Travelling with kids – Garut April 2017

April 11, 2017

bismillahirrahmaanirraaahiim..

terakhir kali bunda jalan-jalan jauh dengan keluarga kapankah?

“perasaan” jalan sama keluarga sering, tapi entah kenapa yang membekas di hati bahwa jalan2 dg keluarga full seharian dengan menginap di luar itu seru saat kemarin ke Taman Safari. Mungkin karena Taman Safarinya yang bagus ya?yang seharian ga kekejar habis semua karena hujan?

akhirnya mulai kami “teracuni” untuk kembali mencoba jalan2 jauh..

kalau diingat-ingat jalan2 jauh kami selama menikah bisa di list begini:

  1. Bali 2011 -> honeymoon
  2. Cirebon 2012-> Hamil Arrum 4 bulan, naik kereta cirex PP
  3. Malang 2013 -> Arrum usia > 1 tahun (karena sudah bisa makan nasi goreng) dan sedang hamil Akmal 4 bulan
  4. Bandung 2015 -> Akmal usia 1 tahun, Arrum berarti 3 tahun, bersama ayah naik kereta pulang naik mobil yg sudah ibu bawa lebih dulu dari Jakarta
  5. Sawarna 2016 – Pelabuhan Ratu -> Akmal usia 2 tahun dan Arrum usia 4 tahun
  6. Cirebon 2016 -> Akmal usia 2 tahun, Arrum 4 tahun, pergi bersama uti & kakung
  7. puncak, mega mendung, puncak (2014,2015,2016) -> bersama keluarga besar pakai wisma kantor
  8. Lampung Maret 2017
  9. Garut April 2017

hmm.. alhamdulillah ‘alakulihal tidak sedikit juga yang kami kunjungi ya saat di list begini. masing-masing punya cerita sendiri, mari kita share ceritanya dengan kisah mundur ya (dimulai dari perjalanan terbaru – yang masih fresh teringat).

perjalanannya spontan, tapi stalking tentang Garutnya sih sejak 2 mingguan. kenapa terpikir Garut? sebenarnya diikuti saja daftar jalan2nya uti, karena uti dan kelompok NQ pasti ada jadwal untuk jalan2 di tiap tahunnya berapa kali, nah kami ingat ada Garut salah satunya. mulailah stalking dilakukan.hehe

Jumat sore masih belum booking hotel, ibu sudah mulai kasih kode ke ayah yang malam itu akan main futsal dengan rekan kerjanya; “nanti kujemput, tapi di cawang ya biar dekat ke cikampek”.hehe. awalnya reaksi suami ragu, pasti ragu kalau untuk perjalanan perdana tanpa persiapan, sama seperti ke Lampung. Tapi istri coba meyakinkan.. jalan aja sesampainya, ujung2 kalau ga sampai ke Garut kita ke Bandung aja 🙂 .

sudah mengantongi izin, pulang kantor jam 5 sore, Ibu bukan langsung ke rumah eyang tapi mampir langsung ke rumah. Apa yang disiapkan?

Selesaikan pekerjaan rumah terlebih dahulu (angkat jemuran, pilah2 pakaian) dan mematikan semua perkakas elektronik (utamanya magic jar dan dispenser) lalu siap packing! karena sudah terbiasa packing cepat singkat (secara dari jaman awal nikah sampai saat ini minimal tiap minggu pasti kami menginap di rumah ortu, jadi sudah ada gambaran).

apa yang disiapkan?

  • Tas 1 : baju ayah dan ibu
    • siapkan baju sepaket yang akan dipakai , jadi dilipatnya per baju yang akan dipakai termasuk underwearnya. lalu digulung2
  • Tas 2 : baju anak-anak
    • sama seperti baju dewasa, anak juga disiapkan per paket yang akan dipakai, baju atas bawah, underwear sampai kaos kaki
  • Tas punggung (3) : baju ganti anak, pempers, tisu basah, obat2an, kamera, dompet dan surat2
    • ini tas yang dibawa turun kalau break di rest area
  • Tas tangan (4) : segala makanan ringan dan bekal minuman
    • ini juga tas wajib karena kami keluarga pecinta bawa bekal. kali ini dilengkapi juga dengan magic jar kecil dirumah ikut diboyong. hah? iya karena baru aja masak nasi penuh dipagi, ditinggal basi, ditaruh di kulkas juga pasti ga enak, jadi ibu berpikir mending dibawa untuk makan ayah siapa tau masih lapar dan nanti minta izin sama pemilik wisma untuk colok magic jar siapa tau diizinkan.
  • lain-lain: bantal (ini selalu ada di mobil sih),tas plastik, sepatu, bola dan buku

Cek cek sepertinya sudah lengkap, langsung ditata di bagasi, tas2 baju ganti taruh paling  bawah, bagian paling atas adalah tas makanan dan tas punggung yang kami selalu bawa turun. pesan: semua bawaan harus muat di bagasi tidak ada yang boleh ditaruh di tengah atau didepan. ready? ibu langsung menuju rumah eyang untuk jemput anak2 dan izin pergi sama eyang. eh di rumah eyang dapat bekal bungkus lauk.. yeay alhamdulillah. lauk bisa dimakan malam ini sampai besok pagi (lumayan ga perlu beli sarapan). hehe

here we go!

teng jam 20.00pm kami jalan dari rumah eyang mampir dulu ke toko mainan dekat rumah (si mimi kado) karena ibu janji mau beliin Arrum cincin.

jam 8.30pm baru kelur Plumpang, ternyata karena besok akhir bulan, semua trailer balik ke kandangnya, kebayang dong macetnya diantara mobil2 buesar itu, untung rute kami melawan arah.voila!
jam 21.00pm sampailah kami di Cawang menunggu kakang mas turun di halte busway cawang.

till we  meet, on the next 2 hour let Ibu drove the car. Krucil gmn? mereka tidur lho bahkan sejak sebelum ketemu si ayah. si kakak bobo di depan aman dengan seatbelt, si adik bobo di belakang aman dengan selimut. saat menyetir lihat si adik melihat pemandangan sambil nyanyi2, lama2 kok suaranya abis?ibu nengok dari kaca spion, lihat si adik sudah merem2, lalu ibu langsung ambil jalur berhenti dan membenarkan posisi bobo adik.ah lucu, bobo kok bisa sambil diri setengah gitu..

2 jam perjalanan baru sampai menembus jalan tol cileunyi, ternyata Cikampek padat niat di jumat malam itu, tipsnya adalah ikuti jalur yang diambil oleh bus antar kota tapi dengan tetap jaga jarak ya.. cihuy!

yah, gantia yah, udah pegel ni.. akhirnya ibu mengibarkan bendera putihnya. ibu pindah ke belakang dan menjalankan tugas berikutnya yaitu pesan tempat menginap dan bobo sejenak..sejenak apa lama ya?wkwkwk.

next 2 jam ayah menyetir hingga ujung tol Bandung yaitu Cileunyi,kami keluar dan ambil jalur nagreg yang ke arah Garut. alhamdulillah jalur aman, lancar dan ini pengalaman kali pertama menyetir sendiri di Nagreg.

karena salah jalan, akhirnya kami berhenti di universitas Garut dan petugas dari roemah the Hampor menjemput, itu pukul 01.30pm lho! hebat lah. sampai penginapan, bangunlah si krucil, kaget? iya kaget banget! ” ini dimana ibu?” bahkan si kakak minta pulang.. hiks. ini salah ibu juga tidak mempersiapkan dan cerita ke anak2 kalau malam ini mau pergi, Ya soalnya belum tentu jadi, tapi alhamdulillah si kakak kembali tenang saat ibu cerita ini dimana?besok mau ngapain dan kemana aja?kenapa kita tidak menginap di hotel gedung (arrum bilang juga mau nginap di hotel yg gedung) tapi di rumah joglo ini 🙂

saat pagi.. eng ing eng.. sama banget sama impian, yaitu bangun tidur keluar kamar view nya sudah berbeda!. this is it!IMG-20170401-WA0007.jpeg

 

 

 

 

gimana coba? cuantik nian.. masyaalloh.. hawanya sejuk, pemandangannya cantik, rejeki banget!

Si kakak gimana? senyam senyum dong dia.. apalagi ada ayunan di depan kamar.. senangnya..

cekrek..cekrekk.. foto2 rumah joglo ini sambil sarapan ga kerasa sudah jam 8 pagi.. setiap spotnya patut di foto apalagi kami hanya sendirian yang menginap di hari ini (keluarga lain baru datang siang) ditambah dapat potongan 100ribu dari pegi2 untuk menginap, ah rezeki.. alhamdulillah 🙂

jam 9 pagi kami siap jalan.. yuk jalan-jalan mengitari Garut yang sejuk dan indah..

di cerita selanjutnya yah..!

 


Priceless story behind travelling..

April 3, 2017

Bismillahirrahmaanirraahiim…

Sebelum lupa..catat cepat apa cerita-cerita yg muncul bersama suami dan anak-anak saat saat beberapa waktu lalu kami melakukan kegiatan bersama:

  1. Saya dan suami akhirnya merasakan menyetir sendiri di jalur Nagreg. Inilah nasib kami yang tidak punya kampung,sekalipun jalan seringnya disetirin Bapak kala itu dan juga  adik yg jago nyetir.
  2. Akmal akhirnya mau membuka sepatunya sendiri tanpa dibantu saat sampai di kamar hotel lampung. Awalnya seperti biasa saat diminta lepas sepatu dia bilang “ibu aja!” Ibu: Akmal aja,akmal bisa sendiri. Akhirnya ibu mencontohkan cara membuka sepatu dan menunjukkan ke Akmal bahwa itu mudah.akhirnya dia mau coba sendiri dan bisa.after itu..saat kita mau solat di musola bandara,akmal langsung saja duduk di lantai dan mulai buka sepatu sambil bilang ke ayahnya “akmal bisa sendiri ayah!” Great,jempol buat Akmal!
  3. Akmal dan Arrum nyemplung,berenang di laut lepas! Ibunya aja dulu turun ke laut baru saat honeymoon(wkwk),melihat ibu turun snorkling lalu ayah turun snorkling,anak2 ternyata antusias untuk terjun juga ke bawah.Arrum Akmal berenang dg menggunakan vest di laut lepas saat kita ke Pahawang.
  4. Arrum dan Akmal pertama kalinya ‘numpak’ pesawat. Bukannya norak tapi memang mereka belum pernah naik pesawat,ibunya dulu naik pesawat pertama pas ke Korea (wkwkwk)’alaqulihal alhamdulillah mereka bisa naik pesawat saat balita.
  5. arrum akmal naik kapal/boat untuk ke pulau
  6. Mengambil air dari dalam sumur menggunakan katrol saat ingin solat di mushola desa cangkuang
  7. Belanja dan makan kue pancong di depan tempat menginap

    Abang kue pancong yang ramah

  8. Diskusi seru apa sama mereka?
  1. Pertama kali sampai di Garut dan tinggal di guest house Arrum ga mau,salah ibunya juga memang tidak cerita2 sebelumnya kalau kita mau pergi.jadi saat bangun kita sdh sampai di garut pk 1 dini hari.dia sampai sesenggukan menahan tangis,saat ibu tanya “Arrum kenapa?Arrum sedih?”,Arrum jawab katanya mau pulang,katanya mau tinggal di hotel yg gedung. Lalu ibu jelaskan panjang lebar bedanua hotel di Lampung dg yg di Garut dan rencana trip esok hari kemana saja.sudah tenang akhirnya dia tertidur.besok pagi saat bangun dan makan Arrum sudah happy karena kondisi luar kamar seperti dibawah ini
  2. perbedaan Garut dengan Lampung(logat,suhu udara,makanan,geografis)
  3. Perbedaan berkendara naik mobil atau pesawat
  4. Wisata apa yang paling disukai anak2
  5. saat ibu bertanya ttg jalan ke pak tani (literally Pak Tani).ini dibahas saat kita mau tidur,ga nyangka hal biasa menurut orang tua ternyata menjadi hal spesial bagi anak. Arrum tanya, “kenapa ibu tanya jalan ke Pak Tani?”
  6. Akmal terjatuh dia pematang sawah (yg agak besar) saat jalan sambil bermain pesawat,lalu saat sebelum tidur ibu tanya,”Akmal td jatuh?jadi kalau jalan harus gmn?”, Akmal:”iya bu,Akmal jatuh ni.jadi kalau jalan harus di gandeng!”.

    Makan dan tidur di sawah

  7. perbedaan naik rakit dan perahu motor.
  8. berenang di laut dan berendam di kolam air panas
  9. Mengambil air menggunakan katrol dari sumur (saat solat di musola pulau cangkuang)

Banyak cerita lainnya yang kami alami bersama..membersamai anak mungkin kami memiliki waktu yang terbatas di hari kerja,namun berusaha maksimal di setiap kesempatan yang ada saat bersamanya semoga memberikan cerita indah untuk mereka nantinya..♡

Still wanna back to Garut and Lampung? YES CERTAINTY!

Beautiful Indonesia.. explore Indonesia!

 

see our photos at instagram : @susanti.dita