Merdeka!!

August 9, 2008

Istiqlal, masjid terbesar lagi termegah.. taukah arti dari istiqlal?

MERDEKA!

yap, nama istiqlal digunakan untuk menandakan kemerdekaan bangsa ini, kemegahan yang dibuat, kekokohan yang ditunjukkan seakan-akan menjadi doa seluruh rakyat untuk bangsa ini.

63 tahun, sekiranya untuk manusia, bukanlah umur yang muda lagi, atau bahkan bisa dibilang tua..

tapi manusia adalah manusia, bangsa adalah bangsa, tidak dapat disamakan.

Menoleh ke negara tetangga, Singapura, Brunei, Malaysia, Korea Selatan atau bahkan Jepang,

ditambah lagi dengan membuat diagram kondisi bangsa ini, mungkin yang akan tercipta diagram layaknya jalan raya diantara bukit lembah, terkadang menanjak landa, curam dan tiba-tiba menukik tajam turun..

Apapun bentuknya, tetap saja.. itulah bangsaku..Indonesia.. yang mau tidak mau, diri ini, anda, leluhur di masa lalu ikut bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada negeriku.. Mengutip apa yang dikatakan Presiden Amerika, “Jangan tanyakan apa yang telah negara berikan untukmu, tapi lihatlah apa yang bisa kau berikan untk negaramu”.

Mata pelajaran sejarah atau PSPB (masih ingat kepanjangannya;) ) kiranya dahulu menjadi mata pelajaran membosankan (setidaknya bagi diri pribadi), karena urgensi, dari kata WHY..┬ámengapa sejak umur 6 tahun kita diingatkan kembali mengenang kisah lama ? (spt judul lagu” cokelat” ­čśë ) urgensi itu sepertinya tidak tumbuh di kepala, sehingga yang tercipta adalah bagaimana menghafal tahun, pemimpin perang dan many more­čÖé┬áPadahal bila saja sejak kecil itu diri ini tahu jawaban dari┬á“mengapa” tersebut, siapa tahu, sejak kecil, akan tahu kelak akan menjadi apa? kelak akan seperti siapa?Diponegoro?Cut Nyak Dien? yah..itulah..kesadaran yang terlambat..

tapi ada hadiah indah untuk negeriku di hari jadi ke 63 tahun..

lalu, apa yang bisa kuberi?


Marhaban Ya Ramadhan…

August 9, 2008

Welcome..

Selamat Datang..

Marhaban..

Marhaban ya Ramadhan..

tinggal menghitung mundur hari..tapi belum ada beda di hati..

kemana rasa itu yang selalu kunanti.. smoga ia tidak pergi..

**belum ada ide untuk menulis** ayo-ayo ide.. datanglah…hehe


Bersyukur…

August 2, 2008

Si A melihat kondisi Si B

” Wah enak ya dia”

Si B melihat kondisi Si A

” Wah enak ya dia”

Si C,D,E,F,G,H,I,J,K,L,M,….Z melihat kondisi si A dan si B

“wah enak ya kalau bisa jadi si A dan si B”

In conclusion..

…Bersyukur…

yah.. bersyukur..

mudah diucap..

mudah diakui..

tapi mungkin,

tak mudah untuk dibuktikan…


Jangan Jauh-Jauh dari titik Pusat!

August 2, 2008

Yap.. tak ada lagi yang perlu di ragukan dari prinsip ini

Jangan Jauh-Jauh dari titik Pusat!

Lihat saja gaya bekerjanya sang orbit. Tanpa memusingkan ilmu fisika (yang dari dulu entah kenapa, kurang akrab dengan ilmu yang satu ini ­čśë ) bisa dilihat, semakin jauh planet dari orbit, maka gaya tarik yang dimiliki semakin lemah terhadap pusat orbit (bener kan nih teorinya:) ).

Fenomena yang terjadi di alam, tanpa disadari merupakan pelajaran yang bisa kita terapkan di kehidupan manusia..

Untuk┬ákesekian kali, ini diambil dari asam, manis, asin, sepet..(lho?) hehe;) saat┬átercebur di kegiatan kemasyarakatan, baik di┬álingkungan maupun di kampus.┬áAtau mungkin di perusahaan tempat kita bekerja. Saat dulu pernah ditempatkan di tempat yang paling jauh dari pusat (anaknya cucunya cicitnya seksi konsumsi;) ) sampai ditempatkan menjadi orang yang bertanggung jawab penuh atas salah satunya. Ya, terasa sekali perbedaannya, menjadi orang yang berada di pusat orbit, hingga menjadi orang yang jauh sekali dari pusat orbit (mungkin yang dirasakan hanyalah sedikit gaya sisa ­čÖé ).

Tidak dapat dipungkiri, terkadang merasa aneh jika atasan mendorong terlalu keras, “ini kenapa sih sok sibuk gini?biasa aja dong, toh acaranya masih 2 bulan lagi” dan pemikiran sejenis yang kerap kali muncul.Tak lain jawabannya adalah karena pengaruh “si gaya tarik” itu. Saat kita berada di posisi dekat dengan pusat, mau tidak mau, ritme kita akan mengikuti ritme yang dimiliki sang pusat, sense of belonging akan jauh lebih kuat dimiliki. sense of belonging ini adalah intinya!

Tingkat manajemen seringkali dibuat pusing oleh rendahnya kinerja sang pegawai. Pekerjaan tidak beres, ide-ide baru kerap tidak muncul, ketika ada masalah┬átidak sigap bertindak, pola kerja yang menunggu “diperintah” tidak ada keinisiatifan, dpl (dan panjang lagi:) ). Sebelum melihat ke faktor orang tersebut, sebelum men-judge kelakuan seorang pegawai yang dimiliki, ada baiknya bila kita melihat ke dalam, jangan-jangn kondisi menjadi seperti ini karena ulah kita2 yang ditingkat manajemen?”. Dan maaf-maaf, seringkali┬áorang-orang yang berada di level manajemen merasa enggan, merasa percaya diri bahwa permasalahan yang timbul di tubuh perusahaan/organisasi bukanlah disebabkan oleh dirinya. Coba kita lihat sisi sense of belonging yang dimiliki para pekerja kita.

Setidaknya sense belonging timbul karena beberapa faktor:

  • Faktor Internal (dalam diri sang pekerja)
  • Faktor eksternal (kondisi luar)

Berbicara tentang faktor internal, lihat kembali motivasi yang dimiliki para pekerja, apa hanya sekedar memenuhi kewajiban waktu bekerja? apa hanya karena keperluan finansial? apa tujuannya hanya “saya bekerja sesuai waktu yang diminta dan saya memperoleh gaji sesuai perjanjian”? apa hanya itu? jika iya, ada yang salah.. salah di mana?didiri sang pekerja? ups.. belum tentu.. coba tanya kembali, apa selama ini pihak manajemen mensosialisasikan para grass root tentang visi-misi besar yang ingin dicapai perusahaan? seperti apa selama ini pihak level manajemen menempatkan karyawan? jika jawaban pertama tidak pernah, maka pastilah kesalahan utama di pihak manajemen.. Jika jawaban dari pertanyaan ke dua, menempatkan selayaknya pekerja (orang yang dibayar untuk bekerja), maka kesalahan besar kedua sudah dilakukan..

Pekerja atau staf dalam kegiatan atau anggota muda dalam organisasi, dapat dikatakan mereka tidak terletak dekat dengan pusat orbit. Kecuali diri mereka sendiri yang pro aktif mendekatkan diri ke pusat orbit, maka secara otomatis gaya tarik yang mereka miliki akan lebih rendah. Oleh karena itu kewajiban sang penjaga pusat orbit lah yang mau tidak mau harus menarik dan memberikan gaya tarik lebih besar ke mereka yang berada jauh dari pusat orbit.

Dengan langkah awal dari pelurusan motivasi, pelebaran wacana atas tujuan yakni tercapainya visi dan misi yang jauh lebih besar daripada hanya untuk mendapat sejumlah keuntungan materi, dilanjutkan dengan pola hubungan sebagai partner (ingat,Sebagai partner! bukan bawahan dengan atasan), dan dilengkapi dengan 2 pola pikir mendasar yang sudah dibahas sebelumnya;

manusia (SDM) adalah investasi; manusia adalah manusia (bukan mesin) yang layak diperlakukan secara manusiawi..

apalagi bila ditambah kedewasaan kita/orang-orang yang berada jauh dari pusat orbit untuk perlahan-lahan mendekat.. mencari cara lain untuk mendapat gaya tarik yang lebih besar..┬á Jika kedua faktor antara objek dan subjek dapat saling menjaga kekuatan gaya tarik yang ada, maka dapat dipastikan sense of belonging akan muncul dengan sendirinya.. dan kita ketika berada di level manajemen lagi-lagi tidak perlu “menuntut” atau “meminta”, tinggal menunggu saja antara karyawan dengan atasan untuk saling “memberi”;)

Diposisi apapun kita berada saat ini, saat kita tahu disana ada gaya tarik positif (pusat orbit yang memang memiliki kebermanfaatan besar untuk sekitar), segeralah berlari mendekat.. jangan menunggu┬ádiri kita┬áditarik menuju pusat orbit tersebut.. karena belum tentu ada yang mau menarik kita kesana.. ­čÖé






Manusia dalam Sistem

August 2, 2008

Sistem?

umum sekali digunakan dalam keseharian kita, “sistem tata letak, sistem pembayaran, sistem produksi, sistem pemasaran, sistem keamanan, sistem drainase,sistem tata surya, sistem(ayo sebutkan lagi;) ), hingga ke yang kita rasakan, sistem tubuh kita.

Sistem sendiri, secara mudah untuk dijelaskan adalah ketika di suatu kondisi yang didalamnya tidak hanya terdiri atas satu unsur (banyak unsur) yang ke semua unsur tersebut bergerak bersama (saling melengkapi) untuk suatu tujuan, maka dapatlah disebut sistem.

Contoh mudah adalah mari kita lihat ke komputer.; didalamnya bisa kita temui perangkat lunak dan keras, mulai dari CPU, RAM, Operating system, Program, Keyboard, Screen, Mouse, Harddisc, dll, yang kesemuanya berjalan untuk tujuan yang sama, yaitu menjalankan fungsi komputerisasi. Sehingga dapat dipastikan, jika salah satu pendukung sistem ini tidak bejalan, maka kemungkinan fungsi kompuetrisasi tidak dapat berjalan, atau dapat dipastikan performance komputer akan terganggu (menjadi lambat, ada salah satu fungsi yang tidak bisa dijalankan, dsb)

Secara lengkapnya, menurut bung wikipedia,

System (from Latin syst─ôma, in turn from Greek ¤â¤Ź¤â¤ä╬Ě╬╝╬▒ syst─ôma) is a set of interacting or interdependent entities, real or abstract, forming an integrated whole.

Terinspirasi saat menjalankan prototype system saat mengikuti kegiatan di lingkup kampus dan masyarakat, seringkali, saat itu porsi besar dalam waktu kita hanyalah disibukkan dengan bagaimana kita membuatkonsep yang super duper canggih bin update alias rumit;) . Berjam-jam waktu dihabiskan untuk memikirkan konsep-konsep yang nyaris sempuna ini, tanpa diimbangi dengan berjam-jam waktu pula memikirkan sang pelaku (red:SDM). Dalam kenyataannya, suatu konsep yang matang memang diperlukan, karena

~jika anda gagal merencanakan maka anda berencana untuk gagal~

tapi lagi-lagi, saat para SDM tidakdipersiapkan untuk menjalankan sistem yang nyaris sempruna tersebut, dapat ditebak hasil akhirnya..”Berantakan”

Setidaknya terdapat beberapa faktor yang membuat Manusia menjadi sisi penting dalam sistem:

  • Pembuat sistem adalah manusia
  • Pelaku sistem utama adalah manusia
  • Objek sistem juga tidak terlepas dari manusia

Mari kita lihat pengertian SDM( Human resource )..

Human resources is a term with which many organizations describe the combination of traditionally administrative personnel functions with performance, Employee Relations and resource planning. The field draws upon concepts developed in Industrial/Organizational Psychology. Human resources has at least two related interpretations depending on context. The original usage derives from political economy and economics, where it was traditionally called labor, one of four factors of production. The more common usage within corporations and businesses refers to the individuals within the firm, and to the portion of the firm’s organization that deals with hiring, firing, training, and other personnel issues.

At the end of this term, baik ketika kita sedang berada di organisasi profit ataupun non profit, yang dapat digaris bawahi mengenai cara pandang kita terhadap manusia, adalah 2 hal;

  • Manusia (SDM)┬á adalah investasi bagi organisasi (bukan cost)
  • dan yang kedua, manusia adalah manusia (bukan mesin) yang hendaknya diperlakukan secara manusiawi.

Melihat kedua cara pandang tersebut┬áakan berefek pada bagaimana kita ┬ámemanage manusia nantinya, maka dapat dipastikan, apapun rencana, big planning, master plan yang dimiliki, akan dapat berjalan dan SDM yang ada tidak hanya menjadi pekerja sekedar pekerja, namun mereka akan menjadi “pemberi” bagi organisasi kita, tidak perlu lagi nantinya kita “meminta” atau bahkan “menuntut”. berani Coba?lakukanlah..:)

~Tidak ada habisnya membicarakan “manusia”~


Tertarik berbicara tentang M A N U S I A?

August 2, 2008

Since I realize that each of humans is unique..

Kesadaran ini mulai muncul terutama saat menjajaki bangku kuliah. Mengapa saat di bangku kuliah? mungkin sama dengan kebanyakan kita, saat SD, SMP, teman-teman di sekitar kita adalah mereka yang rumahnya terletak tidak jauh dari tempat bersekolah atau bahkan mungkin banyak tetangga kita, sehingga latar belakang yang ada tidaklah terlalu beragam, karena lahir dan besar di komunitas yang sama.

Beranjak ke bangku SMA, SMA yang terletak di dekat polres jakarta utara, ternyata tidak banyak menghadirkan teman-teman di luar kota utara jakarta itu, sehingga walaupun bisa dikatakan tempat tinggal saling berjauhan, tapi tetap saja, aroma-aroma, karakteristik “Priok”;) tetap ada di setiap individu didalamnya.

Mari beranjak lagi ke masa kuliah, yap disanalah jawabannya!!, saat di satu kelas tidak lagi berasal dari kota yang sama, saat berkumpul labih luas lagi, 1 fakultas, mungkin seluruh propinsi ada di dalamnya, mulai dari daerah yang berbeda yang otomatis menyebabkan budaya yang berbeda, cara bertutur kata yang berbeda, cara bersikap yang berbeda serta kebiasan yang berbeda. Lain lagi jika melihat ke latar belakang keluarga, ada yang berasal dari anak kalangan pejabat hingga ke putra dari seorang supir angkot pun ada.. perbedaan ini (yang sebenarnya initidak boleh dianggap perbedaan) menyebabkan pola hidup yang jauh berbeda, di satu sisi melihat uang adalah suatu hal yang mudah, sehingga tidak segan-segan menghabiskan banyak uang hanya untuk keperluan baju, tapi disisi lain, untuk makan sendiri saja, masih ditimbang-timbang, apa benar-benar uang ini perlu dikeluarkan untuk makan siang ini?

Baru berbicara di satu fakultas (Red:Fakultas teknik), tiba-tiba sat tanpa sengaja diri ini ditarik keluar untuk bergabung bekerja sama mengadakan perhelatan musyawarah seluruh mahasiswa di kampus, spontan kaget dengan perbedaan karakter di setiap fakultas. Struktural panitia yang terdiri atas semua fakultas membuat diri mau tidak mau harus menerima perbedaan yang lebih kompleks yang ternyata menyadarkan diri bahwa each of humans is unique.. ­čśë

Mari bergerak keluar lagi, dengan siapa saja anda berinteraksi selama ini? terkadang disadari atau tidak, saat bepergian hal yang paling diminati untuk dilihat (selain pemandangan:-p ) adalah tingkah laku manusia di sekitar. Saat diri diajak berinteraksi dengan dosen, para birokrat kampus, hingga ke satpam kampus, office boy kampus, dan ibu-ibu yang tidak lelah membersihkan ruas jalan di kampus. Tengok lagi ke area sebelah, ibu-ibu, mba-mba para pemilik warteg dekat kos yang ditempati, ibu kos, para ibu dan bapak di sekitar, anak-anak kecil, tak pernah bosan melihat tingkah laku mereka.. ;-p

Pergi lebih jauh lagi, saat keluar dari dunia “ideal” itu, berangkat ke dunia kerja,walaupun baru merasakan 3 bulan lamanya, tapi tetap, apa yang dirasakan pasti jah berbeda. Saat berpindah ke sinipun, yang terpikir hanyalah, bagaimana bisa selain yang Maha Pencipta menciptakan keragaman sebanyak ini?

Dalam satu keluarga, setiap manusia di dalamnya pastilah berbeda, dalam satu lingkup anggota masyarakat, satu daerah, satu propinsi, satu negara.. pernah menghitung sudah dengan berapa banyak orang kita berinteraksi? berapa jenis karakter? berapa jenis budaya? berapa jenis latar belakang? itulah uniknya manusia.. ada suatu pola dimana akhirnya kita bisa menyesuaikan kondisi kita dengan kebutuhan saat kita berinteraksi. Tidak ada yang mengatur program seperti di dalam komputer (bisa dibayangkan, seberapa rumitnya jika setiap jenis yang berbeda, di “setel” program;) ).

Masih ingin melanjutkan observasi, melihat sekeliling, berupaya menempatkan diri di setiap keragaman manusia dan mengambil banyak pelajaran dari yang ada..

hal inilah yang membuat ketertarikan besar di bidang sumber daya manusia muncul..:-p

ayo belajar! masih banyak hal yang belum kamu ketahui dit..”


DANA dalam Analisis Kebijakan

August 1, 2008

Kisah penggunaan DANA dalam satu contoh adanya penerapan kebijakan baru, akan coba secara sederhana di bahas disini