunda dulu.

Semoga terus membaik dan berbunyi “alarm” nya ibu ya!๐Ÿ˜ƒ

Alhamdulillah..