Komunikasi Produktif – DAY 1

June 2, 2017

Bismillahirrahmaanirrahiim..

Kuliah online kelas matrikulasi Institut Ibu Profesional (IIP) yg saya ikuti sudah sampai ujungnya yang ditandai dengan wisuda di akhir sy’aban lalu. Setelah kelas matrikulasi, ada kelas selanjutnya yaitu Kelas Bunda Sayang(Bunsay). Nah,saat ini kelas Bunda Sayang sudah dimulai dan materi perdana yaitu mengenai komunikasi produktif.  Terkait komunikasi, hal paling sederhana sebenarnya adalah bagaimana agar pesan kita bisa sampai ke lawan bicara kita. As simple as that!. Tapi kenapa kadang yang terjadi adalah miskom, ada pihak yang tersinggung atau bahkan penolakan atas pesan kita?saat penjelasan materi ini, ternyata ada banyak sekali hal2 yang harus kita persiapkan terlebih dahulu agar pesan baik kita dapat diterima dengan lawan bicara kita dengan baik pula.

Dari belasan teknik komunikasi produktif yang dijelaskan oleh IIP, kali ini saya diharuskan memilih salah satu poin dan fokus pada poin itu selama 10 hari berturut-turut. Kali ini yang utama ingin saya implementasikan adalah terkait komunikasi dengan pasangan. Kenapa pasangan? karena semua orang tahu bahwa para istri dari Venus namun pria dari Mars :p (really?) 😀  Selain itu kita juga tahu, bahwa selama sekian puluh tahun kita hidup, 25 tahun sudah dihabiskan bersama orang tua dan lingkungan masing-masing. Sehingga memperbaiki cara berkomunikasi saya kepada suami adalah pilihan utama yang ingin saya terapkan kali ini.

Berikut point-point komunikasi produktif versi IIP:

WhatsApp Image 2017-06-01 at 20.43.27

Tabel 1. Komprod pada Pasangan(Orang Dewasa)

WhatsApp Image 2017-06-01 at 20.43.30

Tabel 2. Komprod dengan Anak

terkait komunikasi dengan pasangan, maka tabel 1 lah yang menjadi panduan saya untuk meningkatkan kualitas dan cara berkomunikasi  terhadap suami. Kali ini yang saya pilih adalah “Choose the right time”. 

Sadar atau tidak, para istri (tunjuk diri saya sendiri) sangatlah suka berbicara! Baru saja bertemu suami dan ia belum melepaskan nafas karena lelah di pekerjaan, inginnya istri langsung saja cerita ke suami kejadian hari ini. Adakah yang merasa begitu juga? cung ! 😀 Alhamdulillah kami diberi kesempatan bertatap muka pada hari kerja(weekdays) itu lebih panjang, karena kami berangkat dan pulang bekerja dalam satu kendaraan, bersama-sama.  Nah kali ini saya mencoba mengambil waktu berkomunikasi saat berangkat kerja di pagi ini. Begini kisahnya;(mulai serius)😄

Coba dibayangkan ya, latar nya adalah didalam mobil, waktunya adalag pagi hari saat berpuasa dan dalam perjalanan dari Priok ke Sudirman.

Saat kami sudah selesai mengantar anak-anak dan memastikan semua perlengkapan sudah siap dan saat mobil sudah melaju di jalan tol dengan kondisi lalulintas tidak macet,ditambah diiringi dengan lantunan doa pagi (almatsurat) dari tape radio kami, saya merasa Nah ini ni waktu yang tepat! MARI DICOBA. Bismillah.. (tema diskusi yg ingin saya sampaikan adalah mengenai kegiatan di liburan Idul fitri),

Istri: “mas, nanti liburan idul fitri rencana kita ngapain aja?” (ujungnya mau ngajak liburan)

suami: “ya..kegiatan utama saja de yang selalu kita laksanakan tiap tahunnya”

Istri:“itu kan sehari aja juga sudah selesai. Sedangkan kita punya waktu libur seminggu”

Suami:” iya,tapi kali ini kita kunjungi saja rumah para orang tua kita (eyang2) walaupun belum ada pengumuman keluarga besar akan berkumpul dimana”.

Istri: “Selain ke keluarga yang biasanya dalam 2 hari akan selesai, ada rencana apa lagi ya?

Suami: ” kunjungi rumah tetangga, satu-satu sampai duduk dan ngobrol, bukan cuma salam-salaman depan rumah terus pulang

Istri: “oh iya, bisa juga ya cukup butuh banyak waktu juga tu. hmm..  tapi mungkin bisa juga dengan mengeluarkan segala mainan yang jarang kita pakai sama anak ya mas, agar di liburan nanti berasa bedanya dengan weekend2 yang sebelumnya

Suami: “oh iya bisa juga

alhamdulillah komunikasi berjalan dengan baik dan pembuka pesan tersampaikan sebagian, walaupun belum pada ujungnya yaitu istri ingin mengajak liburan. Kok ga langsung to the point saja?Nah ini bedanya; karena saya melihat kondisinya sudah dekat dengan kantor dan saya harus beralih menyiapkan moda transportasi lain untuk suami (go*ek maksudnya), maka cukuplah di diskusi pembuka ini 🙂

How’s your feel Dit? honestly I feel peace.. hehehe.

karena diskusinya tidak seperti diskusi ala saya yang kapan saja dimana saja dan bagaimanapun caranya, pesan harus segera disampaikan! Kali ini saya “me-ngerem” diri dengan melihat kondisi sekitar, melihat kondisi suami, barulah membuka pembicaraan.

Akankah point choose the right time berlanjut? yes.definitely! ingin menikmati proses berubahnya cara berkomunikasi secara perlahan tapi konsisten agar nantinya menjadi kebiasaan☺☺☺ (di amin kan yuk..)

 

nb:

catat kondisi ini ya sebelum terlupa; Sebenarnya komprod (komunikasi produktif) ini sudah dimulai sejak 1 juni kemarin. Yaitu komprod ke si kecil. Pada malam hari saat semua anggota keluarga di puncak capek, ada situasi si kakak berlaku tidak menyenangkan kepada adik yaitu mendahulukan respon gerakan dibanding bicara!. lalu ibu mencoba bicara dengan kakak,”kak, Ibu senang sekali hari ini sudah ditemani kakak seharian dan kakak baik sekali, tapi malam ini ibu melihat kakak berbuat hal yang tidak menyenangkan kepada adik. Ibu tidak suka kakak bersikap begitu” (lalu saya minta kakak sebutkan apa saja sikap yang tidak menyenangkan itu).

Masih cukup panjang ya kata2 yang saya gunakan pada kakak (i need more practice), but at the end, kakak mau minta maaf dengan menatap si adik dan kami sama2 kembali membaca buku dan bersiap tidur.

#level1

#day1

#tantangan10hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayiip