Kemandirian-Day 5

July 24, 2017

yesterday,which means sunday, our training for waking up earlier didnt work.because as ibu has predicted before,because of late sleep on the night before and it was weekend,thus the lazy ambience was appear. include to me also.

but last night,ibu has tried to keep this training for preparing something.lets see on the 6th day.fighting!

Advertisements

Kemandirian-Day 4

July 22, 2017

assalamu’alaikum wrwb

.

kemandirian hari ini gagal euy.. anak2 serempak bangun jaam 7pagi lalu kami jadinya harus bergegas ini dan itu menyelesaikan beberapa pekerjaan rumah sebelum ke acara sekolah adik&kakak. nah sepertinya ibu juga ga yakin utk hari esok, karena jam tidur kami berubah dikarenakan ada acara malam (halal bihalal) dilingkungan rumah.

salam semangat dan selamat hari anak nasional.

#games2

#tantanganlev2


 Kemandirian – Day 3 

July 21, 2017

di hari ketiga ini di malam sebelumnya sudah kami sounding tentang rencana besok pagi melalui visualisasi buku. Buku yang tidak sengaja ibu temukan kemarin malam mengenai daftar aktivitas di pagi hari dimulai dari; merapihkan tempat tidur, mandi lalu sarapan.

“yuk besok kita lakukan ini”:-)  sambil senyam senyum dan pastinya mereka bilang “tidak”.wkwkwk. yuk kita mulai tantangan ketiga.  hari ini alhamdulillah si adik ga bolak balik bangun,tapi “tek” bangun jam 6 lalu ketoilet dan menyelesaikan ritual pagi.yes berhasil alhamdulillah. Tapi belum dengan si kakak.masih gelisah saat bangun apalagi tetap minta tidur lalu bangun lagi dan tetap gelisah. coba yuk di malam ini,apalagi besok libur.coba di malam ini ya kak! fighting!


Kemandirian – Day 2

July 20, 2017

Ah sayang masih belum sempat untuk menambahkan foto di tantangan kemandirian hari ke dua ini. Semoga besok bisa ya…

Bismillahirrahmaanirrahiim..

Kemandirian hari ini tetap bangun pagi untuk kami2; pk 04.30 am dan anak2 pk 05.30 pagi tanpa tidur kembali. Point untuk kami orang tua alhamdulillah selalu berhasil, lalu untuk anak-anak juga selalu berhasil karena “sense” anak2 ditinggal ibu cepat sekali, jadi seringnya ibu belum sampai di anak tangga bagian bawah, suara kakak sudah memanggil.  Dulu cara awal saya menyikapi kurang bijak. Saya cenderung  kesal jika anak-anak ikut bangun sedang urusan saya belum selesai. Tapi hasilnya apa? Pagi-pagi saya malah menjadi kesal dan anak malah jadi menangis susah berhenti. Akhirnya saat ini jika saya mendengar suara anak saya memanggil maka akan saya sahuti dan mengajak dia ikut turun ke bawah. Dan saat sudah menuju anak tangga bawah maka akan saya jemput, peluk, gendong dan tidurkan di dekat tempat saya beraktivitas.

Namun pagi tadi karena si gas belun juga dibeli,maka setelah solat, sahur dan menyelesaikan subuh, saya tergoda kembali untuk menemani anak2 saya berleha-leha sesaat. Hiks.hiks.hiks.

Kegiatan harus terus diulang selama 14 hari berturut turut agar menjadi habit bukan? Semangat!

#tantangangame2

#kemandirian


Kemandirian – Day 1

July 19, 2017

JEng JENG jeng ! akhirnya nulis juga untuk tugas materi kedua ini setelah hanya ada di angan-angan dalam beberapa hari ini.hehehe.

Bismillahirrahmaanirrahiim…

Setelah materi komunikasi produktif  kemarin selesai, maka materi kedua ini dalam kelas bunda sayang membahas mengenai KEMANDIRIAN. Tema yang terlihat ringan tapi sebenarnya sedap-sedap hangat jika coba di aplikasikan. right?

Kemandirian yang saya pilih terkait latihan untuk memunculkan kemandirian anak. hmm.. literally tidak hanya anak tapi seluruh anggota keluarga termasuk IBU nya ini.. kemandirian apakah? Saya memilih melatih kemandirian “kami” untuk Bangun Pagi setiap hari dan tanpa tidur kembali.

Apa yang ibu lakukan untuk melatih kemandirian ini? Kalau coba dibuat daftar, berikut yang kami usahakan:

  1. Tidur malam dimulai maksimal pk 20.30pm
  2. sejak malam diceritakan mengenai rencana besok akan bangun pagi setelah azan berkumandang
  3. Saat anak terbangun karena kami sudah bangun, harus “tega” untuk tidak mengantarnya kembali tidur.

3 (tiga) point cukup.. lalu apa yang terjadi hari ini?

point 1 tidak dilakukan karena tadi malam tidur pk 23.00 malam (hiks), point dua tetap dilakukan tapi dengan rasa”pesimis”, dan point ketiga pun berhasil di awal namun gagal di akhir karena saat kakak sudah bangun, turun kebawah lalu diminta menunggu di sofa sementara ibu berniat menyiapkan bekal, qodarullah gas habis. lalu ibu juga ngantuk dan semangat untuk kembali ke kamar. hiks. hehe.

yuks lah kita coba di hari kedua ya..

#bundasayang

#tantangankemandirian

 


Aliran Rasa Tantangan Level 1

June 21, 2017

Bismillahirrahmaanirrahiim..

Setelah menjalani dua pekan tantangan komunikasi produktif, hal utama yg dirasakan adalah ‘kesadaran’ berkomunikasi. Maksudnya adalah melakukan komunikasi bukan dengan kebiasaan yang menempel di diri saya sebanyak 32 tahun melainkan dengan menggunakan teknik komunikasi.

Berkomunikasi saat ini dilakukan dengan penuh kesadaran bahwa tujuan utamanya adalah bagaimana agar pesan yang kita punya sampai dengan tepat ke lawan bicara kita. Turunkan ego, lihat ke depan siapa lawan bicara kita

Menimba ilmu disertai praktek memang terasa berbeda. Seperti dahulu kita sering diingatkan orang tua agar tidak berlari nanti jatuh, tapi kita tetap berlari dan saat jatuh barulah tau hikmahnya. Berkomunikasi dengan mempraktekan teori yg ada membuat saya ‘ngeh’. Akhirul kata semoga ilmu ini tetap konsisten dapat saya praktekan di kehidupan nyata walaupun sudah tidak ada lagi target pengerjaan tantangan😊.

Arrum, Akmal, pak suami, don’t you feel a little bit improvement from me? Hopefully😊😊😊


Komunikasi Produktif – Day 10

June 16, 2017

Bismillahirrahmaanirrahiim..

Kali ini komprod akan ditujukan ke adik. Yap, ke Akmal. Saat sahur tadi dan kondisi sudah siap, ibu lalu ke atas ke kamar anak untuk membangunkan keduanya. Kami (ayah dan ibu) masih punya PR besar untuk memperkenalkan sahur kepada keduanya. Selama ini yg kami persiapkan barulah cerita2 indah seputar ramadhan dan belum ‘ngoyo’ untuk menerapkan ke si kecil. Tapi ibu dan ayah bersepakat bahwa menuju weekend kami harus mencoba memperkenalkan real  Ramadhan.

Kali ini kakak belum mau bangun,sedang adik bersedia bangun walaupun dengan rasa kantuk yg luar biasa. Adik saat kebawah langsung senang melihat mainan perosotan yang kami sewa selama sebulan,tapi adik lebih semangat lagi saat melihat ke tv. “Duh harusnya tv ibu matikan dulu sebelum adik turun!”(sambil menyesal).

Adik minta dimainkan lagu monkey. Tv dirumah kami lebih banyak menyimpan file/video yang kami pilih untuk anak2&kami (ayah ibu),sedangkan acara tv umum cukup diakomodir melalui antena tv dalam (kebayang kan kualitas gambarnya macam apa😂). Saat adik sudah mengeluarkan jurus merengeknya, ibu sudah siap2, tarik nafas panjang dan menegaskan bahwa ayah dan ibu hanya mengizinkan satu kali video. Apakah Akmal langsung mau? tentu tidak. Dia akan berupaya menego dan meruntuhkan pertahanan kami. Tapi ibu coba konsisten dan alhamdulillah Akmal setuju.

Setelah satu video berlalu,sahur ibupun telah selesai dan kami bersiap kembali ke kamar. Yap, saat anak dibangunkan terkadang ada dalam pikiran, “wah mulai lagi ni perjuangannya”.  Tapi bukankah ibu bekerja membutuhkan untuk menciptakan waktu2 pertemuan seperti ini?