Gapura dan pohon bambu

Terinspirasi dari pengalaman aneh yang kerap datang. Jalan-jalan, jadi kesenangan tersendiri, apalagi mengunjungi tempat baru, jalan baru, lingkungan baru..wuih..point senangnya ada disitu.

Tapi tidak jarang juga (ini memperhalus kata “sering”..hehe), tujuan awalnya ke mana, akhirnya nyangsang dimana..hihi

Kayak gini nih keanehan yang dialami..

dulu saat SMU, entah kenapa kok terpisah dari rombongan, pokoknya yang teringat hari itu jalan sendiri untuk menuju rumah teman yang sedang ultah (na, rumah mu tak promosikan disini nih…hihi). Rumahnya itu terletak didaerah Cilincing, secara sudah pernah kesana beberapa kali (dua kali deng) dengan si empunya, tentu ke PEDEan pasti sampai ke tempat tujuan muncul dengan sendirinya😉 Dari sekolah, jalan ke polres. Ke polres ini bukan lapor diri ya, sebagai informasi, tak jauh dari sekolah, disana ada polres jakut, jadi ga perlu heran kalau SMU13 tidak pernah terlibat tawuran🙂 disamping sekolah terdekat itu adalah sekolah SD-SMP aliyah, tidak jauh ada juga SMP negeri yang jelas-jelas tidak sebanding kalau tawuran..hihi.. ada juga para pak polisi yang sudah siap di ujung jalan sana🙂

Kembali ke perjalanan, di depan polres itu ada halte bus yang cukup besar (terkenal dengan sebutan halte polres), dan juga pilihan kendaraan umum segala rupa pasti melewati halte itu, dari yang warnanya merah, abu-abu, biru, oranye, sampai bus warna-warni antar kota juga pasti akan melewati halte polres ini..harus kasih salam sama pak polisi dulu kayaknya..hihi.

dari sekian banyak kendaraan umum yang terus menggoda (gimana ga menggoda, semua abang KENEK dengan semangatnya menawarkan kendaraannya) dan Pilihan jatuh pada mikrolet M14, mikrolet ini adalah sejenis kendaran umum berkapasitas 4-6+2 berwarna abu-abu, dan dibagian depan dan belakang terpampang tulisan Tanjung Priok-Cilincing. Mikrolet yang satu ini melewati berbagai daerah yang santer dikenal macet bin muacet. Setelah berhasil melewati Permai, pelabuhan, dewi kembar, akhirnya sampai juga ke daerah tujuan. Setelah membayar tarif seharga anak sekolahan Rp1500, yang diingat adalah jalan lurus, menelusuri jalan itu yang di kanan kirinya banyak tukang becak dan orang berjualan. Jalan teruuusss sampai..?? nah di pertanyaan ini mulai ragu, “sampai mana ya? oia, sampai ketemu gang yang didepan gang tersebut ada gapura“.oke, terus melangkah pasti berjalan lurus berharap hingga bertemu gapura. Namun setelah 10menit jalan, “kok gapuranya belum kelihatan juga?”, rasa ragu muncul kembali.. oh..tapi teringat ada dua jalan yang bisa menuju rumah kawanku itu, pertama melalui gang yang didepannya ada gapura, atau  gang lain setelahnya yang dikanan kirinya banyak terdapat pohon bambu, oke..dengan langkah yakin terus berjalan, karena sang gapura belum kelihatan, begitu pula dengan pohon bambu. Namun setelah sekian menit tambahan, masih juga tidak kelihatan, akhirnya menyerah pada keraguan, akhirnya langkah kaki bukan menuju gang tapi menuju wartel terdekat (saat itu masih belum punya hape..hehe😉 ). Wartel ditemukan, mulailah memencet tombol,terdengar sahutan di seberang, “assalamu’alaikum, ini siapa ya?, lalu dengan paniknya langsung dijawab,”wa’alaikumussalam, rin, waduh..rumah lo dimana sih?udah muter2 nyari gapura ga nemu2 nih“, dan dengan nada yang agak panik rina menjawab “wah ta, lo dimana sekarang?wartelnya apa namanya?gw jemput disana ya, jangan kemana-mana lo” . Menunggu sang tuan rumah menjemput sang putri (halah…khayalannya terlalu tinggi..hehe🙂 akhirnya Rina datang dengan tergesa-gesa. Setelah bertemu, langsung mengambil langkah seribu secepat mungkin untuk sampai di rumah rina karena acaranya tengah berlangsung, di tengah jalan iseng kutanya, “rin, dulu kan pas gw ke sini, patokannya gw belok di gang yang ada gapuranya, tapi kok gw cari-cari gang yang ada gapuranya ga ada ya?“, dengan sangat cool rina menjawab “gapuranya udah dirobohin ta” dengan nada polos hanya bisa berekspresi “oooohhh..”, lanjut di pertanyaan kedua, “terus gang yang satunya, kan ada dua jalan tuh menuju rumah rina, selain gang yang bergapura, ada juga gang yang banyak pohon bambu, tapi kok gw ga nemu2 juga ya?”, dengan nada yang tak kalah coolnya rina cuma menjawab “pohon bambunya udah ditebangin ta sebulan lalu“.. jjjeeennnggg…. menarik napas panjang dan berekspresi kembali.. “ooooohhhh…”GUBRAK!

3 Responses to Gapura dan pohon bambu

  1. hehehehe… makanya mesti up-date juga informasinya…

    biar ga basi kaleee…..😀

  2. dita ade susanti says:

    iya nih ndra..gmn mo di update, wong di berita, di tipi, di website, kagak ada sama skali informasi tuh pohon bambu ama gapura udah di robooin..hehe😉

  3. Tiara says:

    Hehe. Aku jg msh inget ultahnya rina waktu itu. Jadi kangen sm rina dit.. Dia msh tinggal di tmpt dulu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: