Lebaran ala Korea? (busan i’m coming)

Puasa 30 hari, alhamdulilah terlewati dan dapat bertemu dengan hari yang fitri, di beberapa daerah yang dekat dengan masjid, semarak ramadhan juga dirasakan seperti di Indonesia; ifthar bersama, i’tikaf juga diadakan oleh pengurus masjid. tapi apa daya, selama di sini, tidak melakukan i’tikaf, karena dominan para muslim saja yang melakukan i’tikaf di musholla terdekat disini.(musholla terdekat disini terletak 1 jam dari tempat tinggal, dan musholla itu adalah ruko yang disewa, terletak di lantai 4)

Idul Fitri 1 syawal 1429H tahun ini ditetapkan bertepatan dengan 1 oktober 2008. Jika melihat di kalender, ternyata 1 oktober tidak jatuh di akhir pekan, apalagi berharap tanggal merah (akhirnya dimerahin sendiri aja kalendernya..hehe)😉

Penjelajahan pertama dilakukan dengan memastikan waktu salat ied. Ternyata disini tidak sepagi yang dilakukan di indonesia. kalau di rumah, dari pukul 6.30 kita biasa sudah bersiap-siap, mem-booking tempat salat dengan menggelar sajadah atau bahkan koran, namun disini salat ied dilakukan tepat pukul 10pagi KST.

Awalnya ingin menginap saat malam takbiran, tapi karena kondisi, akhirnya pasukan masan (pasukan masan ini terdiri atas 3 prajurit tempur..hehe🙂 bersiap kumpul di terminal depan kampus pukul 7.10pagi, dan bus yang menuju busan ternyata berangkat pukul 7.26 (selalu memantau jam niy..😉 perjalanan 1 jam, alhamdulillah sampai di sasang terminal pk8.30. langsung berjalan secepat kilat ke arah stasiun subway sasang untuk menuju dusil, melihat 3 orang aneh (ups..asing maksudnya), sang pegawai tiket subway langsung serta merta mengambil uang kami dan menarik kami ke mesin tiket terdekat. pffuih..”padahal sendiri juga bisa kok..”, tapi..alhamdulillah..dibantu oleh orang tapi kok malah tidak bersyukur sih?

melihat peta, transfer subway, naik turun tangga, sempat salah jalan saat transfer, tapi alhamdulillah tersadar sebelum subway yang salah itu datang.. yap! tepat pk.9.30 sampai di dusil, walaupun pernah sekali ke sana, tapi orang yang satu ini gampang sekali kehilangan arah..hehe, jadilah kita mengikuti rombongan-rombongan yang kita ramalkan memiliki tujuan sama untuk ke dusil. bisa ditebak rombongan yang seperti apa?yap tepat bro, rombongan orang-orang berwajah pakistan, orang asing yang memakai baju rapih, beberapa ada pula yang membawa sajadah,dan di akhir, ternyata bertemu dengan mba maria dan mas dicky (suami istri mahasiswa indonesia), saling taqobal-taqobbalan😉 , langsung cabuttt ke dusil..

Al fatah i’m coming..!!

Di depan pintu masuk Alfatah, terdapat bazar berbagai kebutuhan muslim dan ternyata barisan shaf sudah mencapai batas gerbang lapangan menuju pintu gerbang keluar..”wuihh.. rame nya..alhamdulillah”, para pengurus saat melihat ada dua muslimah yang nyasar..hehe (aku dan mba maria), segera memasang garda dan mengambil kuda-kuda dengan jurus 1 kata, “PERMISI”. hihi..menelusuri shaf-shaf yang sudah terbentuk, sang pengurus masjid yang juga orang indonesia, menggiring kami berdua menuju tempat khusus muslimah.

Karena kondisi juga, kami akhirnya menunggu di ruang keputrian Al-fatah, disana sudah ada mba-mba yang juga bernasib sama, tidak dapat salat saat itu, dan akhirnya kami menjadi penjaga! penjaga makanan..hehe..asik..

Tiba-tiba saat menungu dan berfoto-foto ria, dan mengobrol ala obrolan indonesia..hehe, datang seorang muslimah,  “assalamu’alaikum, annyong haseyo, oddi yoja yebe… etc” wuihh saat itu ternyata yang datang seorang muslimah asli korea..wahhh..senangnya..🙂 dengan berbekal bahasa korea yang pas-pas-an dan nge-pas🙂, langsung lah menjawab, “apa sudah wudhu? tempat shalatmuslimah di sebelah sana”. Tak lama datang wanita korea, awalnya dikira sama dengan yang tadi, ternyata yang ini, ia bukan muslim, tapi ingin tahu bagaimana kondisi idul fitri dan rangkaian salatnya. Mencari-cari jilbab di lemari, alhamdulillah dapat juga kerudung merah, langsung saja dikasih ke mba-mba ini, dan diberitahu bagaimana cara menggunakannya🙂

Salat ied selesai, ternyata ada 2 orang muslimah lainnya asli korea.satu orang menggunakan bergo seperti yang biasa digunakan oleh muslimah indonesia, seorang yang lain lagi menggunakan kerudung.. senangnya🙂

tak kalah senang, bertemu dengan teman-teman, saudari-saudari muslimah lainnya, khususnya muslimah indonesia, di sudut ruang satu, langsung berkumpul para muslim pakistan, di ruang lainnya berkumpul muslim.. ?heumm kurang tau mereka dari negara mana. dan kami-kami? karena lapar melanda, langsung saja memesan nasi kotak yang dijual oleh pengurus masjid. berharap ketupat, opor ayam, semur lengkap dengan sayur labu siam.. tapi ternyata…

ternyata menemui sang ayam goreng, nasi dan lalapan..hiks.. kangen ketupat!! (hey harus tetap alhamdulillah dong..)

makan selesai, maaf-maafan selesai, lanjut dengan berfoto-foto. dibawah ini ada beberapa foto yang ditampilkan🙂

foto-foto selesai, ternyata pasukan yang lain sudah sampai ke stasiun subway untuk membunuh waktu(ceilee..hehe) ke Somyon, down town barunya seoul untuk makan-makan. lho? udah makan kok makan-makan lagi? pelampiasannn..hehe (pasukan yang satu masih kelaparan, jadilah kita yang sudah makan berkorban untuk makan lagi..hihi🙂

Satu-persatu menerima telepon dari keluarga, ada pula yang menelepon ke rumah, dan ada juga yang sedih karena baterai handphonenya habis..hiks..

makan..makan.. makan//makan.. yap..ritual makan-makan selesai, akhirnya kita harus berpisah di stasiun subway.. hari masih siang, pasukan masan ingin segera pulang karena salah satu prajurit harus mengajar. tapi ada satu prajurit bandel yang tidak mau pulang, akhirnya nemplok dulu ke universitas shilla, .. huehehe. dilanjutkan berkunjung ke kampus liu, dan dengan pedenya masuk ke dorm, tapi dengan pedenya juga pak ajossi (lho?), sang penjaga dorm memanggil.. huaks..hehe.. tapi tetap.. dengan pe de nya menjawab pertanyaan dan meyakinkan “han si sam ship bun..”,1,5 jam aja kok pak, abis itu keluar lagi..” melihat tampang melas, si ajossi akhirnya mengizinkan.. hehe :p

selesai pengecekan..(lho?), maksudnya selesai berkunjung ke dorm, kembali ke sasang, dan berbelanja lebaran menemani liu.. hiks..berharap ada ucapan selamat idul fitri, tak ada sama sekali tulisna itu terpampang di sepanjang jalan..hiks..

belanja selesai, berkunjung selesai, akhirnya bus menuju masan memanggil..

yap..terlemparlah di bangku bus, dan kembali menuju habitat awal..hehe

1 syawal tahun ini?? alhamdulillah ya ALLAH..masih engkau pertemukan aku di hari fitri Mu..🙂

4 Responses to Lebaran ala Korea? (busan i’m coming)

  1. Azty says:

    dita.. usul donk..
    karena dita foto2nya unik.. dan para pembaca juga ga semuanya tau dan kenal dengan foto-foto dita….
    bagaimana kalo fotonya dikasih keterngan gitu, kaya di koran-koran…
    lebih enak sih kalo keterangannya di taro di bawah foto. fotonya di gedein aja.. ga usah di kecil2in gitu.. *sakit matanya nyipit2 hehehe
    tapi kalo susah ngasih keterangan fotonya..
    fotonya kasih nomor aja..
    nanti di akhir tulisan dikasih keterngan.
    misalnya: foto 1. di masid blablabla.. dsb😀

    maaf ya, pendatang baru udah banyak mau nya ^^

  2. dita ade susanti says:

    wah iy zti..muakasih buanyak y usulnya..^^ sip..sip.. di cerita2 selanjutnya InsyaALLAH nanti..^^

  3. ellyfadhliah says:

    salam kenal mbak… seneng deh baca2 cerita tentang pengalamannya mbak🙂

  4. ellyfadhliah says:

    salam kenal mbak… seneng deh baca2 cerita tentangpengalamannya mbak🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: