Desain Pembelajaran

February 24, 2017

Tugas kali ini really clueless!.

Berbekal tutorial dari fasilitator dan video bu septi.Beberapa yg saya highlight adalah ini:

  • Sesuaikan cara belajar dengan zamannya
  • PENTING untuk menciptakan SUKA dibanding bisa
  • Gunakan selalu 5W+1H dalam setiap pembelajaran
  • Lakukan observasi, amati anak sesering mungkin agar dapat menentukan di sisi apa anak lebih “berbinar”
  • Setelah menemukan kelebihannya, gunakan prinsip “meninggikan gunung dan meratakan bukit” yaitu asah terus kelebihannya agar dia menjadi ahli dan untuk kekurangannya cukup dikejar hingga tingkat rata-rata saja.
  • Quote penting di zaman ini: “Thesedays, good is not enough, we need to be different.”

menjawab tantangan di minggu ini yaitu membuat desain pelajaran, saya juga coba melakukan browsing mengenai desain pembelajaran. Desain yang umum dipakai adalah ADDIE, yaitu Analysis-> Design -> Development -> Implementation -> Evaluation -> back to Analysis

menerapkan hal diatas, PR yang saat ini masih on progress adalah Analysis and Design. Untuk A&D untuk diri saya banyak terjawab di tugas sebelumnya terkait ilmu apa yang ingin saya cari yaitu berdagang (agar tetap berpenghasilan) dan parenting.

Untuk A&D kakak 4.5 yo dan Adik 2.5 yo, berikut hasil analisis dan desain untuk mereka di masa balita ini (mengutip tugas 2):

  • Keislaman : lebih kenal dengan Alloh melalui ciptaannya (mengenal hebatnya tubuh manusia, berbagai macam hewan dan tumbuhan)
  • Keahlian: membiasakan membaca &menulis; naik sepeda & berenang; hafalan juz 30 & iqro
  • Kemandirian: mandi sendiri, tidur sendiri, menyiapkan peralatan menginap sendiri, membersihkan kamar& mainannya sendiri.
  • Kepribadian: penyayang, mudah meminta maaf, lebih mengontrol tangan&kakinya

diluar itu semua, tugas kami sebagai ayah ibu di masa golden age ini adalah secara fitrah mengikuti proses keluarnya kemampuan yang sudah ada di dalam diri mereka dan  mengajak mereka melihat dunia serta menyampaikan berbagai hal sebanyak-banyaknya.

berikut saya buat corat-coret desain pembelajaran versi saya yang kami gunakan selama ini;

 

Point pertama

yaitu Tentukan Tema, kami seringnya memiliki tema spontan bagi anak,Saya akui untuk tema memang masih belum tertata rapi. Tanpa ditulis tema utk kakak dan adik lebih ke tauhid, checklist kemampuan sesuai umur dan situasional dirumah. Atau sering juga tema muncul dari keinginan jalan-jalan ke suatu tempat!:D. Nah sebagai contoh tema yang kami ambil kemarin yaitu ciptaan ALLOH yaitu Hewan. 

Point kedua

yaitu menyampaikan konsep dan ilmu. Hewan adalah hal pendukung yang kami gunakan untuk mengenalkan Kakak dan Adik pada Tuhan mereka, Alloh SWT. Konsep Esa, Tuhan kami sampaikan seringan mungkin tapi juga tidak dimudah-mudahkan sehingga pemahaman mereka lurus. contoh jika mereka tanya “Alloh ada dimana Bu?”, saat kami bisa maka kami akan jawab,tapi jika ragu, kami akan cari jawaban yg  pas dan lurus. Untuk pertanyaan Arrum ini salah jika kita jawab ‘Alloh dimana2’, melainkan Alloh itu dekat dengan kita sedekat denyut nadi kita.

Point ketiga,

yaitu How?media nya apa? untuk media yg utama kami pakai adalah buku. jadi saya suka mencari buku baik dari dalam maupun luar yang mendukung tema saat itu.preloved ..preloved book..hehe. 

Jadi jika disambungi dengan ciptaan Alloh, yaitu hewan, maka beberapa hari itu kami akan membahas hewan, hewan dan hewan. Kami juga biasa (dengan porsi lebih sedikit dari buku) untuk menggunakan video youtube yang kami saveoffline atau program tv lainnya yang mendukung. Media lain yaitu bermain.. ini pasti ya, bisa menggambar atau dari mainan hewan dan media lain yaitu mengajak kakak adik untuk langsung datang ke majlis ilmu.

Point keempat,

ini yang paling asik! ups. hehe.;) .

Karena kami yakin jika ilmu itu dipraktekan atau di’bumi’kan sakah satunya yaitu dg cara jalan2 maka akan lebih melekat di pikiran bahkan rasa.. :)jadi dengan tema diatas kami pilih utk berkunjung me taman safari. Sebelumnya Ibu sibuk survey agar tau exactly apa yg ada disana berikut jadwal2nya agar optimal apa yg ingin dicapai dan pastinya sepanjang jalan2, kami tidak lupa selalu mengaitkan hewan, perilakunya, ilmu ttg hewan dengan ciptaan Alloh.

Poin kelima

Lalu setelah acara jalan-jalan selesai, di malam harinya saat ingin tidur, mulai deh ibu tanya2 ke kakak dan adik ttg kegiatan seharian tadi. kakak adik ini dapat ga ya message nya? inilah masa evaluasi. kalau belum pas, ibu wajib kembali ke alur awal. bukan berarti jalan2 ke taman safari harus diulang ya, tapi coba dg cara lainnya yg ada disekitar.

jika lulus poin lima ini, maka done! lanjut ke tema selanjutnya..

tapiii ingat saat masuk tema selanjutnya.. tema ciptaan Alloh ini harus selalu disebut2 karena termasuk tema mendasar yang harus ada di mereka 🙂
Lalu kenapa desain ini judulnya desain pembelajaran ibu dan anak?

Yes! Karena saya juga memakai metode ini utk apa yg sdg saya pelajari saat ini☺

 

 

 

 

 

 

 


ilmu dan milestone

February 17, 2017

bismillahirrahmaanirraaahiim..

tema tulisan minggu ini adalah mengenai ilmu yang ingin dikuasai dan milestone untuk  mencapainya. Cara awal yang harus diambil adalah “look back to my 1st& 3td  home work”.. wait!

saat melihat tulisan perdana tentang ilmu, “rakus ya!” terlalu banyak ilmu yang ingin dikuasai padahal harus fokus. yg urgent, apa yang saya alami saat ini di depan mata, project akhirat saya adalah suami dan anak-anak.yg dapat digarisbawahi dari 4 materi ini yaitu terkait prinsip dasar mendidik anak.mendidik lebih ke memfasilitasi dengan tujuan mengeluarkan potensi yg sudah diberikan Alloh pada setiap anak.mendidik anak dengan fitrahnya.

milestone:

  1. 2017 : belajar dan menguasai 10 jenis masakan
  2. awal 2017 : membuat kurikulum atau program anak selama 1 tahun ini (agenda besar keluarga & tema bulanan)

kualitatif: banyak menghabiskan waktu bersama anak

tujuan jangka panjang individu alhamdulillah tetap sama, saya kopi ulang ya:

Sebagai Individu:

Jangka Panjang:

  • Punya lembaga pendidikan sebelum usia 40 tahun (karena suka mengajar dan ingin memiliki ilmu yang bermanfaat sehingga menjadi amal jariah kelak)
  • Punya perpustakaan untuk sekitar sebelum usia 35 tahun (buku bertumpuk alangkah lebih berguna bisa dibuatkan garasi perpustakaan, kecil, outdoor dan nyaman)

artinya, ilmu yang akan saya pelajari saat ini mengerucut ke tiga hal ini:

lembaga pendidikan apa dit?sebenarnya masih bingung sis, kalau ingin inline dengan apa yang dijalani sekarang artinya ilmu manajerial, bisa pelatihan terkait perbankan umum dengan fokus utama cash management dan trade finance.

Atau jika mengingat yg disuka dulu maka terkait bahasa.

kalau dikaitkan dengan yang diperlukan saat ini atau inline bisa dipraktekan adalah aktivitas anak. how?

bingung ya ternyata.. artinya saya masih belum sepenuhnya memahami keinginan saya 😦

oke, kita coba kerucutkan sementara, membuat lembaga pendidikan yang  berorientasi untuk anak.

milestone yang diperlukan:

  1. awal 2017 : mengikuti IIP dan webinar HS PAUD dan usia lanjut beserta aktif di komunitasnya.
  2. awal – tengah 2017 : mengumpulkan sumber/resouce kegiatan sebanyak2nya
  3. tengah – akhir 2017 : menentukan metode/bentuk lembaga yang ingin diambil (franchise, kegiatan spontan, dll)
  4. awal 2018 : launching acara awal dengan orientasi masyarakat sekitar
  5. sepanjang 2017 – 2018 : mengumpulkan buku untuk koleksi perpustakaan

Bismillah semoga dimudahkan.

 

 

 

 


Point Insight dan 3 hal yang akan dilakukan bersama anak!

February 10, 2017

Selasa lalu ada pembelajaran perdana mengenai homeschooling.. agar lebih ingat dan terasa, maka saya putuskan untuk ditulis disini (tapi ini masih menit ke 52 dari 2 jam ya!)

images 2.jpg

lagi-lagi terpana! ah memang jadi orang tua itu banyak hal yang tidak diketahui. saya coba tuliskan point2 penting yg kucatat (yg lain juga penting tapi ini sedang mengena di diri).

  1. penerapan dan eksekusi; sebanyak apapun materi yang kita peroleh, hal terpenting adalah penerapannya. yap, i’m on process to execute some!
  2. Yang sedang kita bangun dalam masa usia dini ini adalah pondasi! pondasi dan pondasi!jadi jangan berharap ibu akan menemukan apa bakat si anak saat ini. ibu akan memetik buahnya nanti, saat mereka sudah remaja (kukutip dari penjelasan fasilitator)
  3. Membandingkan kemampuan anak dengan anak lain? jangan ya! kalau ingin membandingkan, bandingkanlah bagaimana anak kita bulan lalu dan bulan ini, bagaimana ia minggu lalu dan minggu ini.
  4. kebutuhan utama 5 tahun pertama (sisa 6 bulan lagi untuk si Kakak) adalah bagaimana membuat ia aman nyaman dan kebutuhan emosinya terpenuhi.
  5. 3 tujuan utama HS usia dini: anak SEHAT, anak BAHAGIA, anak SIAP MENJELAJAH DUNIA.

 

Sebelum mendengarkan rekaman materi diatas (masih 52 menit ya), coba-coba langsung mengerjakan PR yaitu menyebutkan 3 kegiatan yang akan dilakukan bersama anak. jawabannya apa coba?

  1. Berlatih sepeda atau berenang setiap minggunya
  2. Membiasakan anak ke masjid bersama (usahakan di isya tapi minimal weekend)
  3. melatih kakak untuk bisa mandi sendiri dan melatih adik untuk toilet training

terlihat ya komitmen kegiatannya material semua..! hehe. seperti target ibu2 ke anak..

setelah mendengan materi dari fasilitator, komitmen menjadi berubah,  menjadi:

  1. saat anak bangun dan memanggil hitungan ke 5 sudah menemuinya dan memeluknya serta menenangkannya (sering saat pagi, ibu sedang menyiapkan sarapan dan bekal, anak bangun dan meminta ditemani)
  2. menemaninya bermain. Ibu duduk diam benar2 menemaninya bermain. (sebagai ibu2 yang pikirannya ke mana2 dan tugasnya ke mana2, inginnya semua dilaukan dan selesai sempurna, jadi suka main sambil menyapu atau lipat pakaian. mainnya apa?sebenarnya hanya menjawab atau merespon pembicaraan anak)
  3. menanamkan tauhid; mengenalkan Alloh berulang2 dalam cerita atau kegiatan sehari2 dan ciptaanNya, mengulang-ngulang surat pendek, melakukan rutin solat berjamaah (di rumah dan masjid) serta memberikan sugesti positif pada anak sebelu tidur. (ini tidak lain tidak bukan untuk menebalkan jembatan neuro nya).

semoga Alloh memudahkan ikhtiar kami..

innallaha ma’ana..

 

 


Memahami diri dan keluarga

February 10, 2017

bismillahirrahmaanirrahiim…

kalau ada yang bingung dari kemarin kok posting mengenai ilmu, membuat parameter ibu, istri dan individu yang profesional dan membuat anak dan suami bahagia, maka kali ini keseruan ini berlanjut dengan mencoba menyelami diri, melihat potensi diri yaitu dalam rangka melihat potensi suami, anak dan  lingkungan sekitar.

mari kita mulai.. jeng jeng jeng..

diam sejenak.. dan agak lama…

Potensi Suami

Dalam melihat kembali potensi suami, maka kali ini saya menuliskan surat cinta untuknya.. surat cinta ini membawa saya mengingat kembali 7 tahun yang lalu saat mengenalnya dan memutuskan untuk  menikah dengannya.. seru.. senang dan saat menuliskan terasa sekali sampai ke hati, masyaalloh..lalu respon dan jawaban dari suami seperti apa? ah masyaalloh.. membahagiakan..  ada sikap khusus yang dia lakukan saat kami bertemu setelah membaca surat ini (rahasia lah ya.. hehe) dan dia juga menjawab surat ini,dengan dua balasan, balasan pertama yg katanya terburu2 saat ingin mematikan destkop, balasan kedua di hari selanjutnya (tersimpan rapi di email)

Alhamdulillah alaqulihal bahwa suami adalah seorang penyayang yang sangat hormat kepada orang tuanya dan ia juga seorang yang menghargai seorang istri sebagai partner yang tidak segan untuk membantu

Potensi Diri

Sejak dulu saat mengikuti psikotes baik untuk kerja ataupun sekolah, selalu ditanyakan mengenai kelebihan positif diri. Dan sejak dulu saya selalu menulis; mudah beradaptasi, menyenangi hal-hal baru dan pekerja keras.

khusus untuk saat ini, coba kuselami lebih dalam apa potensi positif diri?.. bismillah, saya suka dengan pendidikan (suka mengajar dan berbagi pengetahuan), saya pembelajar yang senang sekali dengan hal baru dan mudah beradaptasi, saya memiliki manajemen waktu yang baik

Potensi Kakak

yuk coba lihat ke sisi anak.. untuk kakak, kakak sekarang anak perempuan berusia 4.5 tahun yang sangat terlihat mandiri dan dewasa (karena kalem..hehe 🙂 ). kalau menurut ibu banyak potensi positif yang dimiliki, diantaranya yang sangat terlihat; kakak itu penyayang (sayang sekali dengan anak kecil, bayi dan juga binatang), kakak juga seorang yang ringan tangan (terbukti dengan senang membantu ibu dan adik), kakak seorang yang logika berpikirnya baik (jika diminta melakukan suatu kegiatan maka lebih mudah dg menjelaskan terlebih dahulu apa tujuannya, manfaatnya dan kerugian jika tidak dilakukan, ketimbang “menyuruh saja untuk melakukan”. Kakak juga sering menanyakan hal2 baru, apapun, dimanapun 🙂 )

Potensi Adik

Adik dan kakak, walaupun lahir dari rahim ibu yang sama, tinggal di rumah yg sama dengan kehidupan yang sama, masyaalloh, Alloh membuktikan bahwa ciptanNya sangatlah unik yang berbeda satu dengan lainnya.. untuk Adik, anak Laki-laki 2.5 tahun, ibu melihat potensi positif adik; mudah beradaptasi dengan lingkungan baru (kalau kita baru sampai di suatu tempat, yang maju duluan pasti adik.. tapi ada kalanya adik tidak pede (misal karena gelap) dan minta ditemani kakak, jadi mereka saling melengkapi), pemberani dan senang mencoba hal baru dan aktif-ekspresif (senang, sedih, adik eskpresif menunjukkan ke ayah dan ibu)

Lingkungan sekitar

Alhamdulillah alaqulihal, lingkungan sekitar rumah (lingkungan di satu RT, satu jalan) sangatlah bersahabat. Linkungan yang masih banyak didominasi oleh eyang-eyang beserta anak dan cucunya membuat lingkungan terasa hangat. saling menyapa, saling bermain dan berbagi makanan masih terasa di lingkungan sekitar.

Kami meyakini bahwa ini adalah rezeki dari Alloh. Dengan bi’ah yang sudah baik, setengah perjalanan sudah selesai.. mengisinya dengan hal bermanfaat dan menjadi orang yg bermanfaat untuk tetangga mungkin adalah hal yang ALLOH inginkan dari keluarga kami.

saat ini kami membuka rumah kami setiap weekend dimana anak2 sekitar bisa main ke rumah kami. Kami mengenalkan beberapa peraturan seperti saat masuk rumah maka anak2 akan langsung masuk ke ruang rahasia..untuk apa? “cuci kaki dan tangan” 😀  Lalu jika beralih ke mainan selanjutnya mereka sudah tau bahwa mainan sebelumnya harus dirapihkan.. efek baiknya apa?kami rasakan bahwa ini mejadi hal yang dipelajari si Kakak dan si Adik dimana akhirnya mereka mengikuti teman2nya/kakak2nya..

masak bersama, makan bersama, biasanya setengah hari penuh dilakukan di rumah kami.kenapa di rumah?karena kami ingin tetap mengawasi dan mengarahkan permainan mereka. Selain itu kami ingin menunjukkan ke si Kakak dan si Adik bagaimana cara menyambut dan memuliakan tamu, juga agar terasa di anak2 bahwa “our home is our playground” 🙂

Hal lain yang ingin kami wujudkan adalah menata buku-buku dan memiliki perpustakaan keluarga di rumah dimana anak2 tetangga bisa dengan bebas memilih buku dan membacanya.

Sesekali kami ingin mengadakan event story telling dan science show! science show dengan cara memberi project kecil pada si Kakak dan Adik yang dapat mereka lakukan dan dapat ditunjukkan/didemokan ke teman2nya. Kami melihat ini akan banyak  manfaatnya yaitu membangun rasa percaya diri si Kakak& Adik dan keyakinan bahwa Alloh memberikan banyak kelebihan pada diri mereka.

images.jpg

untuk mencari misi spesifik keluarga.. apakah hal diatas? rasanya hal diatas itu lebih ke apa yang kami ingin lakukan di sebagian hidup kami..

misi spesifik sepertinya masih harus kami gali kembali dan harus kami sepakati..

kami harus menyelami bersama.. meluangkan waktu bersama.. merehatkan pikiran dan menuliskannya bersama. 🙂 🙂 🙂

Innallaha ma’ana..

 


let’s go to Taman Safari Indonesia

February 7, 2017

bismillahirrahmaanirraahiim,

ide menulis pengalaman jalan2 anak2 saat kecil terinspirasi dari website mba tesya dan inget pesan pak suami bahwa senang2 itu tidak perlu menunggu “me time” tapi saat bersama anak-anak. absolutely right dear!

sebelum pergi ke TSI, sempat bimbang mau safari night apa safari normal? sebenarnya ingin safari night secara belum pernah ya, tapi menimbang2 terkait tujuan awal bahwa ini untuk memperkenalkan ke anak-anak bahwa banyak sekali ciptaan Alloh yang luar biasa jadi kami memutuskan untuk safari normal, pertimbangannya malam mungkin gelap, malam juga dingin dan kondisi anak2 yang cenderung capek kalau malam khawatirnya tantrum/rewel.

index.jpg

Sharing sedikit tentang agenda kami ke Taman Safari Indonesia- Cisarua. Terakhir kesini saat baru ada si kakak dan hanya sebentar karena sudah kesiangan. Jadilah saat sekarang berkunjung kesana, sebelumnya dipersiapkan bahwa harus sudah sampai sana jam 9 pagi. tapi tetap saja masih harus menunggu sampai jam 9.30 an karena mobil yg terpisah (kali ini berangkat rombongan).

Sesampai di tempat tiket, harga tiket anak Rp 140ribu dan tiket dewasa Rp 150ribu dan untuk mobil Rp 20,000 jadilah untuk berlima habis biaya Rp 745,000. Lumayan banget ya cyiin..

tapi kebayar lho karena banyak sekali spot, show dan berbagai hal yang bisa kita lihat di TSI ini. Berbagi tips sedikit ya, yg harus disiapkan:

  1. Bawa payung (walaupun di area TSI sudah sebagian besar dicover payung sih, tapi lebih baik bawa)
  2. Bawa baju hangat dan minyak kayu putih/telon, apalagi disaat2 udara seperti sekarang.
  3. Berkaos kaki dan bersepatu, lebih nyaman karena ga perlu basah2 dan tetap hangat
  4. Bawa kamera, jangan lupa di charge baterenya sebelumnya ya
  5. Bawa bekal makan. karena harga makanan di TSI lumayan ya, berkisar 40 ribuan keatas (tapi ini hasil muter2 di 1 foodcourt aja sih), nemu lebih murah Rp 25,000 untuk gado2 dan karedok (tanpa nasi), lebih murah lagi ya pop mie, Rp 10,000 aja, tapi ga kenyang.hehe.

sudah tips persiapan, sekarang tips rute ya:

  1. Keliling dengan mobil ga perlu berlama-lama, cukuplah 45 menit sampai 1 jam. karena anak2 cenderung bosan dan didalam ada lebih banyak pertunjukan
  2. Usahakan sudah sampai di area dalam TSI sebelum pk 11.3o siang, karena show pertama dimulai jam 10.30 siang di area pertunjukan (nah, ini kita kelewatan)
  3. arena permainan yang bisa dikunjungi dibawah itu kereta api wisata, ini seru! kami saja sebagai orang tua senang, apalagi anak2. dekat dengan ini ada dunia burung (sayang belum sempat kesana) dan safari garden apa gitu (ini juga ga sempat dikunjungi)
  4. Pahami rute dengan membaca brosur TSI. misal untuk bagian atas TSI ada pertunjukan harimau, anjing laut dan lumba-lumba itu ada di atas (jadi baiknya bawa mobil ke atas), lalu untuk yang dewasa dan ga bawa anak2 bisa ke pertunjukan cowboy show, itu letaknya paling atas lagi. cowboy show ini pertunjukan dengan menggunakan efek canggih tapi jalan cerita dan adegannya khusus dewasa (kami hadir terlambat karena mengejar setelah show anjing laut jadi tidak mendengar arahan MC, sehingga kami masuk dan hanya 3 menit duduk dan memutuskan keluar)
  5. Jangan lupa jalan kaki di area dunia hewan (lupa penyebutannya apa), itu lay out nya keren, dikelompokan misal kita masuk ke dunia primata, dunia reptil, dll. bagian ini menarik dari luar tapi kalau terlanjur naik mobil kemana2 jadi bisa tidak terjamah, jadi tetap, jangan lupa untuk tetap jalan kaki.
  6. last but not least, ada curug lho disini!  kami padahal sudah bersiap ingin melihat curug ini, tapi apa daya hujan deras ya, akhirnya berdamai antara keinginan dan cuaca.

anak-anak happy? yup.. happy.. dan kosakata atau direktori ibu dan ayah terkait binatang harus bertambah ya, tidak hanya gajah, jerapah tapi sekarang harus disebut juga Kasuari, binturong, lutung merah, komodo, iguana.. and many more.. hehehe 🙂

 


KPI IBU PROFESIONAL

February 3, 2017

ehem.. berat kali judul kita kali ini..

tapi gapapa ya, hidup kan cuma sekali, jadi jangan sampai menyesal! *tarik nafas dalam2 sambil terus berpikir mau menulis apa selanjutnya 🙂

kali ini dapat Nice home work mengenai KPI ibu profesional, dibagi menjadi 3 (tiga) peran, sebagai ibu, istri dan sebagai individu. metode untuk menyusunnya pun diarahkan untuk dapat menanyakan ke sekeliling kita, berdiskusi ke suami dan berdiskusi ke anak..

makin berat kan.. berat menerima kenyataan atas jawabannya.. 😥

walaupun berat, kenyataan harus tetap ditulis saudara-saudara!

yuk, kita mulai:

Sebagai Individu:

Jangka Panjang:

  • Punya lembaga pendidikan sebelum usia 40 tahun (karena suka mengajar dan ingin memiliki ilmu yang bermanfaat sehingga menjadi amal jariah kelak)
  • Punya perpustakaan untuk sekitar sebelum usia 35 tahun (buku bertumpuk alangkah lebih berguna bisa dibuatkan garasi perpustakaan, kecil, outdoor dan nyaman)

Jangka Pendek :(2017 – 2018)

  • tetap berpenghasilan, jika harus keluar maka lokasinya yang dekat dari rumah (jarak tempuh <30 menit dari rumah)
  • memiliki DANA DARURAT dan investasi (reksadana dan LM) -> menyisihkan menabung dana darurat mulai Maret 2017-Des 2017, Maret 2016 – Juni 2017 buka reksadana dan beli LM
  • mempersiapkan dana haji (after dana darurat ready, start Juli 2017)
  • memperdalam keilmuan yang disenangi dan dibutuhkan(parenting) -> ikut IIP dan Webinar HS
  • mengikuti komunitas yang bermanfaat (interior desain, parenting & bahasa) -> start ikut di grup media sosial, berperan aktif di alumni SMU, kuliah, SMP, ibu2 sekolah, komplek rumah
  • mengikuti kajian islam secara rutin -> ikut kajian di kantor atau masjid dekat rumah (setiap bulan)
  • menjaga ibadah harian ->baca quran setiap hari (usahakan membaca  malam dengan anak), doa pagi hari&sore hari, duha dan ibadah rawatib. new goal?TAHAJUD!

Sebagai Ibu:

Jangka Panjang

  • mendidik anak wanita menjadi seorang ibu, istri yang baik (keahlian yang coba diperdalam: memasak,  desain interior, desain baju, dokter gigi, ahli hukum dan berdagang)
  • mendidik anak laki-laki menjadi seorang ayah, suami yang baik (keahlian yang coba diperkenalkan: otomotif, berdagang,

Jangka Pendek (2017 – 2018):

  • dapat beraktivitas berpenghasilan  dekat dengan anak
    • how? mencari peluang
  • memiliki kurikulum/tema pendidikan untuk anak untuk mewujudkan tujuan jangka panjang. rencana di tahun 2017:
    • Keislaman untuk Arrum : lebih kenal dengan Alloh melalui ciptaannya (mengenal hebatnya tubuh manusia, berbagai macam hewan dan tumbuhan)
      • how? baca buku mengenai tubuh, ke taman safari dg sebelumnya menyiapkan materi hewan, berkebun di rumah.
    • Keahlian untuk Arrum : membiasakan membaca &menulis; naik sepeda & berenang; hafalan juz 30 & iqro
      • how? berlatih bersama arrum saat pulang kantor (membaca, menulis&iqro secara bergantian), weekend diisi dengan berenang atau naik sepeda, setiap mau tidur dilantunkan murrotal/ibu mengulang surat pendek.
    • Kemandirian untuk Arrum : mandi sendiri, tidur sendiri, menyiapkan peralatan menginap sendiri, membersihkan kamar& mainannya sendiri.
      • how?membacakan buku terkait tema mandiri, membiasakan/praktek terutama saat weekend, bekerjasama dengan guru di sekolah
    • kepribadian untuk Arrum  : penyayang, mudah meminta maaf, lebih mengontrol tangan&kakinya (agar tidak berantem fisik)
      • how?membacakan buku terkait adab, mencontohkan dan memberikan sugesti positif sebelum tidur
  • lebih menikmati dan memperbanyak main dengan anak
    • how? urusan rumah maksimal 30 menit dilakukan sepulang kerja, jika tidak selesai dilanjutkan di pagi hari (saat anak masih tidur)
  • mendekatkan anak dan keluarga dengan masjid
    • how?diusahakan solat isya di masjid dekat rumah dan weekend harus ada aktivitas solat berjamaah di masjid/mushola

Sebagai Istri:

Jangka Panjang:

  • suami nyaman, selalu sakinnah, mawaddah, warrahmah. *normatif ya?gapapa deh, emang ini KPI nya.
    • parameternya: cinta, rasa cinta itu, deg2an di dada, kuch2 ho ta hei selalu ada diantara suami& istri walaupun masuk usia 30, 35, 40 tahun dan seterusnya 🙂

Jangka Pendek (2017-2018):

ini hasil bertanya ke suami yah.. saat pulang kerja, di tengah kemacetan, suami disodori pertanyaan berat ini dan alhamdulillah dijawab.. alhamdulillah lagi, paksu ga aneh2 dan membuat istrinya senyam senyum karena sedikit banyak sudah dilakukan.. jadi seakan2 KPI yang mudah dicapai,ga susah2 amat..hehehe:p

  • istri yang selalu bangun pertama
    • how? hehe.. kaget juga mendengar parameternya ini, tapi ternyata ini penting bagi paksu ya. siap komandan! caranya? niat dari malamnya 🙂 parameter keberhasilan?always everyday become the first 🙂
  • istri yang selalu mengajak solat tepat waktu
    • how? menjaga tingkat keimanan ya agar semangat terus (lihat KPI sebagai indiividu, sdh sesuai kan?)
  • istri yang bisa masak lebih dari 20 jenis masakan-> optimis di 2017 ini bisa (bukan asal masak tapi yg lezat)
    • yes, ini memang menjadi momok ya, kerasa juga kalau ga bisa masak berbagai macam jadinya itu lagi itu lagi.. tapi insyaalloh bisa, caranya? tiap weekend disempetin coba 1 resep baru, apapun rasanya mari dimakan 🙂
  • istri yang lebih banyak menghabiskan waktu bersama anak
    • how? ini sudah inline dengan KPI diatas sebagai ibu kan? 🙂