Temu Bakat

March 10, 2017

Bismillah,

hasil pengisian temu bakat saya attach dibawah ya;temu bakat.jpg

insight dari website ini juga jelas, lihat potensi positif, kuatkan.

untuk kekurangan agar diketahui lalu berusaha diminimalisir tapi tetap ya fokus ke strength!

lalu untuk aktivitas berdasarkan kuadran, coba dibuat dibawah ini ya:

 

terlihatkuadran diri.jpg

saat membuat kuadran diatas, merenung sangat lama di kuadran tidak suka tapi bisa. kuadran ini beneran membuat bingung dan ternyata bisa juga menyadarkan bahwa selama ini melakukan apa yang kita suka, alhamdulillah.

untuk kuadran tidak suka dan tidak bisa juga awalnya tidak cuma 1 point,tapi akhirnya saya pindahkan beberapa aktivitas yg sedang saya usahakan untuk saya menyukainya, jadi berpindahlah ia ke kuadran suka tapi tidak bisa! (artinya ini yg harus dipelajari).

this is it! alhamdulillah, ‘ala kulli hal 🙂

happy friday yeay!

 

 

Advertisements

Desain Pembelajaran

February 24, 2017

Tugas kali ini really clueless!.

Berbekal tutorial dari fasilitator dan video bu septi.Beberapa yg saya highlight adalah ini:

  • Sesuaikan cara belajar dengan zamannya
  • PENTING untuk menciptakan SUKA dibanding bisa
  • Gunakan selalu 5W+1H dalam setiap pembelajaran
  • Lakukan observasi, amati anak sesering mungkin agar dapat menentukan di sisi apa anak lebih “berbinar”
  • Setelah menemukan kelebihannya, gunakan prinsip “meninggikan gunung dan meratakan bukit” yaitu asah terus kelebihannya agar dia menjadi ahli dan untuk kekurangannya cukup dikejar hingga tingkat rata-rata saja.
  • Quote penting di zaman ini: “Thesedays, good is not enough, we need to be different.”

menjawab tantangan di minggu ini yaitu membuat desain pelajaran, saya juga coba melakukan browsing mengenai desain pembelajaran. Desain yang umum dipakai adalah ADDIE, yaitu Analysis-> Design -> Development -> Implementation -> Evaluation -> back to Analysis

menerapkan hal diatas, PR yang saat ini masih on progress adalah Analysis and Design. Untuk A&D untuk diri saya banyak terjawab di tugas sebelumnya terkait ilmu apa yang ingin saya cari yaitu berdagang (agar tetap berpenghasilan) dan parenting.

Untuk A&D kakak 4.5 yo dan Adik 2.5 yo, berikut hasil analisis dan desain untuk mereka di masa balita ini (mengutip tugas 2):

  • Keislaman : lebih kenal dengan Alloh melalui ciptaannya (mengenal hebatnya tubuh manusia, berbagai macam hewan dan tumbuhan)
  • Keahlian: membiasakan membaca &menulis; naik sepeda & berenang; hafalan juz 30 & iqro
  • Kemandirian: mandi sendiri, tidur sendiri, menyiapkan peralatan menginap sendiri, membersihkan kamar& mainannya sendiri.
  • Kepribadian: penyayang, mudah meminta maaf, lebih mengontrol tangan&kakinya

diluar itu semua, tugas kami sebagai ayah ibu di masa golden age ini adalah secara fitrah mengikuti proses keluarnya kemampuan yang sudah ada di dalam diri mereka dan  mengajak mereka melihat dunia serta menyampaikan berbagai hal sebanyak-banyaknya.

berikut saya buat corat-coret desain pembelajaran versi saya yang kami gunakan selama ini;

 

Point pertama

yaitu Tentukan Tema, kami seringnya memiliki tema spontan bagi anak,Saya akui untuk tema memang masih belum tertata rapi. Tanpa ditulis tema utk kakak dan adik lebih ke tauhid, checklist kemampuan sesuai umur dan situasional dirumah. Atau sering juga tema muncul dari keinginan jalan-jalan ke suatu tempat!:D. Nah sebagai contoh tema yang kami ambil kemarin yaitu ciptaan ALLOH yaitu Hewan. 

Point kedua

yaitu menyampaikan konsep dan ilmu. Hewan adalah hal pendukung yang kami gunakan untuk mengenalkan Kakak dan Adik pada Tuhan mereka, Alloh SWT. Konsep Esa, Tuhan kami sampaikan seringan mungkin tapi juga tidak dimudah-mudahkan sehingga pemahaman mereka lurus. contoh jika mereka tanya “Alloh ada dimana Bu?”, saat kami bisa maka kami akan jawab,tapi jika ragu, kami akan cari jawaban yg  pas dan lurus. Untuk pertanyaan Arrum ini salah jika kita jawab ‘Alloh dimana2’, melainkan Alloh itu dekat dengan kita sedekat denyut nadi kita.

Point ketiga,

yaitu How?media nya apa? untuk media yg utama kami pakai adalah buku. jadi saya suka mencari buku baik dari dalam maupun luar yang mendukung tema saat itu.preloved ..preloved book..hehe. 

Jadi jika disambungi dengan ciptaan Alloh, yaitu hewan, maka beberapa hari itu kami akan membahas hewan, hewan dan hewan. Kami juga biasa (dengan porsi lebih sedikit dari buku) untuk menggunakan video youtube yang kami saveoffline atau program tv lainnya yang mendukung. Media lain yaitu bermain.. ini pasti ya, bisa menggambar atau dari mainan hewan dan media lain yaitu mengajak kakak adik untuk langsung datang ke majlis ilmu.

Point keempat,

ini yang paling asik! ups. hehe.;) .

Karena kami yakin jika ilmu itu dipraktekan atau di’bumi’kan sakah satunya yaitu dg cara jalan2 maka akan lebih melekat di pikiran bahkan rasa.. :)jadi dengan tema diatas kami pilih utk berkunjung me taman safari. Sebelumnya Ibu sibuk survey agar tau exactly apa yg ada disana berikut jadwal2nya agar optimal apa yg ingin dicapai dan pastinya sepanjang jalan2, kami tidak lupa selalu mengaitkan hewan, perilakunya, ilmu ttg hewan dengan ciptaan Alloh.

Poin kelima

Lalu setelah acara jalan-jalan selesai, di malam harinya saat ingin tidur, mulai deh ibu tanya2 ke kakak dan adik ttg kegiatan seharian tadi. kakak adik ini dapat ga ya message nya? inilah masa evaluasi. kalau belum pas, ibu wajib kembali ke alur awal. bukan berarti jalan2 ke taman safari harus diulang ya, tapi coba dg cara lainnya yg ada disekitar.

jika lulus poin lima ini, maka done! lanjut ke tema selanjutnya..

tapiii ingat saat masuk tema selanjutnya.. tema ciptaan Alloh ini harus selalu disebut2 karena termasuk tema mendasar yang harus ada di mereka 🙂
Lalu kenapa desain ini judulnya desain pembelajaran ibu dan anak?

Yes! Karena saya juga memakai metode ini utk apa yg sdg saya pelajari saat ini☺

 

 

 

 

 

 

 


Point Insight dan 3 hal yang akan dilakukan bersama anak!

February 10, 2017

Selasa lalu ada pembelajaran perdana mengenai homeschooling.. agar lebih ingat dan terasa, maka saya putuskan untuk ditulis disini (tapi ini masih menit ke 52 dari 2 jam ya!)

images 2.jpg

lagi-lagi terpana! ah memang jadi orang tua itu banyak hal yang tidak diketahui. saya coba tuliskan point2 penting yg kucatat (yg lain juga penting tapi ini sedang mengena di diri).

  1. penerapan dan eksekusi; sebanyak apapun materi yang kita peroleh, hal terpenting adalah penerapannya. yap, i’m on process to execute some!
  2. Yang sedang kita bangun dalam masa usia dini ini adalah pondasi! pondasi dan pondasi!jadi jangan berharap ibu akan menemukan apa bakat si anak saat ini. ibu akan memetik buahnya nanti, saat mereka sudah remaja (kukutip dari penjelasan fasilitator)
  3. Membandingkan kemampuan anak dengan anak lain? jangan ya! kalau ingin membandingkan, bandingkanlah bagaimana anak kita bulan lalu dan bulan ini, bagaimana ia minggu lalu dan minggu ini.
  4. kebutuhan utama 5 tahun pertama (sisa 6 bulan lagi untuk si Kakak) adalah bagaimana membuat ia aman nyaman dan kebutuhan emosinya terpenuhi.
  5. 3 tujuan utama HS usia dini: anak SEHAT, anak BAHAGIA, anak SIAP MENJELAJAH DUNIA.

 

Sebelum mendengarkan rekaman materi diatas (masih 52 menit ya), coba-coba langsung mengerjakan PR yaitu menyebutkan 3 kegiatan yang akan dilakukan bersama anak. jawabannya apa coba?

  1. Berlatih sepeda atau berenang setiap minggunya
  2. Membiasakan anak ke masjid bersama (usahakan di isya tapi minimal weekend)
  3. melatih kakak untuk bisa mandi sendiri dan melatih adik untuk toilet training

terlihat ya komitmen kegiatannya material semua..! hehe. seperti target ibu2 ke anak..

setelah mendengan materi dari fasilitator, komitmen menjadi berubah,  menjadi:

  1. saat anak bangun dan memanggil hitungan ke 5 sudah menemuinya dan memeluknya serta menenangkannya (sering saat pagi, ibu sedang menyiapkan sarapan dan bekal, anak bangun dan meminta ditemani)
  2. menemaninya bermain. Ibu duduk diam benar2 menemaninya bermain. (sebagai ibu2 yang pikirannya ke mana2 dan tugasnya ke mana2, inginnya semua dilaukan dan selesai sempurna, jadi suka main sambil menyapu atau lipat pakaian. mainnya apa?sebenarnya hanya menjawab atau merespon pembicaraan anak)
  3. menanamkan tauhid; mengenalkan Alloh berulang2 dalam cerita atau kegiatan sehari2 dan ciptaanNya, mengulang-ngulang surat pendek, melakukan rutin solat berjamaah (di rumah dan masjid) serta memberikan sugesti positif pada anak sebelu tidur. (ini tidak lain tidak bukan untuk menebalkan jembatan neuro nya).

semoga Alloh memudahkan ikhtiar kami..

innallaha ma’ana..

 

 


KPI IBU PROFESIONAL

February 3, 2017

ehem.. berat kali judul kita kali ini..

tapi gapapa ya, hidup kan cuma sekali, jadi jangan sampai menyesal! *tarik nafas dalam2 sambil terus berpikir mau menulis apa selanjutnya 🙂

kali ini dapat Nice home work mengenai KPI ibu profesional, dibagi menjadi 3 (tiga) peran, sebagai ibu, istri dan sebagai individu. metode untuk menyusunnya pun diarahkan untuk dapat menanyakan ke sekeliling kita, berdiskusi ke suami dan berdiskusi ke anak..

makin berat kan.. berat menerima kenyataan atas jawabannya.. 😥

walaupun berat, kenyataan harus tetap ditulis saudara-saudara!

yuk, kita mulai:

Sebagai Individu:

Jangka Panjang:

  • Punya lembaga pendidikan sebelum usia 40 tahun (karena suka mengajar dan ingin memiliki ilmu yang bermanfaat sehingga menjadi amal jariah kelak)
  • Punya perpustakaan untuk sekitar sebelum usia 35 tahun (buku bertumpuk alangkah lebih berguna bisa dibuatkan garasi perpustakaan, kecil, outdoor dan nyaman)

Jangka Pendek :(2017 – 2018)

  • tetap berpenghasilan, jika harus keluar maka lokasinya yang dekat dari rumah (jarak tempuh <30 menit dari rumah)
  • memiliki DANA DARURAT dan investasi (reksadana dan LM) -> menyisihkan menabung dana darurat mulai Maret 2017-Des 2017, Maret 2016 – Juni 2017 buka reksadana dan beli LM
  • mempersiapkan dana haji (after dana darurat ready, start Juli 2017)
  • memperdalam keilmuan yang disenangi dan dibutuhkan(parenting) -> ikut IIP dan Webinar HS
  • mengikuti komunitas yang bermanfaat (interior desain, parenting & bahasa) -> start ikut di grup media sosial, berperan aktif di alumni SMU, kuliah, SMP, ibu2 sekolah, komplek rumah
  • mengikuti kajian islam secara rutin -> ikut kajian di kantor atau masjid dekat rumah (setiap bulan)
  • menjaga ibadah harian ->baca quran setiap hari (usahakan membaca  malam dengan anak), doa pagi hari&sore hari, duha dan ibadah rawatib. new goal?TAHAJUD!

Sebagai Ibu:

Jangka Panjang

  • mendidik anak wanita menjadi seorang ibu, istri yang baik (keahlian yang coba diperdalam: memasak,  desain interior, desain baju, dokter gigi, ahli hukum dan berdagang)
  • mendidik anak laki-laki menjadi seorang ayah, suami yang baik (keahlian yang coba diperkenalkan: otomotif, berdagang,

Jangka Pendek (2017 – 2018):

  • dapat beraktivitas berpenghasilan  dekat dengan anak
    • how? mencari peluang
  • memiliki kurikulum/tema pendidikan untuk anak untuk mewujudkan tujuan jangka panjang. rencana di tahun 2017:
    • Keislaman untuk Arrum : lebih kenal dengan Alloh melalui ciptaannya (mengenal hebatnya tubuh manusia, berbagai macam hewan dan tumbuhan)
      • how? baca buku mengenai tubuh, ke taman safari dg sebelumnya menyiapkan materi hewan, berkebun di rumah.
    • Keahlian untuk Arrum : membiasakan membaca &menulis; naik sepeda & berenang; hafalan juz 30 & iqro
      • how? berlatih bersama arrum saat pulang kantor (membaca, menulis&iqro secara bergantian), weekend diisi dengan berenang atau naik sepeda, setiap mau tidur dilantunkan murrotal/ibu mengulang surat pendek.
    • Kemandirian untuk Arrum : mandi sendiri, tidur sendiri, menyiapkan peralatan menginap sendiri, membersihkan kamar& mainannya sendiri.
      • how?membacakan buku terkait tema mandiri, membiasakan/praktek terutama saat weekend, bekerjasama dengan guru di sekolah
    • kepribadian untuk Arrum  : penyayang, mudah meminta maaf, lebih mengontrol tangan&kakinya (agar tidak berantem fisik)
      • how?membacakan buku terkait adab, mencontohkan dan memberikan sugesti positif sebelum tidur
  • lebih menikmati dan memperbanyak main dengan anak
    • how? urusan rumah maksimal 30 menit dilakukan sepulang kerja, jika tidak selesai dilanjutkan di pagi hari (saat anak masih tidur)
  • mendekatkan anak dan keluarga dengan masjid
    • how?diusahakan solat isya di masjid dekat rumah dan weekend harus ada aktivitas solat berjamaah di masjid/mushola

Sebagai Istri:

Jangka Panjang:

  • suami nyaman, selalu sakinnah, mawaddah, warrahmah. *normatif ya?gapapa deh, emang ini KPI nya.
    • parameternya: cinta, rasa cinta itu, deg2an di dada, kuch2 ho ta hei selalu ada diantara suami& istri walaupun masuk usia 30, 35, 40 tahun dan seterusnya 🙂

Jangka Pendek (2017-2018):

ini hasil bertanya ke suami yah.. saat pulang kerja, di tengah kemacetan, suami disodori pertanyaan berat ini dan alhamdulillah dijawab.. alhamdulillah lagi, paksu ga aneh2 dan membuat istrinya senyam senyum karena sedikit banyak sudah dilakukan.. jadi seakan2 KPI yang mudah dicapai,ga susah2 amat..hehehe:p

  • istri yang selalu bangun pertama
    • how? hehe.. kaget juga mendengar parameternya ini, tapi ternyata ini penting bagi paksu ya. siap komandan! caranya? niat dari malamnya 🙂 parameter keberhasilan?always everyday become the first 🙂
  • istri yang selalu mengajak solat tepat waktu
    • how? menjaga tingkat keimanan ya agar semangat terus (lihat KPI sebagai indiividu, sdh sesuai kan?)
  • istri yang bisa masak lebih dari 20 jenis masakan-> optimis di 2017 ini bisa (bukan asal masak tapi yg lezat)
    • yes, ini memang menjadi momok ya, kerasa juga kalau ga bisa masak berbagai macam jadinya itu lagi itu lagi.. tapi insyaalloh bisa, caranya? tiap weekend disempetin coba 1 resep baru, apapun rasanya mari dimakan 🙂
  • istri yang lebih banyak menghabiskan waktu bersama anak
    • how? ini sudah inline dengan KPI diatas sebagai ibu kan? 🙂

Kalau boleh kuliah lagi,ambil jurusan apa?

January 24, 2017

Awal tahun 2017,artinya semangat masih sangat besar,sangat membara dan meluap2 😄

Ujungnya apa sih dalam hidup?goalnya apa?

apalagi kalau bukan syurga.surga sodarah2.syurga bersama keluarga.

sudah tau dari kecil tp kenapa sering kelupaan ketika sedang asik di dunia?serasa hidup selamanya,itulah manusia.sering lupa.

Kalau mau dibuat diagram sederhana,begini mungkin ya:

Surga (how?)-> lewat suami/keluarga (how?)-> keluarga yg islami

Saya yakin,keluarga yg islami bukan tumbuh dari banyaknya wejangan yg disampaikan orang tua,melainkan hanya bisa tumbuh dari contoh orang tuanya.contoh yg persistent!

Orang tuanya akan bisa konsisten jika memiliki ilmu dan memang sudah menjadi kebiasaan dalam dirinya.banyak ya tugas orang tua?bener banget..!

Mungkin itulah ladang pahalanya..

Nah  bicara ttg ilmu,jadi ibu itu kok ga bs selalu pede ya?apalagi sejak hidup mandiri.semakin SERU dan terlihat bahwa ilmu yg ada baru sekedarnya.

bicara tentang ilmu,kalau saja tahu rasanya akan begini,mungkin sebaiknya kita ikut jurusan manajemen keluarga yah:D sayang,jurusan itu tidak pernah ada di bangku kuliahan manapun.

Tapai kalau boleh berandai-andai,melihat kembali ke judul diatas yaitu kalau boleh kuliah lagi,mau ambil jurusan apa?

Yuk..coba ikutan meresapi…mojok duli dimana lalu merenung…hmm..dapet ga feels nya?

Kalau saya…? akan memilih hal berikut:

  • Universitas kehidupan,
  • Jurusan yg mau diambil jurusan keluarga sakinnah mawaddah warrahmah
  • Kekhususan:tata boga,tata busana,tata rias,tata graha,art n craft & psikologi

Akeh tenan? Apa ini ujungnya akan membentuk keluarga islami?iya insyaalloh.karena ibunya sudah pede atau tepatnya merasa pede?.hehe.

Banyak,bukan berarti ga bs kan?remah2nya kan sebenarnya sudah ada didiri,butuh dipertajam saja*menghibur diri😄

How?kita mulai ya breakdown:

Psikologi:

  • Via medsos:Follow ig parenting,join grup parenting fb,baca forum/blog ibu2 hebat&ikut kulwap.
  • Via dunia nyata:ikut kelas parenting di kantor&kajian muslimah ttg keluarga.
  • Via buku:masih banyak buku2 parenting yg belum selesai dibaca😂
  • Via aplikasi:dpt ilmu satu,sharing ke suami sebagai partner utama lalu coba langsung diterapkan.dpt ilham cara bermain,cara menangani anak,program untuk anak,dll ambil 1 yg pas lalu coba dijalani dan lihat reaksinya.

Tata boga:

Ga cengeng kalau ga ada art,tetap santai dan sadar bahwa inilah cara agar terbiasa masak bervariasi,sehat&cepat utk keluarga.

  • Via medos: follow ig resep/maska cepat.capscreen lalu save di folder khusus.
  • Via expert:tanya ke mama,mama dan mama😄
  • Via aplikasi:lakukan di tiap pagi utk sarapan&bekal siang&di weekend.

Tata graha:

Ini hal baru TERSERU.bahkan mungkin terlihat norak karena sedikit2 posting di ig:Dgapapa lah ya,kan tidak merugikan siapapun,isinya pun dibuat dengan caption yang semoga informatif😄.

Selama 30tahunan,ternyata baru sadar bahwa ini hal yg paling menarik yg kalau lagi dikerjakan ternyata bisa ga inget kalau sdh malam banget,ga inget kalau narik2-mindah2 barang berat,ga inget kalau ga ada duit.hahaha:😂 itu namanya passion kan?

  • Via medsos:sering2 lihat pinterest,ig,blog&youtube dsign.
  • Via aplikasi:tiap nyetir merhatiin rumah2&gedung sepanjang senopati prapanca.cara pengaplikasian tanaman,bentuk jendela,furniture&letak,sampai plafon.

Paling seru,coba terapin di rumah.karena sdh punya lab sendiri jadi bebas bereksperimen,tinggal ijin suami aja(yg ga boleh adalah maku2😂)-terancam tidak bisa mengikuti  tren masang2 quote ya sodarah2!

Tata busana:

Ini ni,kayaknya sense nya paling cuek.tp alhamdulillah diimbangi suami dan diimbangi suasana kantor dimana banyak temen2 yg hit,yg enak dilihat cara berbusananya,jd paling ga teringatkan terus untuk memperhatikan hal ini.

ART&CRAFT:

ingin bisa jahit,ingin terbiasa pegang gunting,ingin terbiasa pegang kuas..

Art(literaly ya,bukan a re te yg satunya lho bu ibu),art ini memang beneran asing untuk saya,jadi saat ini jika didepan putra putri tercinta,saya akan berpura2 untuk terbiasa sambil terus tidak menolak melakukan (melukis,menggambar,membuat rumah2an dari kardus).

2 rasa diatas benar2 jadi hal utama yang harus ditanggulangi dan sebagai pembelajaran bagi saya sebelum benar2 harus mengambil kursus(jika perlu).

nah kalau hal2 diatas sdh bertambah tajam,pede kayaknya bakal meningkat,suasana juga pasti lebih baik karena ibunya sudah ahli mengelola pemandangan rumah&interiornya,penampilan keluarga,makanan yg sehat.

Ujungnya.. program2 menuju keluarga islami bs dijalankan karena sudah ga ada PR lagi.

Bonusnya ada ga ya?bonusnya semoga juga tercapai pola pengasuhan untuk putri tercinta yaitu mempersiapkannya menjadi istri dan ibu😍

sudah tau mau kuliah apa,sekarang kita bicara tentang adab menuntut ilmu ya.

Hal terpenting yg harus dipersiapkan adalah “mengosongkan pikiran” maksudnya agar gelas kosong nantinya akan terisi penuh (hilang rasa sok tahu). Caranya bagaimana?Karena ini terkait dengan hati ya..maka.. bersihkanlah hatinya..

kalau untuk saya,caranya yaitu dengan solat,berdoa dan membaca quran secara rutin.

Jadi setelah baca hal2 diatas,kalau ada yang mirip2 dan sudab mewujudkan, dan ada yang bisa sharing cara2 mudah aplikatif untuk mewujudkan,atau yang mau ajak masuk komunitas ibu2:D,boleh banget sharing ya..

Bismillahirrahmaanirraahiim..
Semangat!insyaalloh terwujud😄

Happy a long life study everybody! Never stop is a must😄:D


dibalik Hati Seorang Ayah

January 28, 2010

tulisan yang satu ini bukan tulisan dita, tp saya sangat ingin membaginya..

sayangnya saya tidak dapat menemukan identitas penulis aslinya..

Hati Seorang Ayah

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa,
Yang sedang bekerja diperantauan,
yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri,
yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..
Akan sering merasa kangen sekali dengan Ibunya.
Lalu bagaimana dengan Ayah?
Mungkin karena Ibu lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Ibu-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,
Tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Ayah bekerja
Dan dengan wajah lelah Ayah selalu menanyakan pada Ibu tentang kabarmu Dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil…… Ayah biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Ayah mengganggapmu bisa, Ayah akan melepaskan roda bantu di sepedamu…… Kemudian Ibu bilang : “Jangan dulu Ayah, jangan dilepas dulu roda bantunya” , Ibu takut putri manisnya terjatuh lalu terluka…. Tapi sadarkah kamu? Bahwa Ayah dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, Dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA. Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Ibu menatapmu iba. yTetapi Ayah akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang” Tahukah kamu, Ayah melakukan itu karena , Ayah tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi? Saat kamu sakit pilek, Ayah yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : “Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”. Berbeda dengan Ibu yang memperhatikan dan menasihatimu dengan Lembut.

Ketahuilah, saat itu Ayah benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja…. Kamu mulai menuntut pada Ayah untuk dapat izin keluar malam, dan Ayah bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”. Tahukah kamu, bahwa Ayah melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi Ayah, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga..Setelah itu kamu marah pada Ayah, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu….. Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Ibu….

Tahukah kamu, bahwa saat itu Ayah memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, Bahwa Ayah sangat ingin mengikuti keinginanmu, tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu? Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, nAyah akan memasang wajah paling cool sedunia…. : Ayah sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu…… Sadarkah kamu, kalau hati Ayah merasa cemburu? Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Ayah melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, ykamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan Ayah adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir… .. Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut – larut….. Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam Hati Ayah akan mengeras dan Ayah memarahimu…. Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Ayah akan segera datang? “Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Ayah” Setelah lulus SMA, Ayah akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.

Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Ayah itu semata – mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti…

Tapi toh Ayah tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Ayah , Ketika kamu menjadi gadis dewasa…. Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain… Ayah harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Ayah terasa kaku untuk memelukmu?
Ayah hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. . Padahal Ayah ingin sekali menangis seperti Ibu dan memelukmu erat-erat. Yang Ayah lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut mata dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”. Ayah melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Ayah.

Ayah pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain. Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Ayah tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan… Kata-kata yang keluar dari mulut Ayah adalah : “Tidak…. Tidak bisa!”

Padahal dalam batin Ayah, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Ayah belikan untukmu”.

Tahukah kamu bahwa pada saat itu Ayah merasa gagal membuat anaknya tersenyum? Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.

Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. Ayah akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”

Sampai saat seorang teman lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Ayah untuk mengambilmu darinya. Ayah akan sangat berhati-hati memberikan izin.. Karena Ayah tahu….. Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisiku nanti. Dan akhirnya…. Saat Ayah melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Ayah pun tersenyum bahagia…. Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Ayah pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis? Ayah menangis karena Ayah sangat berbahagia, kemudian Ayah berdoa….Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Ayah berkata: “Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik…. Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik…. Bahagiakanlah ia bersama suaminya…” Setelah itu Ayah hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk… Dengan rambut yang telah dan semakin memutih…. Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya…. Ayah telah menyelesaikan tugasnya….Ayah, Bapak, Papa atau Abah kita…Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak Menangis…

Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa ” KAMU BISA” dalam segala hal..

teruntuk bapak yang luar biasa..


moga dita bisa memberi kebahagiaan dan kebanggaan untuk bapak dan mama..

moga dita, yogi, jodi dan fathan bisa menjadi putra/i yang diharapkan bapak.. dan juga mama..


Getting Success in My Early 20’s

October 9, 2009

“I am only one, but still I am one. I cannot do everything, but still I can do something; and because I cannot do everything, I will not refuse to do something that I can do.”

Helen Keller quotes (American Author and Educator who was blind and deaf. 18801968)

success1

The previous quote is one of my favorite quotes which can push me to do anything that I can do. And I would like to start by asking a common question, “How old are you?”, “What have you got in your age?”, and “What have you done with your life?”. One of the big differences between you and the others is your achievement in your life. Achievement is not always meant and counted by money, title or certificate that you have got, but the most important thing is the process and what you’ve done for the others.

Talking about success, I am sure that everybody has the same willingness to get success in their life as soon as they can. On the other hand, all of us also believe it’s not easy for getting that success, we need many efforts and sacrifices whether time, energy, money, or even our feeling to reach our dream. And many people also think, for getting that success it needs a long process, and it only can be gotten by somebody who ever faced success and failed many times before reaching that success, so in conclusion, success is can only be reached after their age turns forties.

But, don’t you know, there are many young men and women reached their success when their age were twenties?

I will show you some of them,

googleThe founder of Google, Larry Page and Sergey Brin.

Larry Page thought that he was really lucky to have such a supportive environment when he was growing up. His dad was a professor on computer science, and they had computers lying around the house since he was in a really early age. From a very early age, he also realized he wanted to invent things and because he figured that inventing things wasn’t any good: you really had to get them out into the world and have people use them to have any effect. So probably he said when he was 12, he knew he was going to start a company eventually. And he became CEO when he was 27.

success_keyAnd also his partner, Sergey Brin, he was also 27 year old when becoming a CEO. He was so interested in math and computer and he thought the most inspiring thing to him is invent something. But as his ages grew his mind changed, he thought the most important was how to produce something that was useful. And talking about challenges, he thought the age is a real issue. It’s certainly handicap in the sense of being able to manage people and to hire people and all these kinds of things. To figure out these issues, he thinks in terms of understanding where things are going to go, having a vision about the future, and really understanding the industry he is in, and what the company does and also sort of the unique position of starting a company and working on it for three years before starting the company. Then working on it pretty hard, whatever, 24 hours a day.

Liem Swie King (Indonesia, Badminton athlete legend) and Kim Yu Na (South Korean, The 2009 World Figure Skating Championship)

kingKing that we called for this athlete legends, He is Indonesian and had become a winner in several world badminton competitions, for instance his best achievements was as a winner in All England at 1978, 1979 and 1981. “King Smash” was his brand for his technique in smash, with the speed of 300 Km/hour. He was born from a modest family at one village in East Java; His father was his coach at that time. Since he was in elementary student, his father supported him and even forced him to become the best badminton player. Practicing regularly, giving motivation and even punishment were all the things on his young life. Sometimes because of misunderstanding he had some conflict with his father, but because of big support from his best friends and also neighborhood, he could reach his dream on early twenties.

Kim Yu Na, as the famous athlete in skater nowadays is also inspiring, getting the gold medal at The 2009 World Figure Skating Championship concluded with Ladies Long Program. When it was in 1998 Nagano Olympic Games, she tapped the whole competition and watched it everyday until the skater’s routines were imprinted on her mind. At the age 14 she made her junior international debut but people pointed out that she lacked artistic expressions while no one denied her superior technique. And finally she found out her solution when she did “El Tango de Roxanne”, and until now she still practices to improve her skill and enjoy what she chose.

Any kinds of what we choose in our life now, I am sure that we will face the result on the future whether twenties, thirties or older than that. All of the successful persons have started their efforts since they were in young age, or even started and focus to reach their dream on their early twenty. So now, if you know that you have your dream don’t ever think that it is impossible. Nothing is impossible if we really try to get it. Start with believing, continue with breaking down your target to plan and start from now.

I have watched an inspiring program, Kick Andy, on that show, they invited some successful young men and women, and here are some of the key word that I want to share, “do something that you enjoy”, “give more than expected”, “patience”. “happyconomics”[1], “follow the path”, “smooth means not grow, searching challenge”, “if you still on His track, God will give it to you”.

Success_Failure

But please just remember, our effort will not create 100% successful result, there is 1% for destiny. So 99% is our efforts, and another 1% is for destiny. So after we did as hard as we can, please put 1% for possibility of destiny. Thus when the result is not the same with what we hope, we will not give up, and still could think positively.

Hey Young Men, Good luck for change your life!

Optimism is the faith that leads to achievement. Nothing can be done without hope and confidence. Helen Keller quotes (American Author and Educator who was blind and deaf. 18801968)


[1] Happyconomics is one concept created by Yorris Sebastian (The youngest GM at Hard Rock Café in Asia Paific region) that means if you do something that you like and make you happy on your job, automatically it will support your economic/financial condition.

*published at Kyungnam Times – Fall Edition 2009