Ramadhan kami 2017

Bismillahirrahmaanirrahiim..

Alhamdulillah kami sekeluarga masih bisa berjumpa dengan Ramadhan tahun ini. Kali ini dengan kondisi ibu ayah yang sudah melewati 2 tahun dari usia 30 (susah banget si bu nyebut angka 32th!πŸ˜…) dan kondisi kakak Arrum 5th serta Akmal menuju 3th.  Beda karena no more baby!😊😊😊 semua beranjak besar, banyak bicara menyampaikan pandangan2nya, banyak bersikap pastinya.

Menuju Ramadhan, ayah bersiap dengan selalu mendengarkan kajian Ustadz Basalamah dan ayah “menularkannya” ke ibu dengan memutarnya di tape mobil saat kami melaju di perjalanan. Sedang Ibu? Ibu melihat banyak sekali sharing di jejaring sosial khususnya dari para keluarga webinar dan IIP Jakarta yang “bersiap” dan “berbahagia” menyambut Ramadhan. Masih ditambah pula kajian di kantor yang beberapa pekan terakhir selalu berbicara tentang Ramadhan. Puncaknya adalah acara khataman bersama yg membuat kami duduk 1 jam bersama2 membagi bacaan Quran dan kami dapat menyelesaikan. Doa khataman Quran yang disampaikan dan adanya waktu yg khusus diberikan pada kami untuk menyampaikan doa masing2 membuat suasana Ramadhan menjadi begitu dirindukan.

Akmal Arrum gimana? Ibu ayah berusaha dengan bercerita. Apa itu puasa? Kenapa berpuasa? Sampai kapan puasa? Dan menuju masuk Ramadhan kami membuat pernak pernik yg dipasang di ruang bermain lantai atas. TARAA! THIS IS IT!😊

Team:

  • Ayah : printing&cutting
  • Arrum : taping
  • Ibu: sticking on the wall
  • Akmal: giving standing applause

Lalu saat masuk Ramadhan? Anak2 belum kami kondisikan utk ikut sahur di minggu2 pertama. Target kami adalah membiasakannya di weekend. Saat mereka makan pagi disamakan dg sahur, lalu ibu ayah bilang stop makan lalu puasa ya lalu jika makan siang atau malam dijelaskan itu adalah berbuka puasa.

Salah satu agenda yang dilakukan keluarga (tanpa planning sebelumnya) adalah Parade Masjid. Umumnya ke masjid saat weekend waktu zuhur dan beberapa kali tarawih, kalau dibuat daftar, berikut daftar masjid yg kami sekeluarga kunjungi:

  1. Masjid dekat rumah nenek di kemayoran (lupa namanya)
  2. Masjid Sunda Kelapa
  3. Masjid di Cipinang
  4. Masjid Jakarta Islamic Centre
  5. Masjid Al Iman (paling dekat rumah)
  6. Masjid Al Muhajirin
  7. Masjid Ramli Sunter
  8. Masjid GDC Depok (eh ini sebelum ramadhan ya)

Selanjutnya kami masih ingin berkunjung ke Masjid Assholihin dan Masjid di Janur Kuning😊 keliling2 sambil mencari lokasi masjid yang rencananya kami ingin lakukan itikaf keluarga (itikaf sebisanya saat weekend).

Di Ramadhan ini kami juga parade silaturahim, mengunjungi dan dikunjungi teman2 semasa kuliah dan sekolah dulu. Arrum Akmal bertemu dengan keluarga besar Teknik Industri, Arrum Akmal juga berkunjung ke beberapa rumah untuk menjenguk beberapa bayi dan teman2 kecil  πŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ˜Š

Bertemu teman2 membuat hidup jadi lebih bersemangat! Melihat betapa gigihnya dan berhasilnya usaha mandiri mereka membuat kami ‘bangun’ dan mulai gusar. “Mau usaha apa Bu?Yah?” Panjang lebar kami (eh ibu deng) berdiskusi mengenai hal ini, berujung niatan ayah ibu untuk berbisnis online menjual barang yang kami sukai. Next nya kami ingin mengunjungi rumah salah dua. Yg melakukan usaha fashion muslimah dan juga berbisnis online mainan dan baju anak sedangkan kondisinya mereka bekerja😊 

Oiya, kami juga menyempatkan hadir dalam acara berbagi cinta IIP Jakarta, yaitu di daerah Kalibata. Arrum Akmal kami ikutkan untuk mengetahui kondisi teman-teman kecilnya yang berkekurangan. Bagaimana kondisi rumah mereka, lingkungan mereka tapi mereka tetap semangat berpuasa dan ceria seperti anak2 lainnya. Sebenarnya tidak hanya Arrum Akmal,tapi ibu ayah menjadi penuh syukur dengan rezeki dan kehidupan saat ini.

mulai keluar dari tempurung lah kami sekeluarga.. 

terus lihat ke atas agar bersemangat, tapi jangan lupa untuk tunduk ke bawah agar tetap bersyukur.

Masyaalloh..  Allah memang tau apa yang pas untuk hambaNya ya!

Next? Lalu-lalu? Tidak ketinggalan pula ibu mengutak ngatik rumah. Voila! Saat ini dirumah Arrum Akmal sudah ada musholanya!😊😊😊 musholla yang dibuat dengan menggusur ruang makan dan mengubah suasana bermodal partisi dari perabotan yg ada, wallpaper bata putih dan karpet rasfur untuk sedikit meninggikan area dan menyamankan saat solat.

Ah tak terasa sudah hari ke 18 Ramadhan.. 

Semoga Allah selalu menuntun kami sekeluarga ke jalanNya dimana Jannah adalah tujuannya.

Masih semangat mengisi Ramadhan? Yes! Absolutely insyaalloh.. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: