Jangan Jauh-Jauh dari titik Pusat!

Yap.. tak ada lagi yang perlu di ragukan dari prinsip ini

Jangan Jauh-Jauh dari titik Pusat!

Lihat saja gaya bekerjanya sang orbit. Tanpa memusingkan ilmu fisika (yang dari dulu entah kenapa, kurang akrab dengan ilmu yang satu inišŸ˜‰ ) bisa dilihat, semakin jauh planet dari orbit, maka gaya tarik yang dimiliki semakin lemah terhadap pusat orbit (bener kan nih teorinya:) ).

Fenomena yangĀ terjadi di alam, tanpa disadari merupakan pelajaran yang bisa kita terapkan di kehidupan manusia..

UntukĀ kesekian kali, ini diambil dari asam, manis, asin, sepet..(lho?) hehe;) saatĀ tercebur di kegiatan kemasyarakatan, baik diĀ lingkungan maupun di kampus.Ā Atau mungkin di perusahaan tempat kita bekerja. Saat dulu pernah ditempatkan di tempat yang paling jauh dari pusat (anaknya cucunya cicitnya seksi konsumsi;) ) sampai ditempatkan menjadi orang yang bertanggung jawab penuh atas salah satunya. Ya, terasa sekali perbedaannya, menjadi orang yang berada di pusat orbit, hingga menjadi orang yang jauh sekali dari pusat orbit (mungkin yang dirasakan hanyalah sedikit gaya sisašŸ™‚ ).

Tidak dapat dipungkiri, terkadang merasa aneh jika atasan mendorong terlalu keras, “ini kenapa sih sok sibuk gini?biasa aja dong, toh acaranya masih 2 bulan lagi” dan pemikiran sejenis yang kerap kali muncul.Tak lain jawabannya adalah karena pengaruh “si gaya tarik” itu. Saat kita berada di posisi dekat dengan pusat, mau tidak mau, ritme kita akan mengikuti ritme yang dimiliki sang pusat, sense of belonging akan jauh lebih kuat dimiliki. sense of belonging ini adalah intinya!

Tingkat manajemen seringkali dibuat pusing oleh rendahnya kinerja sang pegawai. Pekerjaan tidak beres, ide-ide baru kerap tidak muncul, ketika ada masalahĀ tidak sigap bertindak, pola kerja yang menunggu “diperintah” tidak ada keinisiatifan, dpl (dan panjang lagi:) ). Sebelum melihat ke faktor orang tersebut, sebelum men-judge kelakuan seorang pegawai yang dimiliki, ada baiknya bila kita melihat ke dalam, jangan-jangn kondisi menjadi seperti ini karena ulah kita2 yang ditingkat manajemen?”. Dan maaf-maaf, seringkaliĀ orang-orang yang berada di level manajemen merasa enggan, merasa percaya diri bahwa permasalahan yang timbul di tubuh perusahaan/organisasi bukanlah disebabkan oleh dirinya. Coba kita lihat sisi sense of belonging yang dimiliki para pekerja kita.

Setidaknya sense belonging timbul karena beberapa faktor:

  • Faktor Internal (dalam diri sang pekerja)
  • Faktor eksternal (kondisi luar)

Berbicara tentang faktor internal, lihat kembali motivasi yang dimiliki para pekerja, apa hanya sekedar memenuhi kewajiban waktu bekerja? apa hanya karena keperluan finansial? apa tujuannya hanya “saya bekerja sesuai waktu yang diminta dan saya memperoleh gaji sesuai perjanjian”? apa hanya itu? jika iya, ada yang salah.. salah di mana?didiri sang pekerja? ups.. belum tentu.. coba tanya kembali, apa selama ini pihak manajemen mensosialisasikan para grass root tentang visi-misi besar yang ingin dicapai perusahaan? seperti apa selama ini pihak level manajemen menempatkan karyawan? jika jawaban pertama tidak pernah, maka pastilah kesalahan utama di pihak manajemen.. Jika jawaban dari pertanyaan ke dua, menempatkan selayaknya pekerja (orang yang dibayar untuk bekerja), maka kesalahan besar kedua sudah dilakukan..

Pekerja atau staf dalam kegiatan atau anggota muda dalam organisasi, dapat dikatakan mereka tidak terletak dekat dengan pusat orbit. Kecuali diri mereka sendiri yang pro aktif mendekatkan diri ke pusat orbit, maka secara otomatis gaya tarik yang mereka miliki akan lebih rendah. Oleh karena itu kewajiban sang penjaga pusat orbit lah yang mau tidak mau harus menarik dan memberikan gaya tarik lebih besar ke mereka yang berada jauh dari pusat orbit.

Dengan langkah awal dari pelurusan motivasi, pelebaran wacana atas tujuan yakni tercapainya visi dan misi yang jauh lebih besar daripada hanya untuk mendapat sejumlah keuntungan materi, dilanjutkan dengan pola hubungan sebagai partner (ingat,Sebagai partner! bukan bawahan dengan atasan), dan dilengkapi dengan 2 pola pikir mendasar yang sudah dibahas sebelumnya;

manusia (SDM)Ā adalah investasi; manusia adalah manusia (bukan mesin) yang layak diperlakukan secara manusiawi..

apalagi bila ditambah kedewasaan kita/orang-orang yang berada jauh dari pusat orbit untuk perlahan-lahan mendekat.. mencari cara lain untuk mendapat gaya tarik yang lebih besar..Ā  Jika kedua faktor antara objek dan subjek dapat saling menjaga kekuatan gaya tarik yang ada, maka dapat dipastikan sense of belonging akan muncul dengan sendirinya.. dan kita ketika berada di level manajemen lagi-lagi tidak perlu “menuntut” atau “meminta”, tinggal menunggu saja antara karyawan dengan atasan untuk saling “memberi”;)

Diposisi apapun kita berada saat ini, saat kita tahu disana ada gaya tarik positif (pusat orbit yang memang memiliki kebermanfaatan besar untuk sekitar), segeralah berlari mendekat.. jangan menungguĀ diri kitaĀ ditarik menuju pusat orbit tersebut.. karena belum tentu ada yang mau menarik kita kesana..šŸ™‚





Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: