Cuplikan 1-fiqih mandi

Cuplikan ini sederhana, namun mungkin ini adalah hal-hal yang sering dialami dan langsung benar-benar dibutuhkan penjelasannya untuk kita sebagai muslimah🙂

Nah.. untuk edisi pertama kali ini, topik yang akan dibahas adalah mengenai

… Mandi…

Mandi? hua.. ini bukan sekedar mandi yang kita lakukan tiap hari..

judulnya, bukan mandi biasa..(halah, kayak sinetron apa.. gitu;)

Ok. Lets start.. jangan lupa “bismillahirrahmaanirrahiim


Mandi

Mandi artinya adalah meratakan air ke seluruh tubuh, sesuai dengan yang telah disyariatkan ALLAH:

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan [basuh] kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah.. (Al-Maidah:6)
Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: “Haid itu adalah kotoran”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri [1] dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci [2] Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.(Albaqarah:222)

Ada beberapa kondisi yang akhirnya membuat seseorang/kita harus mandi:

  1. Keluar mani disertai syahwat, baik pada waktu tidur maupun ketika bangun, laki-laki maupun wanita.
  2. Hunbungan suami istri (hubungan kelamin)
  3. Haid dan nifas jika sudah berhenti
  4. Mati, jika seseorang menemui ajal, maka ia wajib dimandikan.
  5. Orang kafir jika sudah masuk Islam

Keterangan lebih jelas untuk kondisi 1 adalah :

  • Jika mani keluar tanpa syahwat, tetapi karena sakit atau cuaca dingin, maka ia tidak mewajbkan mandi
  • Bila seseorang bermimpi, tetapi tidak menemukan bekas air mani maka ia tidak wajib mandi.
  • Bila seseorang bangun tidur, lalu menemukan basah tetapi tidak ingat bahwa ia bermimpi, maka ia wajib mandi
  • Jika seseorang merasakan hendak keluarnya mani pada saat memuncaknya syahwat, tetapi ia menahan kemaluannya hingga ia tidak keluar, maka orang tersebut tidak waji mandi
  • Jika ia melihat mani pada kainnya, tetapi tidak mengetahui waktu keluarnya dan kebetulan sudah shalat, maka ia wajb mengulangi shalat dari waktu tidurnya yang terakhir, kecuali bila ada keyakinan bahwa keluarnya sebelum itu sehingga ia harus mengulangi dari waktu tidur yang terdekat di mana mani itu mungkin keluar


Saat kondisi diatas terjadi, artinya kita sedang dalam kondisi junub..
saat kondisi junub, ada beberapa hal yang tidak boleh kita lakukan.. apa saja?

  1. Mengerjakan shalat
  2. Thawaf
  3. Menyentuh mushaf Alquran dan membawanya
  4. Membaca Alquran
  5. Menetap di masjid


kalau tidak boleh shalat, itu sudah pasti, untuk thawaf, saat ini kondisinya kan sedang tidak berhaji, lalu untuk tidak boleh membawa mushaf Alquran? kalau Alquran terjamah bgmn?sama dengan mushaf Alquran?
dan kalau tidak boleh membaca Alquran, dan tidak boleh menetap di masjid??

penasaran?? ingin tau penjelasan lengkap selanjutnya??? InsyaALLAH akan dilanjutkan dalam topik bahasan Jumat depan..kalau masih penasaran? silahkan melempar wacana atau saling memberikan pandangan kepada sobat muslimah lainnya..

sekian dulu untuk episode kali ini..
InsyaALLAH kita bertemu Jumat depan..

wassalamu’alaikum wr.wb

sumber: Fiqih Sunnah Jilid 1, karangan Sayyid Sabiq

….ALLAH menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu…” (Albaqarah:185)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: