Komunikasi Produktif – DAY 1

June 2, 2017

Bismillahirrahmaanirrahiim..

Kuliah online kelas matrikulasi Institut Ibu Profesional (IIP) yg saya ikuti sudah sampai ujungnya yang ditandai dengan wisuda di akhir sy’aban lalu. Setelah kelas matrikulasi, ada kelas selanjutnya yaitu Kelas Bunda Sayang(Bunsay). Nah,saat ini kelas Bunda Sayang sudah dimulai dan materi perdana yaitu mengenai komunikasi produktif.  Terkait komunikasi, hal paling sederhana sebenarnya adalah bagaimana agar pesan kita bisa sampai ke lawan bicara kita. As simple as that!. Tapi kenapa kadang yang terjadi adalah miskom, ada pihak yang tersinggung atau bahkan penolakan atas pesan kita?saat penjelasan materi ini, ternyata ada banyak sekali hal2 yang harus kita persiapkan terlebih dahulu agar pesan baik kita dapat diterima dengan lawan bicara kita dengan baik pula.

Dari belasan teknik komunikasi produktif yang dijelaskan oleh IIP, kali ini saya diharuskan memilih salah satu poin dan fokus pada poin itu selama 10 hari berturut-turut. Kali ini yang utama ingin saya implementasikan adalah terkait komunikasi dengan pasangan. Kenapa pasangan? karena semua orang tahu bahwa para istri dari Venus namun pria dari Mars :p (really?) 😀  Selain itu kita juga tahu, bahwa selama sekian puluh tahun kita hidup, 25 tahun sudah dihabiskan bersama orang tua dan lingkungan masing-masing. Sehingga memperbaiki cara berkomunikasi saya kepada suami adalah pilihan utama yang ingin saya terapkan kali ini.

Berikut point-point komunikasi produktif versi IIP:

WhatsApp Image 2017-06-01 at 20.43.27

Tabel 1. Komprod pada Pasangan(Orang Dewasa)

WhatsApp Image 2017-06-01 at 20.43.30

Tabel 2. Komprod dengan Anak

terkait komunikasi dengan pasangan, maka tabel 1 lah yang menjadi panduan saya untuk meningkatkan kualitas dan cara berkomunikasi  terhadap suami. Kali ini yang saya pilih adalah “Choose the right time”. 

Sadar atau tidak, para istri (tunjuk diri saya sendiri) sangatlah suka berbicara! Baru saja bertemu suami dan ia belum melepaskan nafas karena lelah di pekerjaan, inginnya istri langsung saja cerita ke suami kejadian hari ini. Adakah yang merasa begitu juga? cung ! 😀 Alhamdulillah kami diberi kesempatan bertatap muka pada hari kerja(weekdays) itu lebih panjang, karena kami berangkat dan pulang bekerja dalam satu kendaraan, bersama-sama.  Nah kali ini saya mencoba mengambil waktu berkomunikasi saat berangkat kerja di pagi ini. Begini kisahnya;(mulai serius)😄

Coba dibayangkan ya, latar nya adalah didalam mobil, waktunya adalag pagi hari saat berpuasa dan dalam perjalanan dari Priok ke Sudirman.

Saat kami sudah selesai mengantar anak-anak dan memastikan semua perlengkapan sudah siap dan saat mobil sudah melaju di jalan tol dengan kondisi lalulintas tidak macet,ditambah diiringi dengan lantunan doa pagi (almatsurat) dari tape radio kami, saya merasa Nah ini ni waktu yang tepat! MARI DICOBA. Bismillah.. (tema diskusi yg ingin saya sampaikan adalah mengenai kegiatan di liburan Idul fitri),

Istri: “mas, nanti liburan idul fitri rencana kita ngapain aja?” (ujungnya mau ngajak liburan)

suami: “ya..kegiatan utama saja de yang selalu kita laksanakan tiap tahunnya”

Istri:“itu kan sehari aja juga sudah selesai. Sedangkan kita punya waktu libur seminggu”

Suami:” iya,tapi kali ini kita kunjungi saja rumah para orang tua kita (eyang2) walaupun belum ada pengumuman keluarga besar akan berkumpul dimana”.

Istri: “Selain ke keluarga yang biasanya dalam 2 hari akan selesai, ada rencana apa lagi ya?

Suami: ” kunjungi rumah tetangga, satu-satu sampai duduk dan ngobrol, bukan cuma salam-salaman depan rumah terus pulang

Istri: “oh iya, bisa juga ya cukup butuh banyak waktu juga tu. hmm..  tapi mungkin bisa juga dengan mengeluarkan segala mainan yang jarang kita pakai sama anak ya mas, agar di liburan nanti berasa bedanya dengan weekend2 yang sebelumnya

Suami: “oh iya bisa juga

alhamdulillah komunikasi berjalan dengan baik dan pembuka pesan tersampaikan sebagian, walaupun belum pada ujungnya yaitu istri ingin mengajak liburan. Kok ga langsung to the point saja?Nah ini bedanya; karena saya melihat kondisinya sudah dekat dengan kantor dan saya harus beralih menyiapkan moda transportasi lain untuk suami (go*ek maksudnya), maka cukuplah di diskusi pembuka ini 🙂

How’s your feel Dit? honestly I feel peace.. hehehe.

karena diskusinya tidak seperti diskusi ala saya yang kapan saja dimana saja dan bagaimanapun caranya, pesan harus segera disampaikan! Kali ini saya “me-ngerem” diri dengan melihat kondisi sekitar, melihat kondisi suami, barulah membuka pembicaraan.

Akankah point choose the right time berlanjut? yes.definitely! ingin menikmati proses berubahnya cara berkomunikasi secara perlahan tapi konsisten agar nantinya menjadi kebiasaan☺☺☺ (di amin kan yuk..)

 

nb:

catat kondisi ini ya sebelum terlupa; Sebenarnya komprod (komunikasi produktif) ini sudah dimulai sejak 1 juni kemarin. Yaitu komprod ke si kecil. Pada malam hari saat semua anggota keluarga di puncak capek, ada situasi si kakak berlaku tidak menyenangkan kepada adik yaitu mendahulukan respon gerakan dibanding bicara!. lalu ibu mencoba bicara dengan kakak,”kak, Ibu senang sekali hari ini sudah ditemani kakak seharian dan kakak baik sekali, tapi malam ini ibu melihat kakak berbuat hal yang tidak menyenangkan kepada adik. Ibu tidak suka kakak bersikap begitu” (lalu saya minta kakak sebutkan apa saja sikap yang tidak menyenangkan itu).

Masih cukup panjang ya kata2 yang saya gunakan pada kakak (i need more practice), but at the end, kakak mau minta maaf dengan menatap si adik dan kami sama2 kembali membaca buku dan bersiap tidur.

#level1

#day1

#tantangan10hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayiip

 

 

 


Desain Pembelajaran

February 24, 2017

Tugas kali ini really clueless!.

Berbekal tutorial dari fasilitator dan video bu septi.Beberapa yg saya highlight adalah ini:

  • Sesuaikan cara belajar dengan zamannya
  • PENTING untuk menciptakan SUKA dibanding bisa
  • Gunakan selalu 5W+1H dalam setiap pembelajaran
  • Lakukan observasi, amati anak sesering mungkin agar dapat menentukan di sisi apa anak lebih “berbinar”
  • Setelah menemukan kelebihannya, gunakan prinsip “meninggikan gunung dan meratakan bukit” yaitu asah terus kelebihannya agar dia menjadi ahli dan untuk kekurangannya cukup dikejar hingga tingkat rata-rata saja.
  • Quote penting di zaman ini: “Thesedays, good is not enough, we need to be different.”

menjawab tantangan di minggu ini yaitu membuat desain pelajaran, saya juga coba melakukan browsing mengenai desain pembelajaran. Desain yang umum dipakai adalah ADDIE, yaitu Analysis-> Design -> Development -> Implementation -> Evaluation -> back to Analysis

menerapkan hal diatas, PR yang saat ini masih on progress adalah Analysis and Design. Untuk A&D untuk diri saya banyak terjawab di tugas sebelumnya terkait ilmu apa yang ingin saya cari yaitu berdagang (agar tetap berpenghasilan) dan parenting.

Untuk A&D kakak 4.5 yo dan Adik 2.5 yo, berikut hasil analisis dan desain untuk mereka di masa balita ini (mengutip tugas 2):

  • Keislaman : lebih kenal dengan Alloh melalui ciptaannya (mengenal hebatnya tubuh manusia, berbagai macam hewan dan tumbuhan)
  • Keahlian: membiasakan membaca &menulis; naik sepeda & berenang; hafalan juz 30 & iqro
  • Kemandirian: mandi sendiri, tidur sendiri, menyiapkan peralatan menginap sendiri, membersihkan kamar& mainannya sendiri.
  • Kepribadian: penyayang, mudah meminta maaf, lebih mengontrol tangan&kakinya

diluar itu semua, tugas kami sebagai ayah ibu di masa golden age ini adalah secara fitrah mengikuti proses keluarnya kemampuan yang sudah ada di dalam diri mereka dan  mengajak mereka melihat dunia serta menyampaikan berbagai hal sebanyak-banyaknya.

berikut saya buat corat-coret desain pembelajaran versi saya yang kami gunakan selama ini;

 

Point pertama

yaitu Tentukan Tema, kami seringnya memiliki tema spontan bagi anak,Saya akui untuk tema memang masih belum tertata rapi. Tanpa ditulis tema utk kakak dan adik lebih ke tauhid, checklist kemampuan sesuai umur dan situasional dirumah. Atau sering juga tema muncul dari keinginan jalan-jalan ke suatu tempat!:D. Nah sebagai contoh tema yang kami ambil kemarin yaitu ciptaan ALLOH yaitu Hewan. 

Point kedua

yaitu menyampaikan konsep dan ilmu. Hewan adalah hal pendukung yang kami gunakan untuk mengenalkan Kakak dan Adik pada Tuhan mereka, Alloh SWT. Konsep Esa, Tuhan kami sampaikan seringan mungkin tapi juga tidak dimudah-mudahkan sehingga pemahaman mereka lurus. contoh jika mereka tanya “Alloh ada dimana Bu?”, saat kami bisa maka kami akan jawab,tapi jika ragu, kami akan cari jawaban yg  pas dan lurus. Untuk pertanyaan Arrum ini salah jika kita jawab ‘Alloh dimana2’, melainkan Alloh itu dekat dengan kita sedekat denyut nadi kita.

Point ketiga,

yaitu How?media nya apa? untuk media yg utama kami pakai adalah buku. jadi saya suka mencari buku baik dari dalam maupun luar yang mendukung tema saat itu.preloved ..preloved book..hehe. 

Jadi jika disambungi dengan ciptaan Alloh, yaitu hewan, maka beberapa hari itu kami akan membahas hewan, hewan dan hewan. Kami juga biasa (dengan porsi lebih sedikit dari buku) untuk menggunakan video youtube yang kami saveoffline atau program tv lainnya yang mendukung. Media lain yaitu bermain.. ini pasti ya, bisa menggambar atau dari mainan hewan dan media lain yaitu mengajak kakak adik untuk langsung datang ke majlis ilmu.

Point keempat,

ini yang paling asik! ups. hehe.;) .

Karena kami yakin jika ilmu itu dipraktekan atau di’bumi’kan sakah satunya yaitu dg cara jalan2 maka akan lebih melekat di pikiran bahkan rasa.. :)jadi dengan tema diatas kami pilih utk berkunjung me taman safari. Sebelumnya Ibu sibuk survey agar tau exactly apa yg ada disana berikut jadwal2nya agar optimal apa yg ingin dicapai dan pastinya sepanjang jalan2, kami tidak lupa selalu mengaitkan hewan, perilakunya, ilmu ttg hewan dengan ciptaan Alloh.

Poin kelima

Lalu setelah acara jalan-jalan selesai, di malam harinya saat ingin tidur, mulai deh ibu tanya2 ke kakak dan adik ttg kegiatan seharian tadi. kakak adik ini dapat ga ya message nya? inilah masa evaluasi. kalau belum pas, ibu wajib kembali ke alur awal. bukan berarti jalan2 ke taman safari harus diulang ya, tapi coba dg cara lainnya yg ada disekitar.

jika lulus poin lima ini, maka done! lanjut ke tema selanjutnya..

tapiii ingat saat masuk tema selanjutnya.. tema ciptaan Alloh ini harus selalu disebut2 karena termasuk tema mendasar yang harus ada di mereka 🙂
Lalu kenapa desain ini judulnya desain pembelajaran ibu dan anak?

Yes! Karena saya juga memakai metode ini utk apa yg sdg saya pelajari saat ini☺

 

 

 

 

 

 

 


a brief explanation about Hijab

October 9, 2009

Responding the article which has been published at Kyungnam Times at winter edition last year, I am interested to explain more about Hijab. On that article, it was explained that Hijab is a conservative clothe and put parallel with the other examples of conservative tradition.

Hijab is the modern word for a practice of dressing modestly, which all practicing Muslims past the age of puberty are instructed to do as mentioned (or according) to the Holy Book of Al Qur’an. With the main function is to give higher respect to women  and for the basic requirements are that when in the presence of someone of the opposite sex other than a “close family member” (Mahram),  a woman should cover her body, and walk and dress in a way which does not draw sexual attention to her, and that a man should be covered from at least the navel to the knees, and similarly not wear figure-hugging clothes that draw sexual attention to him.

Generally, drawing sexual attention is only allowed for married couples—where it is highly encouraged—and they do not need to cover any part of their body in each other’s presence (other Mahrams should hide at least their sexual organs from each other). Thus, I ‘ll  ? It is claimed that Hijab strengthens the family and therefore improves the children’s mental health.

Some people think that it is difficult to wear Hijab in Korea, especially in summer season. Despite of this, I just want to convince to all of you and especially to myself that, it’s really no problem at all, just put ourselves as the some situation which is a habit for us,. This for example, eating Kimchi everyday and anytime. If wearing hijab has become our habit, we will feel easy to wear hijab anytime and anywhere. In addition, Women are not required to wear Hijab all day long. In side a house where there is only husband, father in law, close family or other Mahram, women are not required to wear Hijab.

In the Islamic law (sharia)”in the case of necessity, for example for saving lives or avoiding severe hardship, Hijab rules are waived”.

The way in which Muslims who practice Hijab interpret the stated rules varies from country to country and even individual to individual.

Nowadays, Hijab is famous as a fashion style in several countries such as Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Egypt, Arabia, Turkey, even in France and America. Any kinds of Hijab style has started to grow up, even it has been mushrooming and become a good opportunity for business. It is same with any other fashion style, such as casual dress, formal dress, and even wedding dress. Some pictures below shows you some of new Hijab trends.

hijab

So, it’s not true that Hijab is a conservative or even an old tradition. Hijab is one style for a women Muslim for dressing.

Thus, for Korea as one of developed countries, and also for each of country that will face globalization period, knowing various trend of culture is inevitable. We have to appreciate differences and respect one another. Although there are many people who live in Korea from various cultural backgrounf, we have to treat every one as the same. Neither by criticize nor respond negatively, but only for asking the explanation of the differences itself.

*sent to kyungnam times, but refused :p

perhaps because it contains too many promotion about hijab 😀


Resume Pengantar Ilmu Fiqih

April 19, 2009

Bismillahirrahmaanirrahiiim..

fiqih berasal dari bhs arab artinya memahami.

ta’arif fiqih ada bermacam-macam, ta’arif imam syafi’i. imam mazhab yang pertama. seseorang mengetahui apa hak dan kewajibannya. disini tidak ditentukan apa kewajibannya, tapi termasuk kewajiban beriman (berhubungan dengan akidah), dan juga berhubungan dengan akhlak, dan tasawfuf, serta muammalat.

1.fiqih kaudi

2. ilmu akhlak wa tasawwuf

3. fiqih yang berhubungan dengan ibadah dan muammalat

4.fiqih itu adalah: mengetahui, pengetahuan yang mutlak, dimana di dalamnya termasuk pengetahuan dengan dasar keyakinan (qot’i), ataupun (yang tidak meyakinkan) ghonni. AL arkam: apa-apa yang diwajibkan, apa-apa yang diminta oleh syariat baik itu berupa perintah ataupun takhrir (hukum mubah ataupun wad’an- terbagi menjadi haram dan makruh), ibtida’ (takhrim&istiba’). sifat dari hukum-hukum ini (hukum syri’ah), yang bersumber dari syariat, maka tidak termasuk hukum2 yang berasal dari panca indera. Almu’tashab (ilmu berdasarkan usaha ahli fiqih, sehingga tidak termasuk ilmu Rasulullah dan yang berasal dari Quran), dan juga yang tidak termasuk adalah ilmu2 yang bersifat pasti (seperti haji, salat, tidak termaksdu ilmu fiqih.

ilmu fiqih mencakup seluruh apa-apa yang dibutuhkan dalam kehidupan ini.

keistimewaan ilmu fiqih:

keistimewaan 1 (missed again on this part 😦 )

keistimewaan 2 (missed again on this part 😦 )

keistimewaan ke 3 :

ada sifat diniyahnya, mengikuti hukum-hukum, ada keterikatan kepada agama.(bersifat tuntunan agama disitu). balasan yang didapat manusia diperoleh di dunia dan juga di akhirat.

Faktor-faktor perselisihan para mujahidin:

1. dalil-dalil yang ada dalam Quran dalam bahasa Arab (perbedaan memahami bahasa arab), dan lafadz2 menjadi perbedaan, dan perbedaan itu ada alasannya.

2. perbedaan dalam periwayatan (mayoritas yang terjadi dalam hadits).

3. Perbedaan atas Sumber-sumber fiqih itu sendiri selain Alquran, sunnah, ijma, dan qiyas. misalnya istihsan, almusholeh-almurshalah, qowulussahabi (perkataan sahabat), banyak mujtahidin yang berbeda pendapat atas pengakuan2 sumber-sumber diatas

4. (miss on this point, is there any body could complete it)?

5. Ijtihad dengan qiyas (qiyas ada hukum asal, syarat2 qiyas, sebab adanya hukum asal-> hal2 inilah timbulnya perbedaan2, sehingga hasil akhirnya berbeda)

6. Sumber-sumber yang diambil betentangan, bagaimana mereka mentarjihkan dan merajjihkan dalil-dalil yang ada, sehingga hasilnya akan berbeda.

yang kita ambil yang mana? yang paling benar, rajjih, karena jumhur ulama mengatakan tidak ada kewajiban mengikuti salah satu mazhab yang ada dalam segala situasi. jadi intinya ambil pendapat terbenar~terkuat sumber2nya!

standarnya?orang yang tidak tahu boleh bertanya kepada siapa saja(pastinya yang memiliki ilmunya dalam hal tersebut), dengan kadar yang mungkin berbeda-beda, jadi jika kita percaya dengan seorang ustadz yang amanah, menjawab pertanyaan tidak mengikuti hawa nafsunya, tentunya kita bisa bertanya padanya, dan kita pun dapat menanyakan alasannya, dali-dalil, dsb.

bahkan di zaman Rasulullah, jangan dibayangkan semuanya mengetahui fiqih, jika yang bisa mengakses langsung ke Rasululah maka dapat ditanyakan, tapi yang di Yaman?akhirnya mereka menanyakan kepada sahabat yang diutus Rasulullah ke kota tersebut. Jadi bisa kita mencarinya ke sumber-sumber yang terpercaya seperti situs-situs atau lainnya.

kaidahnya, 4WI menginginkan kemudahan, bukan kesukaran, dan juga 4WI tidak akan memberikan beban melebihi kemampuan hambanya, maka kita boleh mengambil pendapat yang lebih ringan (tentu pendapat tersebut didasari dengan alasan yang kuat). Pendapat pun bisa berubah sesuai dengan perbedaan waktu dan lingkungan (saat Imam syafii, di Irak dan Mesir), Imam Syafi’i mengeluarkan pendapat baru saat belau berpindah tempat tersebut.

Alhamdulilaahirrabbil’alamiin

sumber:kajian Online  oleh Ust. Jailani Salam di Tokyo.


Save Our Earth!

October 9, 2008

How is the weather that you feel now?

Let’s try to compare with the situation when you were still young. When you were young, the temperature during the winter season was relatively much colder than the temperature during winter now. Don’t you feel that also?

I had a discussion with one of the leaders from Kyungnam University a couple months ago. He said the current climate situation of is different with the climate situation in the early 70s.“When I was a little boy the temperature during winter or even autumn was very cold. Now, the temperature has become much warmer than it used to” said him. In addition to that, I also remember when I had discussion with my boss (at my part time job). He said that nowadays, not only climate, but also the global environment of Korea has changed. “When I was still young there were lots of empty places for me to play at. Now, lots of places have turned to buildings and factories. .Ohh…I think it will be lost for a next year because of human needed”.

Climate has changed not only in Korea, but also in my country, Indonesia, and – even – in all over the world. Indonesia only has two seasons: wet and dry season. The period for these two seasons was predictable. Before 2000, we would expect wet season would be happened from September until February, meanwhile dry season from March to August.. Now, unfortunately, as the climate has changed since the last decade, the period for those two climatic seasons has been unable to be predicted.

Moreover, the global temperature has become warmer than it used to.. We can see what has happened in the north and south poles. Most of the ice has been melted. We should question what will be happened if this happen to all of the ice there. Most of experts say that the melting ice will increase the sea level. Should the sea level rise, the coastal areas in all over the world will tend to be flooded; and even, mega floods also could be happened like what was happened in Gangwon (July,2006) and Jakarta (February, 2007).

Global warming is “a term regarding the gradual increase of the earth’s temperature” (Wikipedia). Global warming has potential to trigger lots or climate related disaster such us extreme weather events, intense storms, heat waves, droughts and floods. Any of these disasters will bring disruptions to the impacted areas.

Why has the temperature of the earth become warmer? Many factors have potential to make this condition to be occurred. Actually, naturally the global temperature will become warmer due to the heat from the sun (green house effects), but humans have made it become worse. As most of people do not care about their environment, so many people use cars and motorcycles carelessly. Man made environment such as buildings and factories also have potential to create pollution – either; water, soil, and air pollution – and harm the natural environment.

In addition, regarding the green house effects, the concept of this process is the same with the “green house or glass house” thus we name it “green house effect”. Because of the over loaded of CO2 production, the atmosphere will be covered by CO2 elements in which will capture the heat from the Sun. Therefore, the earth’s temperature will become warmer gradually.

What should we do to address this situation? As a human, each of us has a responsibility to save our earth. By being more concerned to our environment, we can save the world! Here are some efforts that we start to do from our self:

  1. Turn off lights when they are not in use. Although the light bulb itself does not emit gases, the power plants that are powering it do.
  2. Whenever possible, use a fan instead of air conditioning.
  3. Keep a car tuned up. When it is running properly, it emits fewer harmful gases.
  4. Walk or ride a bike when it’s possible
  5. Recycle. Un-recycled garbage ends up in a landfill, which produces methane. In addition, recycled goods require less energy to produce than products made from scratch.
  6. Plant trees and other plant life whenever possible. Plants take carbon dioxide out of the air and release oxygen.
  7. Eat less or no beef, as beef production is a large source of greenhouse gases (methane,) as well as a large cause of deforestation.
  8. Don’t burn garbage. This releases carbon dioxide and hydrocarbons into the atmosphere.
  9. Whenever possible eat food cold. Heating things up wastes more energy than almost everything else.
  10. Improvise whenever possible; it is better than buying a tool you only use once.
  11. Don’t buy more than one bottle of water in places where the water from the tap cannot be drunk. Instead, buy one bottle, and then boil water, let it cool (but not in the refrigerator) and use the original plastic bottle for your portable water supply. If your tap water is drinkable out of the tap, use this water instead of bottled water.

In addition, the most effective way to reduce the emission of greenhouse gases is to develop non-fossil fuel energy sources. Hydro-electric power, solar power, hydrogen engines and fuels cells are all ways to cut down emissions.

More importantly, for the leader of the country, they will play important roles. As an example produce a healthy environment policy so that the causes of global warming (over population, deforestation, ozone depletion). Those policies or programs that can reduce the global warming are such as: family planning policies to prevent overpopulation; educate people to be friendlier to environment (effect, solutions of greenhouse); mass publication use media to increase people’s awareness on global warming. This is causing both individuals and governments to act more responsibly towards to the environment.

To conclude this essay, the future condition of our earth, depends to the human’s behavior. Since we realize and start from now to save our earth, all of us could be the heroes of future earth condition.

this article sent to Kyungnam Times, Oct 2008


Supply Chain Management — get closer

September 25, 2008

Resume of some journals

Understanding Supply chain

Kaynack and Hartley find a direct relationship between management leadership, customer focus, management leadership, and supplier quality management. This demonstrates that leadership is essential to navigate cultural, process-oriented, and human resource practices that differ for firms all along the supply chain. Finally they found that the role of suppliers in assuring low defects levels in incoming materials not only affects quality downstream, it also affects inventory management practices as the need for safety stock to hedge against ths type of variation is obviated.

by using research, structural modeling, Yeung found that SSM is significantly related to quality management implementation but not to ISO 9000.  He also found that implementing QM might facilitate SSM. As a result he showed that QM is a foundation of SSM and a key requirement for continuous improvement extending to the supply chain. It is interesting that he found that ISO 9000 will not initiate SSM efforts SSM is primarily related to timely operations such as cycle time reduction and on-time delivery.

ISO 9000:2000 is important in SCM as it provides a mechanism for a supplier to document its quality system. Also supplier registration is often required by customers. Sroufe and Curkovic found that the reasons of non adoption of ISO 9000:2000 included uncertainty of benefits, risk of bureaucray, costs, and loss of face associated with failing to achieve registration. The four reasons in favor of adopting ISO 9000:2000 included customers, documentation, cost/benefits, and management involvement.

There are some case studied that they done, and the results show that companies that see registration as a game to keep business will not obtain the full benefitd of registration. Prospectors have the greatest opportunity for a competitive advantage from registration. Plants with lower levels of integration will often be reactors who buyers should avoid. Similarly buyers wanting to increase either ISO standards integration or quality assurance should seek out defenders and analyzers.

another research is by understanding of linkages between safety and quality performance. by sent surveys to companies in five SIC codes, Das, Padell, Behm and Veltri‘s analysis shows that saftey disconnect is related to operational performance in a negative linear manner. As disconnect increase and the safety environment deterioates, product quality also appear to suffer. It appears that an organizational system that permits poor safety performance also will lead to poor quality performance. Quality is affected  regardless of skill level.

Schroeder developed a definition of six sigma, “six sigma is an organized, parallel-meso structure to reduce variation in organizational processes by using improvement specialists, a structured method and performance metrics with the aim of achieving strategic objectives”.

more issues on SCM :

  1. Supply chain management models
  2. Supply chain constructs
  3. Supply chain frameworks
  4. Supply chain quality strategy
  5. Supply chain quality assurance
  6. Supply chain quality control
  7. Supply chain quality management
  8. Supply chain service

Supply chain risk management

Small and medium enterprises (also SMEs, small and medium businesses, SMBs, and variations thereof) are companies whose headcount or turnover falls below certain limits.

The impact upon business can be reduced if potential risks are proactively managed, and there is a well-conceived and constructed business continuity plan in place.

The accidents which are usually happened as a risks are:

Human error

two examples of human error cases are:NASA at 1999 and NCC(1996), and also there are some risk in IT aspect on the company, for instance, anti virus, firewall, back up, etc. and also there are some aspect which are responsible and could be pushed to mitigate the risks.

The review found that large companies exposure to risk appeared to be increased by inter-organizational networking. Having SMEs as partners in the supply chain further increased the risk exposure. SMEs increased their own exposure to risk by becoming partners in a supply chain and few had made an assessment and considering the need for business continuity planning when a company  is wxposed to inter-organizational networking.

Source: Thomas Foster, S. towards an understanding of supply chain quality management.2007.United States


Jangan Jauh-Jauh dari titik Pusat!

August 2, 2008

Yap.. tak ada lagi yang perlu di ragukan dari prinsip ini

Jangan Jauh-Jauh dari titik Pusat!

Lihat saja gaya bekerjanya sang orbit. Tanpa memusingkan ilmu fisika (yang dari dulu entah kenapa, kurang akrab dengan ilmu yang satu ini 😉 ) bisa dilihat, semakin jauh planet dari orbit, maka gaya tarik yang dimiliki semakin lemah terhadap pusat orbit (bener kan nih teorinya:) ).

Fenomena yang terjadi di alam, tanpa disadari merupakan pelajaran yang bisa kita terapkan di kehidupan manusia..

Untuk kesekian kali, ini diambil dari asam, manis, asin, sepet..(lho?) hehe;) saat tercebur di kegiatan kemasyarakatan, baik di lingkungan maupun di kampus. Atau mungkin di perusahaan tempat kita bekerja. Saat dulu pernah ditempatkan di tempat yang paling jauh dari pusat (anaknya cucunya cicitnya seksi konsumsi;) ) sampai ditempatkan menjadi orang yang bertanggung jawab penuh atas salah satunya. Ya, terasa sekali perbedaannya, menjadi orang yang berada di pusat orbit, hingga menjadi orang yang jauh sekali dari pusat orbit (mungkin yang dirasakan hanyalah sedikit gaya sisa 🙂 ).

Tidak dapat dipungkiri, terkadang merasa aneh jika atasan mendorong terlalu keras, “ini kenapa sih sok sibuk gini?biasa aja dong, toh acaranya masih 2 bulan lagi” dan pemikiran sejenis yang kerap kali muncul.Tak lain jawabannya adalah karena pengaruh “si gaya tarik” itu. Saat kita berada di posisi dekat dengan pusat, mau tidak mau, ritme kita akan mengikuti ritme yang dimiliki sang pusat, sense of belonging akan jauh lebih kuat dimiliki. sense of belonging ini adalah intinya!

Tingkat manajemen seringkali dibuat pusing oleh rendahnya kinerja sang pegawai. Pekerjaan tidak beres, ide-ide baru kerap tidak muncul, ketika ada masalah tidak sigap bertindak, pola kerja yang menunggu “diperintah” tidak ada keinisiatifan, dpl (dan panjang lagi:) ). Sebelum melihat ke faktor orang tersebut, sebelum men-judge kelakuan seorang pegawai yang dimiliki, ada baiknya bila kita melihat ke dalam, jangan-jangn kondisi menjadi seperti ini karena ulah kita2 yang ditingkat manajemen?”. Dan maaf-maaf, seringkali orang-orang yang berada di level manajemen merasa enggan, merasa percaya diri bahwa permasalahan yang timbul di tubuh perusahaan/organisasi bukanlah disebabkan oleh dirinya. Coba kita lihat sisi sense of belonging yang dimiliki para pekerja kita.

Setidaknya sense belonging timbul karena beberapa faktor:

  • Faktor Internal (dalam diri sang pekerja)
  • Faktor eksternal (kondisi luar)

Berbicara tentang faktor internal, lihat kembali motivasi yang dimiliki para pekerja, apa hanya sekedar memenuhi kewajiban waktu bekerja? apa hanya karena keperluan finansial? apa tujuannya hanya “saya bekerja sesuai waktu yang diminta dan saya memperoleh gaji sesuai perjanjian”? apa hanya itu? jika iya, ada yang salah.. salah di mana?didiri sang pekerja? ups.. belum tentu.. coba tanya kembali, apa selama ini pihak manajemen mensosialisasikan para grass root tentang visi-misi besar yang ingin dicapai perusahaan? seperti apa selama ini pihak level manajemen menempatkan karyawan? jika jawaban pertama tidak pernah, maka pastilah kesalahan utama di pihak manajemen.. Jika jawaban dari pertanyaan ke dua, menempatkan selayaknya pekerja (orang yang dibayar untuk bekerja), maka kesalahan besar kedua sudah dilakukan..

Pekerja atau staf dalam kegiatan atau anggota muda dalam organisasi, dapat dikatakan mereka tidak terletak dekat dengan pusat orbit. Kecuali diri mereka sendiri yang pro aktif mendekatkan diri ke pusat orbit, maka secara otomatis gaya tarik yang mereka miliki akan lebih rendah. Oleh karena itu kewajiban sang penjaga pusat orbit lah yang mau tidak mau harus menarik dan memberikan gaya tarik lebih besar ke mereka yang berada jauh dari pusat orbit.

Dengan langkah awal dari pelurusan motivasi, pelebaran wacana atas tujuan yakni tercapainya visi dan misi yang jauh lebih besar daripada hanya untuk mendapat sejumlah keuntungan materi, dilanjutkan dengan pola hubungan sebagai partner (ingat,Sebagai partner! bukan bawahan dengan atasan), dan dilengkapi dengan 2 pola pikir mendasar yang sudah dibahas sebelumnya;

manusia (SDM) adalah investasi; manusia adalah manusia (bukan mesin) yang layak diperlakukan secara manusiawi..

apalagi bila ditambah kedewasaan kita/orang-orang yang berada jauh dari pusat orbit untuk perlahan-lahan mendekat.. mencari cara lain untuk mendapat gaya tarik yang lebih besar..  Jika kedua faktor antara objek dan subjek dapat saling menjaga kekuatan gaya tarik yang ada, maka dapat dipastikan sense of belonging akan muncul dengan sendirinya.. dan kita ketika berada di level manajemen lagi-lagi tidak perlu “menuntut” atau “meminta”, tinggal menunggu saja antara karyawan dengan atasan untuk saling “memberi”;)

Diposisi apapun kita berada saat ini, saat kita tahu disana ada gaya tarik positif (pusat orbit yang memang memiliki kebermanfaatan besar untuk sekitar), segeralah berlari mendekat.. jangan menunggu diri kita ditarik menuju pusat orbit tersebut.. karena belum tentu ada yang mau menarik kita kesana.. 🙂