Komunikasi Produktif – DAY 1

June 2, 2017

Bismillahirrahmaanirrahiim..

Kuliah online kelas matrikulasi Institut Ibu Profesional (IIP) yg saya ikuti sudah sampai ujungnya yang ditandai dengan wisuda di akhir sy’aban lalu. Setelah kelas matrikulasi, ada kelas selanjutnya yaitu Kelas Bunda Sayang(Bunsay). Nah,saat ini kelas Bunda Sayang sudah dimulai dan materi perdana yaitu mengenai komunikasi produktif.  Terkait komunikasi, hal paling sederhana sebenarnya adalah bagaimana agar pesan kita bisa sampai ke lawan bicara kita. As simple as that!. Tapi kenapa kadang yang terjadi adalah miskom, ada pihak yang tersinggung atau bahkan penolakan atas pesan kita?saat penjelasan materi ini, ternyata ada banyak sekali hal2 yang harus kita persiapkan terlebih dahulu agar pesan baik kita dapat diterima dengan lawan bicara kita dengan baik pula.

Dari belasan teknik komunikasi produktif yang dijelaskan oleh IIP, kali ini saya diharuskan memilih salah satu poin dan fokus pada poin itu selama 10 hari berturut-turut. Kali ini yang utama ingin saya implementasikan adalah terkait komunikasi dengan pasangan. Kenapa pasangan? karena semua orang tahu bahwa para istri dari Venus namun pria dari Mars :p (really?) 😀  Selain itu kita juga tahu, bahwa selama sekian puluh tahun kita hidup, 25 tahun sudah dihabiskan bersama orang tua dan lingkungan masing-masing. Sehingga memperbaiki cara berkomunikasi saya kepada suami adalah pilihan utama yang ingin saya terapkan kali ini.

Berikut point-point komunikasi produktif versi IIP:

WhatsApp Image 2017-06-01 at 20.43.27

Tabel 1. Komprod pada Pasangan(Orang Dewasa)

WhatsApp Image 2017-06-01 at 20.43.30

Tabel 2. Komprod dengan Anak

terkait komunikasi dengan pasangan, maka tabel 1 lah yang menjadi panduan saya untuk meningkatkan kualitas dan cara berkomunikasi  terhadap suami. Kali ini yang saya pilih adalah “Choose the right time”. 

Sadar atau tidak, para istri (tunjuk diri saya sendiri) sangatlah suka berbicara! Baru saja bertemu suami dan ia belum melepaskan nafas karena lelah di pekerjaan, inginnya istri langsung saja cerita ke suami kejadian hari ini. Adakah yang merasa begitu juga? cung ! 😀 Alhamdulillah kami diberi kesempatan bertatap muka pada hari kerja(weekdays) itu lebih panjang, karena kami berangkat dan pulang bekerja dalam satu kendaraan, bersama-sama.  Nah kali ini saya mencoba mengambil waktu berkomunikasi saat berangkat kerja di pagi ini. Begini kisahnya;(mulai serius)😄

Coba dibayangkan ya, latar nya adalah didalam mobil, waktunya adalag pagi hari saat berpuasa dan dalam perjalanan dari Priok ke Sudirman.

Saat kami sudah selesai mengantar anak-anak dan memastikan semua perlengkapan sudah siap dan saat mobil sudah melaju di jalan tol dengan kondisi lalulintas tidak macet,ditambah diiringi dengan lantunan doa pagi (almatsurat) dari tape radio kami, saya merasa Nah ini ni waktu yang tepat! MARI DICOBA. Bismillah.. (tema diskusi yg ingin saya sampaikan adalah mengenai kegiatan di liburan Idul fitri),

Istri: “mas, nanti liburan idul fitri rencana kita ngapain aja?” (ujungnya mau ngajak liburan)

suami: “ya..kegiatan utama saja de yang selalu kita laksanakan tiap tahunnya”

Istri:“itu kan sehari aja juga sudah selesai. Sedangkan kita punya waktu libur seminggu”

Suami:” iya,tapi kali ini kita kunjungi saja rumah para orang tua kita (eyang2) walaupun belum ada pengumuman keluarga besar akan berkumpul dimana”.

Istri: “Selain ke keluarga yang biasanya dalam 2 hari akan selesai, ada rencana apa lagi ya?

Suami: ” kunjungi rumah tetangga, satu-satu sampai duduk dan ngobrol, bukan cuma salam-salaman depan rumah terus pulang

Istri: “oh iya, bisa juga ya cukup butuh banyak waktu juga tu. hmm..  tapi mungkin bisa juga dengan mengeluarkan segala mainan yang jarang kita pakai sama anak ya mas, agar di liburan nanti berasa bedanya dengan weekend2 yang sebelumnya

Suami: “oh iya bisa juga

alhamdulillah komunikasi berjalan dengan baik dan pembuka pesan tersampaikan sebagian, walaupun belum pada ujungnya yaitu istri ingin mengajak liburan. Kok ga langsung to the point saja?Nah ini bedanya; karena saya melihat kondisinya sudah dekat dengan kantor dan saya harus beralih menyiapkan moda transportasi lain untuk suami (go*ek maksudnya), maka cukuplah di diskusi pembuka ini 🙂

How’s your feel Dit? honestly I feel peace.. hehehe.

karena diskusinya tidak seperti diskusi ala saya yang kapan saja dimana saja dan bagaimanapun caranya, pesan harus segera disampaikan! Kali ini saya “me-ngerem” diri dengan melihat kondisi sekitar, melihat kondisi suami, barulah membuka pembicaraan.

Akankah point choose the right time berlanjut? yes.definitely! ingin menikmati proses berubahnya cara berkomunikasi secara perlahan tapi konsisten agar nantinya menjadi kebiasaan☺☺☺ (di amin kan yuk..)

 

nb:

catat kondisi ini ya sebelum terlupa; Sebenarnya komprod (komunikasi produktif) ini sudah dimulai sejak 1 juni kemarin. Yaitu komprod ke si kecil. Pada malam hari saat semua anggota keluarga di puncak capek, ada situasi si kakak berlaku tidak menyenangkan kepada adik yaitu mendahulukan respon gerakan dibanding bicara!. lalu ibu mencoba bicara dengan kakak,”kak, Ibu senang sekali hari ini sudah ditemani kakak seharian dan kakak baik sekali, tapi malam ini ibu melihat kakak berbuat hal yang tidak menyenangkan kepada adik. Ibu tidak suka kakak bersikap begitu” (lalu saya minta kakak sebutkan apa saja sikap yang tidak menyenangkan itu).

Masih cukup panjang ya kata2 yang saya gunakan pada kakak (i need more practice), but at the end, kakak mau minta maaf dengan menatap si adik dan kami sama2 kembali membaca buku dan bersiap tidur.

#level1

#day1

#tantangan10hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayiip

 

 

 

Advertisements

Temu Bakat

March 10, 2017

Bismillah,

hasil pengisian temu bakat saya attach dibawah ya;temu bakat.jpg

insight dari website ini juga jelas, lihat potensi positif, kuatkan.

untuk kekurangan agar diketahui lalu berusaha diminimalisir tapi tetap ya fokus ke strength!

lalu untuk aktivitas berdasarkan kuadran, coba dibuat dibawah ini ya:

 

terlihatkuadran diri.jpg

saat membuat kuadran diatas, merenung sangat lama di kuadran tidak suka tapi bisa. kuadran ini beneran membuat bingung dan ternyata bisa juga menyadarkan bahwa selama ini melakukan apa yang kita suka, alhamdulillah.

untuk kuadran tidak suka dan tidak bisa juga awalnya tidak cuma 1 point,tapi akhirnya saya pindahkan beberapa aktivitas yg sedang saya usahakan untuk saya menyukainya, jadi berpindahlah ia ke kuadran suka tapi tidak bisa! (artinya ini yg harus dipelajari).

this is it! alhamdulillah, ‘ala kulli hal 🙂

happy friday yeay!

 

 


Desain Pembelajaran

February 24, 2017

Tugas kali ini really clueless!.

Berbekal tutorial dari fasilitator dan video bu septi.Beberapa yg saya highlight adalah ini:

  • Sesuaikan cara belajar dengan zamannya
  • PENTING untuk menciptakan SUKA dibanding bisa
  • Gunakan selalu 5W+1H dalam setiap pembelajaran
  • Lakukan observasi, amati anak sesering mungkin agar dapat menentukan di sisi apa anak lebih “berbinar”
  • Setelah menemukan kelebihannya, gunakan prinsip “meninggikan gunung dan meratakan bukit” yaitu asah terus kelebihannya agar dia menjadi ahli dan untuk kekurangannya cukup dikejar hingga tingkat rata-rata saja.
  • Quote penting di zaman ini: “Thesedays, good is not enough, we need to be different.”

menjawab tantangan di minggu ini yaitu membuat desain pelajaran, saya juga coba melakukan browsing mengenai desain pembelajaran. Desain yang umum dipakai adalah ADDIE, yaitu Analysis-> Design -> Development -> Implementation -> Evaluation -> back to Analysis

menerapkan hal diatas, PR yang saat ini masih on progress adalah Analysis and Design. Untuk A&D untuk diri saya banyak terjawab di tugas sebelumnya terkait ilmu apa yang ingin saya cari yaitu berdagang (agar tetap berpenghasilan) dan parenting.

Untuk A&D kakak 4.5 yo dan Adik 2.5 yo, berikut hasil analisis dan desain untuk mereka di masa balita ini (mengutip tugas 2):

  • Keislaman : lebih kenal dengan Alloh melalui ciptaannya (mengenal hebatnya tubuh manusia, berbagai macam hewan dan tumbuhan)
  • Keahlian: membiasakan membaca &menulis; naik sepeda & berenang; hafalan juz 30 & iqro
  • Kemandirian: mandi sendiri, tidur sendiri, menyiapkan peralatan menginap sendiri, membersihkan kamar& mainannya sendiri.
  • Kepribadian: penyayang, mudah meminta maaf, lebih mengontrol tangan&kakinya

diluar itu semua, tugas kami sebagai ayah ibu di masa golden age ini adalah secara fitrah mengikuti proses keluarnya kemampuan yang sudah ada di dalam diri mereka dan  mengajak mereka melihat dunia serta menyampaikan berbagai hal sebanyak-banyaknya.

berikut saya buat corat-coret desain pembelajaran versi saya yang kami gunakan selama ini;

 

Point pertama

yaitu Tentukan Tema, kami seringnya memiliki tema spontan bagi anak,Saya akui untuk tema memang masih belum tertata rapi. Tanpa ditulis tema utk kakak dan adik lebih ke tauhid, checklist kemampuan sesuai umur dan situasional dirumah. Atau sering juga tema muncul dari keinginan jalan-jalan ke suatu tempat!:D. Nah sebagai contoh tema yang kami ambil kemarin yaitu ciptaan ALLOH yaitu Hewan. 

Point kedua

yaitu menyampaikan konsep dan ilmu. Hewan adalah hal pendukung yang kami gunakan untuk mengenalkan Kakak dan Adik pada Tuhan mereka, Alloh SWT. Konsep Esa, Tuhan kami sampaikan seringan mungkin tapi juga tidak dimudah-mudahkan sehingga pemahaman mereka lurus. contoh jika mereka tanya “Alloh ada dimana Bu?”, saat kami bisa maka kami akan jawab,tapi jika ragu, kami akan cari jawaban yg  pas dan lurus. Untuk pertanyaan Arrum ini salah jika kita jawab ‘Alloh dimana2’, melainkan Alloh itu dekat dengan kita sedekat denyut nadi kita.

Point ketiga,

yaitu How?media nya apa? untuk media yg utama kami pakai adalah buku. jadi saya suka mencari buku baik dari dalam maupun luar yang mendukung tema saat itu.preloved ..preloved book..hehe. 

Jadi jika disambungi dengan ciptaan Alloh, yaitu hewan, maka beberapa hari itu kami akan membahas hewan, hewan dan hewan. Kami juga biasa (dengan porsi lebih sedikit dari buku) untuk menggunakan video youtube yang kami saveoffline atau program tv lainnya yang mendukung. Media lain yaitu bermain.. ini pasti ya, bisa menggambar atau dari mainan hewan dan media lain yaitu mengajak kakak adik untuk langsung datang ke majlis ilmu.

Point keempat,

ini yang paling asik! ups. hehe.;) .

Karena kami yakin jika ilmu itu dipraktekan atau di’bumi’kan sakah satunya yaitu dg cara jalan2 maka akan lebih melekat di pikiran bahkan rasa.. :)jadi dengan tema diatas kami pilih utk berkunjung me taman safari. Sebelumnya Ibu sibuk survey agar tau exactly apa yg ada disana berikut jadwal2nya agar optimal apa yg ingin dicapai dan pastinya sepanjang jalan2, kami tidak lupa selalu mengaitkan hewan, perilakunya, ilmu ttg hewan dengan ciptaan Alloh.

Poin kelima

Lalu setelah acara jalan-jalan selesai, di malam harinya saat ingin tidur, mulai deh ibu tanya2 ke kakak dan adik ttg kegiatan seharian tadi. kakak adik ini dapat ga ya message nya? inilah masa evaluasi. kalau belum pas, ibu wajib kembali ke alur awal. bukan berarti jalan2 ke taman safari harus diulang ya, tapi coba dg cara lainnya yg ada disekitar.

jika lulus poin lima ini, maka done! lanjut ke tema selanjutnya..

tapiii ingat saat masuk tema selanjutnya.. tema ciptaan Alloh ini harus selalu disebut2 karena termasuk tema mendasar yang harus ada di mereka 🙂
Lalu kenapa desain ini judulnya desain pembelajaran ibu dan anak?

Yes! Karena saya juga memakai metode ini utk apa yg sdg saya pelajari saat ini☺

 

 

 

 

 

 

 


Memahami diri dan keluarga

February 10, 2017

bismillahirrahmaanirrahiim…

kalau ada yang bingung dari kemarin kok posting mengenai ilmu, membuat parameter ibu, istri dan individu yang profesional dan membuat anak dan suami bahagia, maka kali ini keseruan ini berlanjut dengan mencoba menyelami diri, melihat potensi diri yaitu dalam rangka melihat potensi suami, anak dan  lingkungan sekitar.

mari kita mulai.. jeng jeng jeng..

diam sejenak.. dan agak lama…

Potensi Suami

Dalam melihat kembali potensi suami, maka kali ini saya menuliskan surat cinta untuknya.. surat cinta ini membawa saya mengingat kembali 7 tahun yang lalu saat mengenalnya dan memutuskan untuk  menikah dengannya.. seru.. senang dan saat menuliskan terasa sekali sampai ke hati, masyaalloh..lalu respon dan jawaban dari suami seperti apa? ah masyaalloh.. membahagiakan..  ada sikap khusus yang dia lakukan saat kami bertemu setelah membaca surat ini (rahasia lah ya.. hehe) dan dia juga menjawab surat ini,dengan dua balasan, balasan pertama yg katanya terburu2 saat ingin mematikan destkop, balasan kedua di hari selanjutnya (tersimpan rapi di email)

Alhamdulillah alaqulihal bahwa suami adalah seorang penyayang yang sangat hormat kepada orang tuanya dan ia juga seorang yang menghargai seorang istri sebagai partner yang tidak segan untuk membantu

Potensi Diri

Sejak dulu saat mengikuti psikotes baik untuk kerja ataupun sekolah, selalu ditanyakan mengenai kelebihan positif diri. Dan sejak dulu saya selalu menulis; mudah beradaptasi, menyenangi hal-hal baru dan pekerja keras.

khusus untuk saat ini, coba kuselami lebih dalam apa potensi positif diri?.. bismillah, saya suka dengan pendidikan (suka mengajar dan berbagi pengetahuan), saya pembelajar yang senang sekali dengan hal baru dan mudah beradaptasi, saya memiliki manajemen waktu yang baik

Potensi Kakak

yuk coba lihat ke sisi anak.. untuk kakak, kakak sekarang anak perempuan berusia 4.5 tahun yang sangat terlihat mandiri dan dewasa (karena kalem..hehe 🙂 ). kalau menurut ibu banyak potensi positif yang dimiliki, diantaranya yang sangat terlihat; kakak itu penyayang (sayang sekali dengan anak kecil, bayi dan juga binatang), kakak juga seorang yang ringan tangan (terbukti dengan senang membantu ibu dan adik), kakak seorang yang logika berpikirnya baik (jika diminta melakukan suatu kegiatan maka lebih mudah dg menjelaskan terlebih dahulu apa tujuannya, manfaatnya dan kerugian jika tidak dilakukan, ketimbang “menyuruh saja untuk melakukan”. Kakak juga sering menanyakan hal2 baru, apapun, dimanapun 🙂 )

Potensi Adik

Adik dan kakak, walaupun lahir dari rahim ibu yang sama, tinggal di rumah yg sama dengan kehidupan yang sama, masyaalloh, Alloh membuktikan bahwa ciptanNya sangatlah unik yang berbeda satu dengan lainnya.. untuk Adik, anak Laki-laki 2.5 tahun, ibu melihat potensi positif adik; mudah beradaptasi dengan lingkungan baru (kalau kita baru sampai di suatu tempat, yang maju duluan pasti adik.. tapi ada kalanya adik tidak pede (misal karena gelap) dan minta ditemani kakak, jadi mereka saling melengkapi), pemberani dan senang mencoba hal baru dan aktif-ekspresif (senang, sedih, adik eskpresif menunjukkan ke ayah dan ibu)

Lingkungan sekitar

Alhamdulillah alaqulihal, lingkungan sekitar rumah (lingkungan di satu RT, satu jalan) sangatlah bersahabat. Linkungan yang masih banyak didominasi oleh eyang-eyang beserta anak dan cucunya membuat lingkungan terasa hangat. saling menyapa, saling bermain dan berbagi makanan masih terasa di lingkungan sekitar.

Kami meyakini bahwa ini adalah rezeki dari Alloh. Dengan bi’ah yang sudah baik, setengah perjalanan sudah selesai.. mengisinya dengan hal bermanfaat dan menjadi orang yg bermanfaat untuk tetangga mungkin adalah hal yang ALLOH inginkan dari keluarga kami.

saat ini kami membuka rumah kami setiap weekend dimana anak2 sekitar bisa main ke rumah kami. Kami mengenalkan beberapa peraturan seperti saat masuk rumah maka anak2 akan langsung masuk ke ruang rahasia..untuk apa? “cuci kaki dan tangan” 😀  Lalu jika beralih ke mainan selanjutnya mereka sudah tau bahwa mainan sebelumnya harus dirapihkan.. efek baiknya apa?kami rasakan bahwa ini mejadi hal yang dipelajari si Kakak dan si Adik dimana akhirnya mereka mengikuti teman2nya/kakak2nya..

masak bersama, makan bersama, biasanya setengah hari penuh dilakukan di rumah kami.kenapa di rumah?karena kami ingin tetap mengawasi dan mengarahkan permainan mereka. Selain itu kami ingin menunjukkan ke si Kakak dan si Adik bagaimana cara menyambut dan memuliakan tamu, juga agar terasa di anak2 bahwa “our home is our playground” 🙂

Hal lain yang ingin kami wujudkan adalah menata buku-buku dan memiliki perpustakaan keluarga di rumah dimana anak2 tetangga bisa dengan bebas memilih buku dan membacanya.

Sesekali kami ingin mengadakan event story telling dan science show! science show dengan cara memberi project kecil pada si Kakak dan Adik yang dapat mereka lakukan dan dapat ditunjukkan/didemokan ke teman2nya. Kami melihat ini akan banyak  manfaatnya yaitu membangun rasa percaya diri si Kakak& Adik dan keyakinan bahwa Alloh memberikan banyak kelebihan pada diri mereka.

images.jpg

untuk mencari misi spesifik keluarga.. apakah hal diatas? rasanya hal diatas itu lebih ke apa yang kami ingin lakukan di sebagian hidup kami..

misi spesifik sepertinya masih harus kami gali kembali dan harus kami sepakati..

kami harus menyelami bersama.. meluangkan waktu bersama.. merehatkan pikiran dan menuliskannya bersama. 🙂 🙂 🙂

Innallaha ma’ana..

 


KPI IBU PROFESIONAL

February 3, 2017

ehem.. berat kali judul kita kali ini..

tapi gapapa ya, hidup kan cuma sekali, jadi jangan sampai menyesal! *tarik nafas dalam2 sambil terus berpikir mau menulis apa selanjutnya 🙂

kali ini dapat Nice home work mengenai KPI ibu profesional, dibagi menjadi 3 (tiga) peran, sebagai ibu, istri dan sebagai individu. metode untuk menyusunnya pun diarahkan untuk dapat menanyakan ke sekeliling kita, berdiskusi ke suami dan berdiskusi ke anak..

makin berat kan.. berat menerima kenyataan atas jawabannya.. 😥

walaupun berat, kenyataan harus tetap ditulis saudara-saudara!

yuk, kita mulai:

Sebagai Individu:

Jangka Panjang:

  • Punya lembaga pendidikan sebelum usia 40 tahun (karena suka mengajar dan ingin memiliki ilmu yang bermanfaat sehingga menjadi amal jariah kelak)
  • Punya perpustakaan untuk sekitar sebelum usia 35 tahun (buku bertumpuk alangkah lebih berguna bisa dibuatkan garasi perpustakaan, kecil, outdoor dan nyaman)

Jangka Pendek :(2017 – 2018)

  • tetap berpenghasilan, jika harus keluar maka lokasinya yang dekat dari rumah (jarak tempuh <30 menit dari rumah)
  • memiliki DANA DARURAT dan investasi (reksadana dan LM) -> menyisihkan menabung dana darurat mulai Maret 2017-Des 2017, Maret 2016 – Juni 2017 buka reksadana dan beli LM
  • mempersiapkan dana haji (after dana darurat ready, start Juli 2017)
  • memperdalam keilmuan yang disenangi dan dibutuhkan(parenting) -> ikut IIP dan Webinar HS
  • mengikuti komunitas yang bermanfaat (interior desain, parenting & bahasa) -> start ikut di grup media sosial, berperan aktif di alumni SMU, kuliah, SMP, ibu2 sekolah, komplek rumah
  • mengikuti kajian islam secara rutin -> ikut kajian di kantor atau masjid dekat rumah (setiap bulan)
  • menjaga ibadah harian ->baca quran setiap hari (usahakan membaca  malam dengan anak), doa pagi hari&sore hari, duha dan ibadah rawatib. new goal?TAHAJUD!

Sebagai Ibu:

Jangka Panjang

  • mendidik anak wanita menjadi seorang ibu, istri yang baik (keahlian yang coba diperdalam: memasak,  desain interior, desain baju, dokter gigi, ahli hukum dan berdagang)
  • mendidik anak laki-laki menjadi seorang ayah, suami yang baik (keahlian yang coba diperkenalkan: otomotif, berdagang,

Jangka Pendek (2017 – 2018):

  • dapat beraktivitas berpenghasilan  dekat dengan anak
    • how? mencari peluang
  • memiliki kurikulum/tema pendidikan untuk anak untuk mewujudkan tujuan jangka panjang. rencana di tahun 2017:
    • Keislaman untuk Arrum : lebih kenal dengan Alloh melalui ciptaannya (mengenal hebatnya tubuh manusia, berbagai macam hewan dan tumbuhan)
      • how? baca buku mengenai tubuh, ke taman safari dg sebelumnya menyiapkan materi hewan, berkebun di rumah.
    • Keahlian untuk Arrum : membiasakan membaca &menulis; naik sepeda & berenang; hafalan juz 30 & iqro
      • how? berlatih bersama arrum saat pulang kantor (membaca, menulis&iqro secara bergantian), weekend diisi dengan berenang atau naik sepeda, setiap mau tidur dilantunkan murrotal/ibu mengulang surat pendek.
    • Kemandirian untuk Arrum : mandi sendiri, tidur sendiri, menyiapkan peralatan menginap sendiri, membersihkan kamar& mainannya sendiri.
      • how?membacakan buku terkait tema mandiri, membiasakan/praktek terutama saat weekend, bekerjasama dengan guru di sekolah
    • kepribadian untuk Arrum  : penyayang, mudah meminta maaf, lebih mengontrol tangan&kakinya (agar tidak berantem fisik)
      • how?membacakan buku terkait adab, mencontohkan dan memberikan sugesti positif sebelum tidur
  • lebih menikmati dan memperbanyak main dengan anak
    • how? urusan rumah maksimal 30 menit dilakukan sepulang kerja, jika tidak selesai dilanjutkan di pagi hari (saat anak masih tidur)
  • mendekatkan anak dan keluarga dengan masjid
    • how?diusahakan solat isya di masjid dekat rumah dan weekend harus ada aktivitas solat berjamaah di masjid/mushola

Sebagai Istri:

Jangka Panjang:

  • suami nyaman, selalu sakinnah, mawaddah, warrahmah. *normatif ya?gapapa deh, emang ini KPI nya.
    • parameternya: cinta, rasa cinta itu, deg2an di dada, kuch2 ho ta hei selalu ada diantara suami& istri walaupun masuk usia 30, 35, 40 tahun dan seterusnya 🙂

Jangka Pendek (2017-2018):

ini hasil bertanya ke suami yah.. saat pulang kerja, di tengah kemacetan, suami disodori pertanyaan berat ini dan alhamdulillah dijawab.. alhamdulillah lagi, paksu ga aneh2 dan membuat istrinya senyam senyum karena sedikit banyak sudah dilakukan.. jadi seakan2 KPI yang mudah dicapai,ga susah2 amat..hehehe:p

  • istri yang selalu bangun pertama
    • how? hehe.. kaget juga mendengar parameternya ini, tapi ternyata ini penting bagi paksu ya. siap komandan! caranya? niat dari malamnya 🙂 parameter keberhasilan?always everyday become the first 🙂
  • istri yang selalu mengajak solat tepat waktu
    • how? menjaga tingkat keimanan ya agar semangat terus (lihat KPI sebagai indiividu, sdh sesuai kan?)
  • istri yang bisa masak lebih dari 20 jenis masakan-> optimis di 2017 ini bisa (bukan asal masak tapi yg lezat)
    • yes, ini memang menjadi momok ya, kerasa juga kalau ga bisa masak berbagai macam jadinya itu lagi itu lagi.. tapi insyaalloh bisa, caranya? tiap weekend disempetin coba 1 resep baru, apapun rasanya mari dimakan 🙂
  • istri yang lebih banyak menghabiskan waktu bersama anak
    • how? ini sudah inline dengan KPI diatas sebagai ibu kan? 🙂

Kalau boleh kuliah lagi,ambil jurusan apa?

January 24, 2017

Awal tahun 2017,artinya semangat masih sangat besar,sangat membara dan meluap2 😄

Ujungnya apa sih dalam hidup?goalnya apa?

apalagi kalau bukan syurga.surga sodarah2.syurga bersama keluarga.

sudah tau dari kecil tp kenapa sering kelupaan ketika sedang asik di dunia?serasa hidup selamanya,itulah manusia.sering lupa.

Kalau mau dibuat diagram sederhana,begini mungkin ya:

Surga (how?)-> lewat suami/keluarga (how?)-> keluarga yg islami

Saya yakin,keluarga yg islami bukan tumbuh dari banyaknya wejangan yg disampaikan orang tua,melainkan hanya bisa tumbuh dari contoh orang tuanya.contoh yg persistent!

Orang tuanya akan bisa konsisten jika memiliki ilmu dan memang sudah menjadi kebiasaan dalam dirinya.banyak ya tugas orang tua?bener banget..!

Mungkin itulah ladang pahalanya..

Nah  bicara ttg ilmu,jadi ibu itu kok ga bs selalu pede ya?apalagi sejak hidup mandiri.semakin SERU dan terlihat bahwa ilmu yg ada baru sekedarnya.

bicara tentang ilmu,kalau saja tahu rasanya akan begini,mungkin sebaiknya kita ikut jurusan manajemen keluarga yah:D sayang,jurusan itu tidak pernah ada di bangku kuliahan manapun.

Tapai kalau boleh berandai-andai,melihat kembali ke judul diatas yaitu kalau boleh kuliah lagi,mau ambil jurusan apa?

Yuk..coba ikutan meresapi…mojok duli dimana lalu merenung…hmm..dapet ga feels nya?

Kalau saya…? akan memilih hal berikut:

  • Universitas kehidupan,
  • Jurusan yg mau diambil jurusan keluarga sakinnah mawaddah warrahmah
  • Kekhususan:tata boga,tata busana,tata rias,tata graha,art n craft & psikologi

Akeh tenan? Apa ini ujungnya akan membentuk keluarga islami?iya insyaalloh.karena ibunya sudah pede atau tepatnya merasa pede?.hehe.

Banyak,bukan berarti ga bs kan?remah2nya kan sebenarnya sudah ada didiri,butuh dipertajam saja*menghibur diri😄

How?kita mulai ya breakdown:

Psikologi:

  • Via medsos:Follow ig parenting,join grup parenting fb,baca forum/blog ibu2 hebat&ikut kulwap.
  • Via dunia nyata:ikut kelas parenting di kantor&kajian muslimah ttg keluarga.
  • Via buku:masih banyak buku2 parenting yg belum selesai dibaca😂
  • Via aplikasi:dpt ilmu satu,sharing ke suami sebagai partner utama lalu coba langsung diterapkan.dpt ilham cara bermain,cara menangani anak,program untuk anak,dll ambil 1 yg pas lalu coba dijalani dan lihat reaksinya.

Tata boga:

Ga cengeng kalau ga ada art,tetap santai dan sadar bahwa inilah cara agar terbiasa masak bervariasi,sehat&cepat utk keluarga.

  • Via medos: follow ig resep/maska cepat.capscreen lalu save di folder khusus.
  • Via expert:tanya ke mama,mama dan mama😄
  • Via aplikasi:lakukan di tiap pagi utk sarapan&bekal siang&di weekend.

Tata graha:

Ini hal baru TERSERU.bahkan mungkin terlihat norak karena sedikit2 posting di ig:Dgapapa lah ya,kan tidak merugikan siapapun,isinya pun dibuat dengan caption yang semoga informatif😄.

Selama 30tahunan,ternyata baru sadar bahwa ini hal yg paling menarik yg kalau lagi dikerjakan ternyata bisa ga inget kalau sdh malam banget,ga inget kalau narik2-mindah2 barang berat,ga inget kalau ga ada duit.hahaha:😂 itu namanya passion kan?

  • Via medsos:sering2 lihat pinterest,ig,blog&youtube dsign.
  • Via aplikasi:tiap nyetir merhatiin rumah2&gedung sepanjang senopati prapanca.cara pengaplikasian tanaman,bentuk jendela,furniture&letak,sampai plafon.

Paling seru,coba terapin di rumah.karena sdh punya lab sendiri jadi bebas bereksperimen,tinggal ijin suami aja(yg ga boleh adalah maku2😂)-terancam tidak bisa mengikuti  tren masang2 quote ya sodarah2!

Tata busana:

Ini ni,kayaknya sense nya paling cuek.tp alhamdulillah diimbangi suami dan diimbangi suasana kantor dimana banyak temen2 yg hit,yg enak dilihat cara berbusananya,jd paling ga teringatkan terus untuk memperhatikan hal ini.

ART&CRAFT:

ingin bisa jahit,ingin terbiasa pegang gunting,ingin terbiasa pegang kuas..

Art(literaly ya,bukan a re te yg satunya lho bu ibu),art ini memang beneran asing untuk saya,jadi saat ini jika didepan putra putri tercinta,saya akan berpura2 untuk terbiasa sambil terus tidak menolak melakukan (melukis,menggambar,membuat rumah2an dari kardus).

2 rasa diatas benar2 jadi hal utama yang harus ditanggulangi dan sebagai pembelajaran bagi saya sebelum benar2 harus mengambil kursus(jika perlu).

nah kalau hal2 diatas sdh bertambah tajam,pede kayaknya bakal meningkat,suasana juga pasti lebih baik karena ibunya sudah ahli mengelola pemandangan rumah&interiornya,penampilan keluarga,makanan yg sehat.

Ujungnya.. program2 menuju keluarga islami bs dijalankan karena sudah ga ada PR lagi.

Bonusnya ada ga ya?bonusnya semoga juga tercapai pola pengasuhan untuk putri tercinta yaitu mempersiapkannya menjadi istri dan ibu😍

sudah tau mau kuliah apa,sekarang kita bicara tentang adab menuntut ilmu ya.

Hal terpenting yg harus dipersiapkan adalah “mengosongkan pikiran” maksudnya agar gelas kosong nantinya akan terisi penuh (hilang rasa sok tahu). Caranya bagaimana?Karena ini terkait dengan hati ya..maka.. bersihkanlah hatinya..

kalau untuk saya,caranya yaitu dengan solat,berdoa dan membaca quran secara rutin.

Jadi setelah baca hal2 diatas,kalau ada yang mirip2 dan sudab mewujudkan, dan ada yang bisa sharing cara2 mudah aplikatif untuk mewujudkan,atau yang mau ajak masuk komunitas ibu2:D,boleh banget sharing ya..

Bismillahirrahmaanirraahiim..
Semangat!insyaalloh terwujud😄

Happy a long life study everybody! Never stop is a must😄:D