Gapura dan pohon bambu

October 18, 2008

Terinspirasi dari pengalaman aneh yang kerap datang. Jalan-jalan, jadi kesenangan tersendiri, apalagi mengunjungi tempat baru, jalan baru, lingkungan baru..wuih..point senangnya ada disitu.

Tapi tidak jarang juga (ini memperhalus kata “sering”..hehe), tujuan awalnya ke mana, akhirnya nyangsang dimana..hihi

Kayak gini nih keanehan yang dialami..

dulu saat SMU, entah kenapa kok terpisah dari rombongan, pokoknya yang teringat hari itu jalan sendiri untuk menuju rumah teman yang sedang ultah (na, rumah mu tak promosikan disini nih…hihi). Rumahnya itu terletak didaerah Cilincing, secara sudah pernah kesana beberapa kali (dua kali deng) dengan si empunya, tentu ke PEDEan pasti sampai ke tempat tujuan muncul dengan sendirinya 😉 Dari sekolah, jalan ke polres. Ke polres ini bukan lapor diri ya, sebagai informasi, tak jauh dari sekolah, disana ada polres jakut, jadi ga perlu heran kalau SMU13 tidak pernah terlibat tawuran 🙂 disamping sekolah terdekat itu adalah sekolah SD-SMP aliyah, tidak jauh ada juga SMP negeri yang jelas-jelas tidak sebanding kalau tawuran..hihi.. ada juga para pak polisi yang sudah siap di ujung jalan sana 🙂

Kembali ke perjalanan, di depan polres itu ada halte bus yang cukup besar (terkenal dengan sebutan halte polres), dan juga pilihan kendaraan umum segala rupa pasti melewati halte itu, dari yang warnanya merah, abu-abu, biru, oranye, sampai bus warna-warni antar kota juga pasti akan melewati halte polres ini..harus kasih salam sama pak polisi dulu kayaknya..hihi.

dari sekian banyak kendaraan umum yang terus menggoda (gimana ga menggoda, semua abang KENEK dengan semangatnya menawarkan kendaraannya) dan Pilihan jatuh pada mikrolet M14, mikrolet ini adalah sejenis kendaran umum berkapasitas 4-6+2 berwarna abu-abu, dan dibagian depan dan belakang terpampang tulisan Tanjung Priok-Cilincing. Mikrolet yang satu ini melewati berbagai daerah yang santer dikenal macet bin muacet. Setelah berhasil melewati Permai, pelabuhan, dewi kembar, akhirnya sampai juga ke daerah tujuan. Setelah membayar tarif seharga anak sekolahan Rp1500, yang diingat adalah jalan lurus, menelusuri jalan itu yang di kanan kirinya banyak tukang becak dan orang berjualan. Jalan teruuusss sampai..?? nah di pertanyaan ini mulai ragu, “sampai mana ya? oia, sampai ketemu gang yang didepan gang tersebut ada gapura“.oke, terus melangkah pasti berjalan lurus berharap hingga bertemu gapura. Namun setelah 10menit jalan, “kok gapuranya belum kelihatan juga?”, rasa ragu muncul kembali.. oh..tapi teringat ada dua jalan yang bisa menuju rumah kawanku itu, pertama melalui gang yang didepannya ada gapura, atau  gang lain setelahnya yang dikanan kirinya banyak terdapat pohon bambu, oke..dengan langkah yakin terus berjalan, karena sang gapura belum kelihatan, begitu pula dengan pohon bambu. Namun setelah sekian menit tambahan, masih juga tidak kelihatan, akhirnya menyerah pada keraguan, akhirnya langkah kaki bukan menuju gang tapi menuju wartel terdekat (saat itu masih belum punya hape..hehe 😉 ). Wartel ditemukan, mulailah memencet tombol,terdengar sahutan di seberang, “assalamu’alaikum, ini siapa ya?, lalu dengan paniknya langsung dijawab,”wa’alaikumussalam, rin, waduh..rumah lo dimana sih?udah muter2 nyari gapura ga nemu2 nih“, dan dengan nada yang agak panik rina menjawab “wah ta, lo dimana sekarang?wartelnya apa namanya?gw jemput disana ya, jangan kemana-mana lo” . Menunggu sang tuan rumah menjemput sang putri (halah…khayalannya terlalu tinggi..hehe 🙂 akhirnya Rina datang dengan tergesa-gesa. Setelah bertemu, langsung mengambil langkah seribu secepat mungkin untuk sampai di rumah rina karena acaranya tengah berlangsung, di tengah jalan iseng kutanya, “rin, dulu kan pas gw ke sini, patokannya gw belok di gang yang ada gapuranya, tapi kok gw cari-cari gang yang ada gapuranya ga ada ya?“, dengan sangat cool rina menjawab “gapuranya udah dirobohin ta” dengan nada polos hanya bisa berekspresi “oooohhh..”, lanjut di pertanyaan kedua, “terus gang yang satunya, kan ada dua jalan tuh menuju rumah rina, selain gang yang bergapura, ada juga gang yang banyak pohon bambu, tapi kok gw ga nemu2 juga ya?”, dengan nada yang tak kalah coolnya rina cuma menjawab “pohon bambunya udah ditebangin ta sebulan lalu“.. jjjeeennnggg…. menarik napas panjang dan berekspresi kembali.. “ooooohhhh…”GUBRAK!


Lebaran ala Korea? (busan i’m coming)

October 9, 2008

Puasa 30 hari, alhamdulilah terlewati dan dapat bertemu dengan hari yang fitri, di beberapa daerah yang dekat dengan masjid, semarak ramadhan juga dirasakan seperti di Indonesia; ifthar bersama, i’tikaf juga diadakan oleh pengurus masjid. tapi apa daya, selama di sini, tidak melakukan i’tikaf, karena dominan para muslim saja yang melakukan i’tikaf di musholla terdekat disini.(musholla terdekat disini terletak 1 jam dari tempat tinggal, dan musholla itu adalah ruko yang disewa, terletak di lantai 4)

Idul Fitri 1 syawal 1429H tahun ini ditetapkan bertepatan dengan 1 oktober 2008. Jika melihat di kalender, ternyata 1 oktober tidak jatuh di akhir pekan, apalagi berharap tanggal merah (akhirnya dimerahin sendiri aja kalendernya..hehe) 😉

Penjelajahan pertama dilakukan dengan memastikan waktu salat ied. Ternyata disini tidak sepagi yang dilakukan di indonesia. kalau di rumah, dari pukul 6.30 kita biasa sudah bersiap-siap, mem-booking tempat salat dengan menggelar sajadah atau bahkan koran, namun disini salat ied dilakukan tepat pukul 10pagi KST.

Awalnya ingin menginap saat malam takbiran, tapi karena kondisi, akhirnya pasukan masan (pasukan masan ini terdiri atas 3 prajurit tempur..hehe 🙂 bersiap kumpul di terminal depan kampus pukul 7.10pagi, dan bus yang menuju busan ternyata berangkat pukul 7.26 (selalu memantau jam niy.. 😉 perjalanan 1 jam, alhamdulillah sampai di sasang terminal pk8.30. langsung berjalan secepat kilat ke arah stasiun subway sasang untuk menuju dusil, melihat 3 orang aneh (ups..asing maksudnya), sang pegawai tiket subway langsung serta merta mengambil uang kami dan menarik kami ke mesin tiket terdekat. pffuih..”padahal sendiri juga bisa kok..”, tapi..alhamdulillah..dibantu oleh orang tapi kok malah tidak bersyukur sih?

melihat peta, transfer subway, naik turun tangga, sempat salah jalan saat transfer, tapi alhamdulillah tersadar sebelum subway yang salah itu datang.. yap! tepat pk.9.30 sampai di dusil, walaupun pernah sekali ke sana, tapi orang yang satu ini gampang sekali kehilangan arah..hehe, jadilah kita mengikuti rombongan-rombongan yang kita ramalkan memiliki tujuan sama untuk ke dusil. bisa ditebak rombongan yang seperti apa?yap tepat bro, rombongan orang-orang berwajah pakistan, orang asing yang memakai baju rapih, beberapa ada pula yang membawa sajadah,dan di akhir, ternyata bertemu dengan mba maria dan mas dicky (suami istri mahasiswa indonesia), saling taqobal-taqobbalan 😉 , langsung cabuttt ke dusil..

Al fatah i’m coming..!!

Di depan pintu masuk Alfatah, terdapat bazar berbagai kebutuhan muslim dan ternyata barisan shaf sudah mencapai batas gerbang lapangan menuju pintu gerbang keluar..”wuihh.. rame nya..alhamdulillah”, para pengurus saat melihat ada dua muslimah yang nyasar..hehe (aku dan mba maria), segera memasang garda dan mengambil kuda-kuda dengan jurus 1 kata, “PERMISI”. hihi..menelusuri shaf-shaf yang sudah terbentuk, sang pengurus masjid yang juga orang indonesia, menggiring kami berdua menuju tempat khusus muslimah.

Karena kondisi juga, kami akhirnya menunggu di ruang keputrian Al-fatah, disana sudah ada mba-mba yang juga bernasib sama, tidak dapat salat saat itu, dan akhirnya kami menjadi penjaga! penjaga makanan..hehe..asik..

Tiba-tiba saat menungu dan berfoto-foto ria, dan mengobrol ala obrolan indonesia..hehe, datang seorang muslimah,  “assalamu’alaikum, annyong haseyo, oddi yoja yebe… etc” wuihh saat itu ternyata yang datang seorang muslimah asli korea..wahhh..senangnya.. 🙂 dengan berbekal bahasa korea yang pas-pas-an dan nge-pas :), langsung lah menjawab, “apa sudah wudhu? tempat shalatmuslimah di sebelah sana”. Tak lama datang wanita korea, awalnya dikira sama dengan yang tadi, ternyata yang ini, ia bukan muslim, tapi ingin tahu bagaimana kondisi idul fitri dan rangkaian salatnya. Mencari-cari jilbab di lemari, alhamdulillah dapat juga kerudung merah, langsung saja dikasih ke mba-mba ini, dan diberitahu bagaimana cara menggunakannya 🙂

Salat ied selesai, ternyata ada 2 orang muslimah lainnya asli korea.satu orang menggunakan bergo seperti yang biasa digunakan oleh muslimah indonesia, seorang yang lain lagi menggunakan kerudung.. senangnya 🙂

tak kalah senang, bertemu dengan teman-teman, saudari-saudari muslimah lainnya, khususnya muslimah indonesia, di sudut ruang satu, langsung berkumpul para muslim pakistan, di ruang lainnya berkumpul muslim.. ?heumm kurang tau mereka dari negara mana. dan kami-kami? karena lapar melanda, langsung saja memesan nasi kotak yang dijual oleh pengurus masjid. berharap ketupat, opor ayam, semur lengkap dengan sayur labu siam.. tapi ternyata…

ternyata menemui sang ayam goreng, nasi dan lalapan..hiks.. kangen ketupat!! (hey harus tetap alhamdulillah dong..)

makan selesai, maaf-maafan selesai, lanjut dengan berfoto-foto. dibawah ini ada beberapa foto yang ditampilkan 🙂

foto-foto selesai, ternyata pasukan yang lain sudah sampai ke stasiun subway untuk membunuh waktu(ceilee..hehe) ke Somyon, down town barunya seoul untuk makan-makan. lho? udah makan kok makan-makan lagi? pelampiasannn..hehe (pasukan yang satu masih kelaparan, jadilah kita yang sudah makan berkorban untuk makan lagi..hihi 🙂

Satu-persatu menerima telepon dari keluarga, ada pula yang menelepon ke rumah, dan ada juga yang sedih karena baterai handphonenya habis..hiks..

makan..makan.. makan//makan.. yap..ritual makan-makan selesai, akhirnya kita harus berpisah di stasiun subway.. hari masih siang, pasukan masan ingin segera pulang karena salah satu prajurit harus mengajar. tapi ada satu prajurit bandel yang tidak mau pulang, akhirnya nemplok dulu ke universitas shilla, .. huehehe. dilanjutkan berkunjung ke kampus liu, dan dengan pedenya masuk ke dorm, tapi dengan pedenya juga pak ajossi (lho?), sang penjaga dorm memanggil.. huaks..hehe.. tapi tetap.. dengan pe de nya menjawab pertanyaan dan meyakinkan “han si sam ship bun..”,1,5 jam aja kok pak, abis itu keluar lagi..” melihat tampang melas, si ajossi akhirnya mengizinkan.. hehe :p

selesai pengecekan..(lho?), maksudnya selesai berkunjung ke dorm, kembali ke sasang, dan berbelanja lebaran menemani liu.. hiks..berharap ada ucapan selamat idul fitri, tak ada sama sekali tulisna itu terpampang di sepanjang jalan..hiks..

belanja selesai, berkunjung selesai, akhirnya bus menuju masan memanggil..

yap..terlemparlah di bangku bus, dan kembali menuju habitat awal..hehe

1 syawal tahun ini?? alhamdulillah ya ALLAH..masih engkau pertemukan aku di hari fitri Mu.. 🙂


Save Our Earth!

October 9, 2008

How is the weather that you feel now?

Let’s try to compare with the situation when you were still young. When you were young, the temperature during the winter season was relatively much colder than the temperature during winter now. Don’t you feel that also?

I had a discussion with one of the leaders from Kyungnam University a couple months ago. He said the current climate situation of is different with the climate situation in the early 70s.“When I was a little boy the temperature during winter or even autumn was very cold. Now, the temperature has become much warmer than it used to” said him. In addition to that, I also remember when I had discussion with my boss (at my part time job). He said that nowadays, not only climate, but also the global environment of Korea has changed. “When I was still young there were lots of empty places for me to play at. Now, lots of places have turned to buildings and factories. .Ohh…I think it will be lost for a next year because of human needed”.

Climate has changed not only in Korea, but also in my country, Indonesia, and – even – in all over the world. Indonesia only has two seasons: wet and dry season. The period for these two seasons was predictable. Before 2000, we would expect wet season would be happened from September until February, meanwhile dry season from March to August.. Now, unfortunately, as the climate has changed since the last decade, the period for those two climatic seasons has been unable to be predicted.

Moreover, the global temperature has become warmer than it used to.. We can see what has happened in the north and south poles. Most of the ice has been melted. We should question what will be happened if this happen to all of the ice there. Most of experts say that the melting ice will increase the sea level. Should the sea level rise, the coastal areas in all over the world will tend to be flooded; and even, mega floods also could be happened like what was happened in Gangwon (July,2006) and Jakarta (February, 2007).

Global warming is “a term regarding the gradual increase of the earth’s temperature” (Wikipedia). Global warming has potential to trigger lots or climate related disaster such us extreme weather events, intense storms, heat waves, droughts and floods. Any of these disasters will bring disruptions to the impacted areas.

Why has the temperature of the earth become warmer? Many factors have potential to make this condition to be occurred. Actually, naturally the global temperature will become warmer due to the heat from the sun (green house effects), but humans have made it become worse. As most of people do not care about their environment, so many people use cars and motorcycles carelessly. Man made environment such as buildings and factories also have potential to create pollution – either; water, soil, and air pollution – and harm the natural environment.

In addition, regarding the green house effects, the concept of this process is the same with the “green house or glass house” thus we name it “green house effect”. Because of the over loaded of CO2 production, the atmosphere will be covered by CO2 elements in which will capture the heat from the Sun. Therefore, the earth’s temperature will become warmer gradually.

What should we do to address this situation? As a human, each of us has a responsibility to save our earth. By being more concerned to our environment, we can save the world! Here are some efforts that we start to do from our self:

  1. Turn off lights when they are not in use. Although the light bulb itself does not emit gases, the power plants that are powering it do.
  2. Whenever possible, use a fan instead of air conditioning.
  3. Keep a car tuned up. When it is running properly, it emits fewer harmful gases.
  4. Walk or ride a bike when it’s possible
  5. Recycle. Un-recycled garbage ends up in a landfill, which produces methane. In addition, recycled goods require less energy to produce than products made from scratch.
  6. Plant trees and other plant life whenever possible. Plants take carbon dioxide out of the air and release oxygen.
  7. Eat less or no beef, as beef production is a large source of greenhouse gases (methane,) as well as a large cause of deforestation.
  8. Don’t burn garbage. This releases carbon dioxide and hydrocarbons into the atmosphere.
  9. Whenever possible eat food cold. Heating things up wastes more energy than almost everything else.
  10. Improvise whenever possible; it is better than buying a tool you only use once.
  11. Don’t buy more than one bottle of water in places where the water from the tap cannot be drunk. Instead, buy one bottle, and then boil water, let it cool (but not in the refrigerator) and use the original plastic bottle for your portable water supply. If your tap water is drinkable out of the tap, use this water instead of bottled water.

In addition, the most effective way to reduce the emission of greenhouse gases is to develop non-fossil fuel energy sources. Hydro-electric power, solar power, hydrogen engines and fuels cells are all ways to cut down emissions.

More importantly, for the leader of the country, they will play important roles. As an example produce a healthy environment policy so that the causes of global warming (over population, deforestation, ozone depletion). Those policies or programs that can reduce the global warming are such as: family planning policies to prevent overpopulation; educate people to be friendlier to environment (effect, solutions of greenhouse); mass publication use media to increase people’s awareness on global warming. This is causing both individuals and governments to act more responsibly towards to the environment.

To conclude this essay, the future condition of our earth, depends to the human’s behavior. Since we realize and start from now to save our earth, all of us could be the heroes of future earth condition.

this article sent to Kyungnam Times, Oct 2008