Cuplikan 3-fiqih mandi

Masih melanjutkan kisah tentang “M A N D  I” bukan mandi biasa,…

episode 3 kali ini akan membahas tentang larangan wanita yang sedang junub untuk menetap di masjid..

are u ready?? check this out..

dont forget to say.. bismillahirrahmaanirraahiim

Menetap di Masjid

Haram bagi orang junub menetap di masjid karena hadits Aisyah r.a,

” Rasulullah saw datang ke masjid, sementara bagian depan rumah para sahabatnya ada menjorok ke dalam masjid. Rasul SAW pun bersabda,’pindahkan bagian depan rumah-rumah ini dari masjid! Kemudian Rasulullah saw. pun masuk, sedangkan orang-orang itu belum berbuat apa-apa karena mengharapkan keringanan dari Nabi saw. Akhirnya, Nabi saw. pun keluar menjumpai para pemilik rumah itu, katanya,’Palingkan rumah-rumah ini dari masjid karena aku tiada membolehkan perempuan haid dan orang junub memasuk masjid.”(HR Abu Dawud)

Dari Ummu Salamah r.a,

Rasulullah saw masuk ke halaman masjid dan berseru sekeras suaranya,’Sesungguhnya masjid ini tidak boleh dimasuki orang haid dan orang junub! (HR Ibnu Majah dan Thabrani)

Kedua hadits tersebut menunjukkan bahwa orang haid dan orang junub tidak boleh tinggal atau menetap di dalam masjid, tetapi keduanya diberi keringanan untuk melintasnya saja, karena firman ALLAH ta’ala;

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat sedang dalam keadaan mabuk, sehingga kamu menegrti apa yang kamu ucapkan (jangan pula hampiri masjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekadar berlalu saja, hingga kamu mandi..“(An-Nisa:43)

Dan diterima pula dari Jabir ra yang berkata,

“Masing-masing kami biasa melewati masjid dalam keadaan janabat, tetapi hanya melintas.”(HR Ibnu Syaibah dan Sa’id bin Manshur dalam buku Sunan-nya)

Zaid bin Aslam berkata,

” Para sahabat Rasulullah saw biasa berjalan di masjid sedangkan mereka dalam keadaan junub.”(HR Ibnu Mndzir)

Dari Yazid bin Habib bahwa ada beberapa orang diantara laki-laki Anshar; pintu rumah mereka menghadap masjid. Mereka sering dalam keadaan junub dan tidak mendapatkan air. Mereka tidak menemukan jalan lain untuk keluar melainkan melalui pintu masjid. Lalu ALLAH menurunkan ayat“(Janganlah pula menghampiri masjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja”(HR Ibnu Jabir)

Aisyah ra berkata,

Rasulullah bersabda kepadaku, ‘Ambilkan timba untukku dari masjid itu!, Jawabku,’Aku sedang haid.’Nabi saw bersabda,’Haidmu itu bukanterletak dalam tanganmu.‘” (HR. Jama’ah kecuali Bukhori)

Dan dari Maimunah ra,

“Rasulullah saw biasa masuk menjumpai salah seorang di antara kami, meski kami sedang haid. Lalu Nabi saw meletakkan kepalanya di pangkuan istrinya yang haid itu, lalu membacakan Alquran. Setekah itu, salah seorang di antara kami berdiri sambil membawa timbanya, lalu meletakkannya ke dalam masjid, sedang ia dalam haid“(HR Ahmad dan Nasa’i dengan kesaksian-kesaksian yang mengukuhkannya)

Kesimpulannya, orang(wanita atau laki2) yg sedang haid, tidak diperbolehkan masuk ke dalam masjid, namun dibolehkan untuk berlalu saja (pengertian “berlalu” bisa dilihat di hadits2 di atas)

dari buku fiqih wanita pun menuliskan hal2 diatas dan memberikan kesimpulan yang sama.

sebagai tambahan, saat bertanya ke ustadzah, untuk wanita, boleh/tidaknya ke masjid bukan dari alasan “kan gak tembus”, dst. pengertiannya kotor itu bukan karena “tembus” atau tidak, tapi memang saat kita sdg junub/haid, artinya dalam keadaan kotor.

dan mengenai mengikuti acara yg diadakan di dalam masjid,dari narasumber seorang ustadzah beliau menjelaskan,

kita boleh mengikutinya jika benar2 saat kita tdk hadir di acara tersebut, maka kita tdk akan bs memproleh ilmu yg diberikan.(alternatif media lain seperti buku, radio, TV, tidak bs memenuhi kebutuhan ilmu yg disampaikan di masjid tersebut)

wallahu’alam

yup, itu dia penjelasan lengkap kenapa saat kita sedang junub/haid, maka kita tdk dibolehkan shalat, thawaf, membaca Alquran, menyentuh mushaf Alquran, dan menetap di masjid..

moga bisa menambah ilmu sahabat muslimah sekalian..^^

episode selanjutnya kita akan membahas tata cara “M A N D I”..

salam cinta dan ukhuwah

wassalamu’alaikum wr.wb

sumber: Sayyid Sabiq.Fiqih Sunnah Jilid 1.2004

Fiqih Wanita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: